Ilustasi Sekolah (Shutterstock,com)
Dream - Seleksi Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) yang diterapkan di DKI Jakarta menuai beragam protes. Sistem yang diberlakukan pada tahun ini dianggap diskriminatif lantaran menerapkan standar usia sebagai syarat masuk.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan faktor usia idel tidak sepenuhnya menjadi syarat mutrak diterimanya seorang peserta didik. Seleksi PPDB sampai saat ini masih tetap menggunakan sistem zonasi.
" Zonasi sekolah diterapkan pada kelurahan di sekitar sekolah," ujar Nahdiana dalam webinar Konferensi Pers Bersama Kemendikbud dan Disdik DKI Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
Nahdiana mengakui pihaknya menerapkan usia sebagai prasyarat anak diterima di sebuah sekolah pada tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya, pengelola sekolah menggunakan acuan nilai Ujian Nasional (UN).
Menurut Nahdiana, selain zonasi diperlukan syarat tambahan untuk menyeleksi siswa. Hal ini mengingat daya tampung sekolah negeri di seluruh DKI Jakarta terbatas.
" Kami tetap menerapkan zonasi. Lagi-lagi karena daya tampung, tentunya anak-anak yang ada dalam zonasi lebih banyak dari daya tampung. Sehungga untuk memotong daya tampung itu dengan menggunakan usia," kata dia.
Plt Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan sistem zonasi dalam PPDB sudah diterapkan sejak 2017. Tetapi, penerapannya dikembalikan kepada kemampuan daerah.
" Kita tahu peraturan ini tidak bisa langsung diadopsi daerah, sehingga daerah melakukan penyesuaian," kata dia.
Selanjutnya, Hamid mengatakan semangat yang diusung dalam sistem zonasi adalah pemerataan kesempatan bagi peserta didik, khususnya dari kalangan bawah. Sebab, anak-anak dari masyarakat kelas bawah kerap tersingkir akibat sistem yang lebih mengutamakan siswa berprestasi dari kalangan menengah ke atas.
" Kita berikan perlindungan kepada mereka (masyarakat kelas bawah) sebab mereka tidak ada yang memproteksi," kata Hamid.(sah)
Advertisement

Kopi Tak Selalu Bikin Susah Tidur, Tapi Diam-Diam Bisa Mengurangi Kualitas Tidur

Mengapa Kalimantan Dikenal sebagai Borneo? Ternyata Berkaitan dengan Brunei

Naik Tipis di Sesi Pembukaan, IHSG Sempat Longsor di Bawah Level 6.000 Paska Reshuflfe Kabinet

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Cuka Apel Setiap Hari?

7 Barang di Dapur yang Sering Dipakai tapi Diam-Diam Bisa Berdampak pada Kesehatan

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar