Konjen RI Jeddah Imbau Jemaah Umroh Patuhi Protokol: `Demi Kebaikan Semua`

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 November 2020 14:01
Konjen RI Jeddah Imbau Jemaah Umroh Patuhi Protokol: `Demi Kebaikan Semua`
Eko Hartono mengingatkan jemaah dan penyelenggara umroh untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Saudi.

Dream - Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Eko Hartono, mengimbau para jemaah umroh untuk patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah Saudi. Imbauan tersebut juga ditujukan kepada para penyelenggara perjalanan umroh.

Imbauan itu disampaikan Eko saat melepas rombongan jemaah Indonesia perdana yang melaksanakan umroh di masa pandemi Covid-19. Dia juga berpesan agar semua pihak taat terhadap aturan yang berlaku di Saudi.

" Patuhi sungguh-sungguh protokol kesehatan. Kedisiplinan itu demi kebaikan kita semua," ujar Eko, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Jemaah asal Indonesia kelompok pertama memulai ritual ibadah umroh pada Rabu, 4 November 2020 sore waktu Saudi. Mereka sudah bisa berumroh setelah masa karantina 3 hari di penginapan selesai dijalankan.

 

1 dari 6 halaman

Jaga Kepercayaan

Eko mengatakan rombongan jemaah perdana ini bisa menjadi penentu terbukanya peluang semakin lebar untuk jemaah gelombang lain atau tidak. Dia pun mengingatkan agar jemaah Indonesia menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Saudi.

" Konsisten menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah setempat, berarti turut menjaga nama baik bangsa dan negara," ucap Eko.

Jadwal dimulainya umroh untuk jemaah Indonesia awalnya pukul 16.00 waktu Saudi terpaksa ditunda beberapa jam. Ini karena hujan lebat disertai angin terjadi di waktu menjelang Maghrib.

 

 

2 dari 6 halaman

Rombongan Perdana

Rombongan perdana ini mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah para Minggu sore, 1 November 2020 menggunakan pesawat Saudia Airlines. Para jemaah lalu menjalani karantina selama 3 hari di hotel di Mekah untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum melaksanakan umroh di Masjidil Haram.

Otoritas setempat juga telah mengatur penginapan secara ketat. Setiap kamar hanya boleh diisi dua orang dan makanan tidak boleh disediakan dalam konsep prasmanan melainkan paket yang diantarkan ke setiap kamar jemaah.

Sebelumnya, Saudi telah menetapkan persyaratan bagi calon jemaah yang dibolehkan melaksankan umroh. Syarat tersebut yaitu berusia 18-50 tahun, bebas Covid-19 dibuktikan dengan hasil swab test PCR 72 jam setelah pengambilan sampel, terdaftar pada aplikasi Eatamarna, serta tiket penerbangan pulang-pergi sudah terkonfirmasi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Karantina Covid-19 Selesai, Jemaah Indonesia Gelombang Pertama Mulai Berumroh

Dream - Masa karantina jemaah umroh Indonesia gelombang pertama yang tiba di Arab Saudi pada 1 November telah berakhir. Mulai Rabu, 4 Oktober 2020, jemaah melaksanakan ritual umroh.

" Jemaah asal Indonesia yang tiba 1 November hari ini akan melaksanakan ibadah umroh. Pelaksanaan umroh akan dimulai pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS)," ujar Plt Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag, Oman Fathurahman.

Oman mengatakan, terdapat 262 jemaah yang melaksanakan umroh. Rinciannya, 244 jemaah berasal dari Indonesia dan 38 jemaah dari Pakistan.

4 dari 6 halaman

Diantarkan 13 Bus Berkapasitas Maksimal 19 Orang

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan, mulai Rabu sore waktu setempat, jemaah akan mengambil miqat umroh dari Tan'im. Para jemaah Indonesia akan diantarkan dengan 13 bus dengan kapasitas dibatasi maksimal 19 orang.

Para jemaah berangkat melalui sejumlah biro perjalanan yang beroperasi di Indonesia. Tetapi, selama di Saudi para jemaah melaksanakan umroh dalam satu payung Muassasah Retaj & Ewagate.

" Dari Tan'im, jemaah akan diantar dengan bus menuju Masjidil Haram untuk beribadah umroh," kata Endang.

5 dari 6 halaman

Alur Kedatangan Jemaah Umroh Gelombang Pertama

Endang menjelaskan Saudi mulai mengizinkan jemaah luar negeri melaksanakan umroh pada 1 November 2020. Jemaah Indonesia mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pukul 18.16 waktu Saudi.

Tiba di bandara Jeddah, jemaah langsung mengantre untuk pemeriksaan imigrasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Jemaah diharuskan menunjukkan hasil swab test PCR dengan hasil negatif Covid-19.

Setelah itu, jemaah mengambil koper dan menuju pemeriksaan X-ray. Kemudian, jemaah dijemput bus dan diantarkan ke hotel menggunakan 12 bus untuk menjalani karantina selama tiga hari.

" Kedatangan pertama jemaah asal Indonesia disambut oleh Bapak Konjen RI Jeddah beserta jajaran dan petugas dari Pemerintah Arab Saudi," kata Endang.

 

6 dari 6 halaman

Sampai di Mekah, Dikarantina 3 Hari

Selama di Mekah, para jemaah ditempatkan di dua hotel. Satu kamar hotel diisi maksimal dua orang jemaah.

Sebelum masuk hotel, koper jemaah distrerilisasi oleh petugas kesehatan. Barulah jemaah boleh masuk ke kamar.

" Jemaah umroh Indonesia gelombang kedua, tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pukul 16.35 WAS. Total ada 89 jemaah. Selama di Bandara hingga hotel di Makkah, mereka menjalani seluruh proses yang ditentukan Saudi dengan protokol kesehatan yang ketat," ucap Endang.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar