Margriet Tolak Adegan Bunuh Angeline

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 6 Juli 2015 19:10
Margriet Tolak Adegan Bunuh Angeline
Kata Hotman, kuasa hukum Agus, Margriet, membunuh Angeline dengan cara keji. Ia membanting kepala Angeline ke tembok dan lantai.

Dream - Ibu angkat Angeline (Engeline), Margriet Christina Megawe menolak memperagakan kala ia tengah menghabisi nyawa Angeline.

" Perannya digantikan oleh penyidik, tapi dia melihat dan tidak berkomentar. Dia mau memperagakan hanya yang menguntungkan dia saja," kata kuasa hukum Agus Tay Hamba May, Haposan Sihombing, Senin sore, 6 Juli 2015.

Kuasa hukum Agus lainnya, Hotman Paris Hutapea menjelaskan, dari hasil rekonstruksi jelas Margriet yang melakukan pembunuhan Angeline di dalam kamarnya, bukan kliennya.

" Yang terpenting adalah rekonstruksi hari ini arahnya sudah jelas, bahwa TKP di kamarnya Margriet. Jadi, penyidik sudah yakin dan nanti kelanjutan perkara bahwa yang menjadi pelaku utama pembunuhan adalah Margriet," kata Hotman.

Menurutnya, hasil rekonstruksi memastikan jika Margreit yang melakukan aksi pembunuhan. " Yang melakukan sesuai adegan rekonstruksi adalah Margriet. Adegan sekitar ke 50 Angeline meninggal di kamarnya Margriet. Semua TKP-nya pembunuhan itu di kamar Margriet," katanya.

Margriet, kata Hotman, membunuh Angeline dengan cara keji. Ia membanting kepala Angeline ke tembok dan lantai. Sontak saja, darah kental ke luar dari kepala bocah mungil tersebut.

" Margriet membanting Angeline. Jelas bahwa dari adegan tadi tidak ada sedikitpun pembunuhan itu dilakukan Agus," kata Hotman.

(Ism, Laporan: Berry Putra)

1 dari 5 halaman

Kakak Angkat, Yvone Datangi Margriet Usai Angeline Hilang

Kakak Angkat, Yvone Datangi Margriet Usai Angeline Hilang

Dream - Kakak angkat Angeline, Yvonne Caroline Megawe disebut-sebut secara mendadak mendatangi rumah ibunya di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Kuasa hukum Agus, Hotman Paris Hutapea dan Haposan Sihombing sama-sama mengungkap misteri kehadiran anak pertama kliennya, Margriet Christina Megawe di hari kematian Angeline, Sabtu 16 Mei lalu.

Menurut mereka, datang terlebih dahulu Rohana pada pukul 19.00 WITA, tak lama kemudian Yvonne tiba dan masuk ke dalam kamar Margriet. Ketiganya melakukan pembicaraan serius dan ke luar kamar pukul 20.00 WITA.

Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum Margriet, Dion Pongkor. Saat dihubungi, Dion mengakui pada malam hari tanggal 16 Mei lalu datang Rohana dan Yvonne.

" Suruh si Hotman itu baca dulu BAP (Berita Acara Pemeriksaan) secara menyeluruh. Dia tahunya BAP kliennya saja, lalu dibeber ke mana-mana. Di BAP kami (Margriet), memang ada Rohana dan Yvonne," kata Dion.

Dion membantah kliennya bersama Yvonne dan Rohana melakukan pembicaraan serius di dalam kamar.

" Tidak ada mereka masuk ke kamar. Yvonne datang jemput di depan pagar. Dia tanya kejadiannya seperti apa," kata Dion.

Saat dijelaskan jika Margriet terakhir kali melihat Engeline mengambil sebuah pensil yang dipinjam Agus, maka Yvonne menanyakan hal itu kepada Agus.

" Dia (Yvonne) tanya Agus. Gus gimana sih kejadiannya. Katanya terakhir dia (Angeline) kasih pinjam ke kamu," kata Dion menirukan pembicaraan Yvonne dengan Agus.

Menurut Dion, saat ini terlalu banyak fitnah yang berkembang menimpa kliennya. Ia mengimbau kepada siapapun yang menduga ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan Angeline untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

" Jadi pengacara jangan memalukan. Pengacara itu jika menduga ada pihak lain terlibat laporkan ke polisi berdasarkan adanya bukti permulaan. Baru ngomong ke media. Bilang sama Hotman, pengacara itu beda sama masyarakat awam hukum. Jangan memalukan jadi pengacara," tegas Dion.

Laporan: Berry Putra

2 dari 5 halaman

Anak Bungsu Margriet Pembuat Akun Facebook Angeline Hilang

Anak Bungsu Margriet Pembuat Akun Facebook Angeline Hilang

Dream - Dion Pongkor, kuasa hukum ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe secara tegas mengakui jika anak bungsu kliennya, Christina Telly Megawe yang membuat akun Facebook kehilangan Angeline. 

" Christina yang buat. FB (Facebook) dan Fanpage ada tiga jenis," kata Dion saat dihubungi, Rabu 1 Juli 2015.

Fanpage Facebook dengan judul " Find Angeline - Bali's Missing Child" itu dibuat di Amerika Serikat. Seperti diketahui, Christina memang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Ia juga tinggal dan bekerja di Negeri Paman Sam tersebut.

Pada saat sama, ia juga menyinggung aktivis P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah alias Ipung. Ia meminta Ipung jeli terhadap perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika kala Christina membuat akun Facebook tersebut. 

" Ipung harus belajar dulu Geografi, baru bacot. Belajar perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika ketika Christina membuat Facebook itu. Ipung yang tidak tahu apa-apa itu jangan hitung mundur," sindir dia.

Ikuti : Berita Jatuhnya Pesawat Hercules 

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi, Hery Wiyanto mengaku tengah menelusuri keterlibatan orang lain dalam aksi keji pembunuhan Angeline.

" Penyidik masih bekerja, masih melakukan penelusuran apakah ada pihak lain, orang lain yang ikut harus bertanggungjawab meninggalnya Angeline," kata Hery.

Penelusuran itu untuk mencari tahu keterlibatan orang lain tersebut melakukan peran apa. " Apakah dia hanya turut melakukan atau melakukan peran-peran lain, kita akan proses hukum," kata dia.

Salah satu hal yang tengah ditelusuri penyidik adalah pembuatan akun Facebook kala Angeline dinyatakan hilang. Termasuk, sayembara sebesar Rp40 juta bagi siapa saja yang dapat menemukan bocah mungil tersebut.

(Laporan: Berry Putra)

3 dari 5 halaman

4 dari 5 halaman

Daftar Kesalahan Margriet pada Angeline

Daftar Kesalahan Margriet pada Angeline

Dream - Kepolisian Daerah (Polda) Bali akhirnya memutuskan untuk menetapkan Margriet menjadi tersangka kasus pembunuhan bocah 8 tahun Angeline (Engeline). Penetapan sebagai tersangka ini diputuskan setelah proses penyidikan yang cukup panjang dan hingga saat ini belum berakhir.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Komisaris Besar (Kombes) Hery Wiyanto menegaskan Margriet dijerat dengan pasal berlapis. Lebih keras, Margriet dijerat dengan pasal pembunuhan berencana berdasarkan bukti yang telah terkumpul.

" Nyonya M (Margriet) dikenakan pasal 340 dan 338 KUHP serta pasal penelantaran anak yang sesuai pasal 77b UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak," kata Hery.

Sementara tersangka sebelumnya yang merupakan bekas pembantu Margriet, Agustinus Tai Andamai dijerat pasal 340 juncto 56 KUHP dan pasal 338 juncto pasal 56 KUHP berupa pembunuhan.

" Kita konstruksi hukum nanti demikian, (pembunuhan) terencana untuk mempersangkakan tersangka M (Margriet)," jelasnya. Selengkapnya Daftar Dugaan Kesalahan Margriet. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Reaksi Margriet Usai Jadi Tersangka Pembunuhan Angeline

Reaksi Margriet Usai Jadi Tersangka Pembunuhan Angeline

Dream - Margriet Megawe telah ditetapkan sebagai tersangka baru pembunuhan Angeline, yang merupakan anak angkatnya.

Penetapan itu berdasarkan tiga alat bukti yang dikantongi polisi. Pertama berdasarkan keterangan tersangka Agust Tay (Agus) sebagai saksi.

Bukti kedua, keterangan Agus dikuatkan dengan kesesuaian dari hasil autopsi tim forensik RS Sanglah, Denpasar. Dan bukti terakhir, keterangan tersangka Agus juga dikuatkan dengan keterangan dari dokter ahli forensik.

Margriet kini terancam pasal berlapis 338, 353 dan 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan yang dilakukan secara berencana. Ia terancam hukuman mati.

Lalu bagaimana reaksi Margriet setelah ditetapkan sebagai tersangka? Simak halaman berikutnya! Reaksi Margriet Saat Jadi Tersangka

(Laporan: Berry Putra) 

Beri Komentar