Dream - Para menteri luar negeri dari 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan melakukan pertemuan darurat di Mekah, Arab Saudi, pada Kamis besok (17/11/2016). Mereka akan membahas peluncuran rudal balistik oleh militan Houthi ke arah Kota Suci Mekah pada 27 Oktober silam.
Menurut laman Saudi Gazette, Rabu 16 November 2016, komite eksekutif OKI dua minggu yang lalu sudah menggelar pertemuan pendahuluan di Kota Jeddah. Pertemuan ini memutuskan untuk mengadakan pertemuan darurat para menteri luar negeri.
Dalam pernyataannya, komite ini mengutuk keras kelompok Houthi dan tentara pasukan Presiden Abdullah Saleh, yang mereka tuding telah meluncurkan rudal ke Kota Suci umat Muslim.
Mereka juga mengutuk pemasok senjata, peluru, dan rudal yang menarget Mekah. “ Ini adalah agresi keji terhadap kesucian tempat suci di negara Dua Masjid Suci,” demikian pernyataan dari komite tersebut.
© Dream
Mereka menyebut peluncuran rudal ini sebagai provokasi terhadap umat Muslim dunia. Komite ini juga menyebut kelompok Houthi dan pasukan Saleh telah melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional.
“ Siapapun yang membantu militan Houthi dan pasukan Saleh terlibat dalam agresi terhadap Mekah.”
Komite ini menyerukan pertemuan darurat para menteri luar negeri untuk membahas agresi pada tingkat politik yang lebih tinggi dan untuk mengeluarkan pernyataan bersama, termasuk negara-negara anggota yang tidak menghadiri pertemuan ini, yang di antaranya adalah Iran.
© Dream
Dream - Imam Besar Masjidil Haram, Syeikh Abdurrahman Sudais, menyesalkan serangan rudal milisi Houthi yang diarahkan ke Mekah. Dia menyebut serangan itu menyakiti perasaan 1,5 miliar umat Islam di dunia.
Dalam pernyataan tertulis, imam yang menjabat sebagai Menteri Urusan Pelayanan Dua Masjid Suci ini mengatakan, segala bentuk agresi terhadap Masjidil Haram akan dihancurkan dan dihukum Allah.
Dia menekankan, Kerajaan Saudi telah menetapkan garis merah pada Mekah yang tidak boleh dilanggar. " Tindakan keji ini akan menguatkan tentara kami dalam melindungi agama dan bangsa," ujar Syeikh Sudais.
Para pemimpin Islam di dunia mengutuk serangan rudal yang dilancarkan Houthi dan menyebut itu sebagai upaya provokasi.
Konferensi Islam Eropa (KIE) mengecam aksi terorisme itu. Mereka menuduh serangan itu sebagai rencana awal mewujudkan kembali kedaulatan Kerajaan Safawid Persia di kawasan teluk dengan terlebih dulu menghancurkan Masjidil Haram.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu, Sekretaris Jenderal KIE, Mohammed Bishari, mendesak komunitas internasional mendakwa Houthi dan negara-negara pendukungnya.
Imam Spanyol menyebut dengan tegas serangan rudal itu sebagai aksi teroris.
Komunitas Islam Filipila Darul Ifta menekankan Muslim Filipina berdiri bersama Kerajaan Saudi memerangi milisi Houthi dan pendukungnya.
Di Rabat, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Maroko mengatakan aksi kriminal itu sebagai provokasi yang mengancam stabilitas dan keamanan Arab Saudi.
Sumber: saudigazette.com.sa