Misteri Teror Wafer Isi Silet di Jember Terkuak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 4 Agustus 2021 11:00
Misteri Teror Wafer Isi Silet di Jember Terkuak
Wafer-wafer itu disebar dengan sasaran anak-anak kecil.

Dream - Polisi menangkap pria berinisial AB (43) yang diduga sebagai pelaku teror wafer berisi pecahan benda tajam, Selasa 3 Agustus 2021. Warga Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu dibekuk saat berada di sebuah warung sekitar RSD dr Soebandi.

Polisi menangkap AB setelah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang menyebutkan ciri-ciri pelaku teror wafer berisi silet sejak penyelidikan dilakukan pada Sabtu 31 Juli 2021.

Berdasarkan alamat di KTP, rumah AB berada di Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya menebar wafer berisi benda berbahaya kepada anak-anak di Jalan Cemepedak, Kelurahan Jember Lor.

1 dari 8 halaman

Polisi Lakukan Penggedelahan Rumah

Setelah membekuk AB, polisi langsung bergerak ke rumahnya. Saat itu, polisi menemukan bahan dan alat yang digunakan untuk menghancurkan silet, paku, seng, dan besi, untuk dicampurkan ke dalam wafer, makanan yang memang digemari anak-anak itu.

" Dalam penggeledahan, kita menemukan alat yang digunakan antara lain 3 buah Gunting, 1 tang potong, 1 tang catut, 1 stoples kecil berisi seng, kawat, berapa jenis paku dan bahan besi lainnya, 2 korek api serta 1 kotak tempat membuat makanan," tutur Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, dikutip dari merdeka.comRabu 4 Agustus 2021. 

Di rumah yang didiami AB seorang diri itu juga ditemukan 5 wafer yang sudah dicampur potongan silet, paku, dan kawat. Kelima wafer itu hendak diedarkan lagi kepada korban anak-anak.

" Sudah 10 kali melakukan perbuatan tersebut. Terakhir dilakukan pada bulan puasa lalu, dengan diedarkan ke 3 rumah yang juga ada di Kelurahan Jember Lor," papar Komang.

 

2 dari 8 halaman

Sebar Wafer Silet di Sekitar Rumah

Aksi yang terakhir dilakukan pada hari hari Sabtu 31 Juli 2021, sekira pukul 10.30 WIB.

Saat itu di Jalan Cempedak, AB menemui seorang anak berusia 6 tahun yang sedang bermain di dekat rumahnya. Dia bermaksud memberikan 3 wafer namun anak itu enggan menerima pemberiannya karena tidak kenal.

" Tetapi pelaku kemudian melempar begitu saja ke teras rumah Pak Yasin dan langsung pergi meninggalkan TKP. Wafer itu lantas ditunjukkan kepada kakaknya. Sempat dibuka dan dicicipi, karena terasa benda keras, anak itu memuntahkan makanan tersebut," tutur mantan Kasat Reskrim Polres Malang Kota ini.

Mengetahui anaknya mendapat makanan berbahaya dari orang tidak dikenal, Yasin langsung melapor ke Polsek Patrang pada hari itu juga.

 

3 dari 8 halaman

Motif

Polisi masih memeriksa intensif AB di Mapolres Jember. Dari pemeriksaan itu ditemukan motif yang terkait klenik.

" Motif sementara, untuk menolak bala. Karena AB mengaku sering mendapatkan makanan seperti itu," pungkas Komang tanpa merinci lebih lanjut soal talak bala itu.

Penyidik menjerat AB memakai Pasal 204 KUHPidana karena mengedarkan barang yang membahayakan nyawa dan kesehatan orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

4 dari 8 halaman

Teror Wafer Isi Silet dan Cutter Incar Anak-anak di Jember

Dream - Warga Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur dihebohkan dengan makanan ringan berjenis wafer yang berisi serpihan benda tajam seperti potongan silet dan isi staples dari pria tak dikenal.

Diketahui peristiwa ini sudah dua kali terjadi di lokasi yang berdekatan. Salah satu kejadian di Jalan Cumpedak, Kecamatan Patrang pada Jumat, 30 Juli 2021 lalu. Aparat Polsek Patrang menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan penyelidikan.

" Kami mendapat laporan dari masyarakat di Jalan Cumpedak, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, bahwa ada pria tidak dikenal membagikan wafer kepada anak-anak dan setelah dibuka isinya ada benda-benda berbahaya yang tajam," tutur Kapolsek Patrang AKP Heri Supadmo di Jember, dikutip dari merdeka.comSelasa 3 Juli 2021. 

Camilan wafer tersebut dibungkus dengan kemasan rapi. Saat dibuka, isinya berupa campuran staples, silet, potongan pisau cutter dan benda berbahaya lain.

" Wafer berisi potongan benda tajam itu dibungkus dalam kemasan makanan ringan seperti pada umumnya dan rapi, sehingga terkesan belum dibuka dan masih baru," ujar Heri.

5 dari 8 halaman

Imbauan Bagi Orang Tua

Heri mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan kasus sama di wilayah Patrang diminta segera melapor ke kepolisian setempat.

" Berhati-hati dalam menjaga anaknya, terutama menerima pemberian makanan dari orang yang tidak dikenal dan sebaiknya dicek terlebih dahulu sebelum dimakan," ujarnya.

Demi mencegah jatuhnya korban, anak-anak yang bermain di sekitar rumah sebaiknya mendapat pengawasan esktra. Pasalnya, pelaku belum tertangkap.

" Apalagi sekarang kan masih sekolah daring, sehingga waktu anak bermain di sekitar rumah juga jauh lebih banyak," tegas Heri.

6 dari 8 halaman

Masih Dalam Penyelidikan

AKP Heri Supadmo mengaku, perburuan sedikit terkendala karena tidak ada rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

" Tidak ada rekaman CCTV, itu kan peristiwa nya di kampung," papar Heri.

Hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan. Motif pelaku belum terungkap.

" Masih kita buru pelakunya. Sehingga motif belum bisa dipastikan," jelas Heri.

7 dari 8 halaman

Kronologi Kejadian

Saat ini, ada dua anak berusia 3 tahun dan 9 tahun yang kedapatan menerima makanan ringan berisi serpihan benda tajam tersebut.

" Saat itu anak saya lagi bermain, masih umur 9 tahun. Dia terima tiga bungkus wafer dari pria yang dia tidak kenal. Lalu wafer itu dikasihkan ke adiknya yang berusia 6 tahun," ujar Yasin, orang tua korban.

Wafer kemudian dikonsumsi. Saat di mulut, merasa ada yang aneh lalu dimuntahkan kembali.

" Karena terasa keras, lalu dimuntahkan lagi," kata Yasin.

Melihat anaknya memuntahkan kembali wafer dari mulutnya, Yasin langsung mendekat. Dia melihat seperti sesuatu benda. Yasin kemudian memeriksa dua bungkus wafer yang masih belum dikonsumsi.

" Memang ada bekas di sobek lalu di selotip lagi. Dan saat saya buka, dua bungkus itu berisi pecahan silet, isi staples dan paku payung," ujar Yasin.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More