Meninggal di Bulan Ramadhan, Adakah Keutamaannya?

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 20 April 2022 11:50
Meninggal di Bulan Ramadhan, Adakah Keutamaannya?
“Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.”

Dream – Mungkin di benak kita terbersit banyak pertanyaan seputar Ramadhan. Salah satunya meninggal di bulan Ramadhan mengandung keutamaan.

Beberapa firman Allah dalam Alquran telah menjelaskan sebab manusia masuk surga adalah dari amal kebajikan mereka.

Seperti yang disebutkan dalam Surat Az Zuhruf ayat 72.

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْٓ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya: " Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan."

Selain itu, juga dijelaskan dalam Surat Al A’raf ayat 43.

وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Diserukan kepada mereka, “ Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.”

Lalu benarkah meninggal di bulan Ramadhan memiliki keutamaan? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Meninggal di Waktu Mulia Tidak Menjamin Masuk Surga

Penjelasan itu menjawab kemungkinan, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia tidak menjamin penghuninya masuk surga.

Mengenai hal ini, kita dapat merujuk pada pendapat Imam Malik dalam kitabnya Al Mutwatha'. Dalam kitab itu, Imam Malik menukil kisah ketika Rasulullah Muhammad SAW mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi radliyallahu ‘anhuma, sehingga keduanya menjadi keluarga yang sangat dekat.

Imam Malik meriwayatkan dari Yahya bin Said, bawha Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman al-Farisi, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negri Syam).

Kemudian Salman membalas surat dengan mengatakan:

“ Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.” 

Perlu diketahui Sahabat Dream, dulu Makkah dihuni oleh kaum musyrikin. Mereka yang tinggal di sana bukan berarti menjadi lebih mulia.

Sama halnya dengan orang yang meninggal di bulan Ramadhan, tidak semua dijamin husnul khotimah. Hanya amalan mereka di dunia yang menjadi jaminan apakah kematiannya husnul khotimah atau su'ul khotimah. 

2 dari 4 halaman

Husnul Khotimah di Ramadhan Jika...

Ilustrasi

Berbeda halnya jika meninggal di bulan Ramadhan dalam keadaan berpuasa. Meninggal dalam keadaan berpuasa berarti ia sedang mengerjakan amal ibadah.

Hal ini juga dijelaskan dari Hudzaifah Radliyallahu ‘anhu dalam hadis riwayat Imam Ahmad. Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal.

" Siapa yang menyatakan Laa ilaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hiudpnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.

(HR. Ahmad, dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)

3 dari 4 halaman

Tanda Orang Meninggal Husnul Khatimah di Bulan Ramadhan

Senada dengan hadis di atas, ada pula hadis yang menyatakan keistimewaan meninggal di bulan Ramadhan yaitu tergolong syuhada' dan shiddiqin.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, orang yang meninggal di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan apabila ia meninggal dalam keadaan Islam, berpuasa, rajin melaksanakan sholat fradhu, sholat tarawih, dan membayar zakat.

Dari Amr bin Murrah al-Juhni, dia berkata, seseorang dari Qudha’ah mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “ Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu apabila aku mengucapkan syahadat lailahaillahu wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya kamu adalah utusan Allah), aku sholat lima waktu, berpuasa Ramadhan, mengerjakan ibadah (sholat tarawih) di Bulan Ramadhan dan membayar zakat?”

Kemudian Rasulullah SAW berkata, “ Barangsiapa yang meninggal dunia seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada’ dan shiddiqin.”

Syuhada' merupakan orang-orang yang meninggal atau terbunuh demi membela agama Allah SWT. Sementara shiddiqin merupakan golongan orang-orang yang selalu berkata jujur dan apa yang dikatakannya benar.

4 dari 4 halaman

Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat

Berbeda dengan meninggal di bulan Ramadhan, meninggal di hari Jumat memiliki keistimewaan khusus. Karena Nabi Saw., sudah menjamin tidak akan ditanya di alam kubur.

Hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi, dari Abdullah bin Amr bin Ash radliyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW, bersabda:

" Setiap muslim yang meninggal di hari Jumat atau malam Jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur."

Sementara itu, tidak ada dalil yang menyatakan bahwa meninggal di bulan Ramadhan termasuk husnul khatimah atau mendapat keutamaan tertentu.

Artikel ini disadur dari Konsultasi Syariah.

Beri Komentar