Bela Yerusalem, 4 Warga Palestina Wafat, Ratusan Terluka

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 12 Desember 2017 11:00
Bela Yerusalem, 4 Warga Palestina Wafat, Ratusan Terluka
Zuhair mengapresiasi dukungan dunia kepada Palestina.

Dream - Terjadi penolakan di seluruh dunia atas pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Di dalam negeri Palestina, ratusan warga terluka saat menyuarakan aspirasinya.

" Ada empat yang tewas di Gaza, dan ratusan lagi luka-luka," kata Duta Besar Terangkat Palestina untuk Indonesia, Zuhair Alshun, di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilisations (CDCC), Jakarta, Senin 11 Desember 2017.

Zuhair mengatakan, unjuk rasa warga Palestina terjadi di seluruh kota. " Rakyat Palestina menyatakan menolak keputusan ini," tegas dia.

Zuhair mengapresiasi dukungan dari dunia yang menolak pernyataan Trump. Baginya, dukungan itu wujud nyata dunia yang ingin Trump membatalkan keputusan itu.

" Ini semua adalah pesan yang jelas dan tegas kepada Presiden Trump untuk mengubah keputusannya," ucap dia.

Selain itu, katanya, pernyataan Trump juga tidak akan mengubah status hak warga Palestina di Yerusalem.

" Yerusalem adalah tanah suci dan bagian yang tak terpisahkan dari Palestina," kata Zuhair.

Zuhair menilai pernyataan yang dibuat Trump menciderai harkat dan martabat Amerika sebagai mediator perdamaian Palestina dan Israel.

Dia menegaskan, hingga saat ini Yerusalem merupakan ibu kota Palestina.

" Pemimpin Palestina Yasir Arafat telah membayar mahal dalam hidupnya untuk bergeming sama sekali bahwa Yerusalem itu adalah ibu kota Palestina," kata dia.

" Oleh karena itu, seluruh rakyat Palestina meneruskan visi Yasir Arafat itu hingga terbentuknya negara Palestina yang berdaulat," tambah Zuhair.

Beri Komentar