Haru, Ibu Memohon Petugas Izinkan Putrinya Keluar Wuhan Demi Berobat Leukimia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Februari 2020 07:01
Haru, Ibu Memohon Petugas Izinkan Putrinya Keluar Wuhan Demi Berobat Leukimia
Tolong ambil putri saya.

Dream - Cinta orang tua tak berbatas. Banyak orang tua akan melakukan apapun demi kebahagian anaknya.

Bukti cinta itu ditunjukan seorang ibu di China yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memohon polisi menyelamatkan nyawa sang putri.

Ibu bernama Lu Yuejin, 50 tahun, itu bernegosiasi dengan polisi di Provinsi Hubei, China agar membiarkan putrinya keluar dari Wuhan .

Dilaporkan Channel News Asia, Lu awalnya membawa sang anak, Hu Ping, 26 tahun, yang mengidap leukimia menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Wuhan.

Tapi rencana perawatan leukimia itu tak bisa berjalan mudah. Rumah sakit di pusat kota Wuhan sedang menangani penyebaran virus Corona (2019-nCoV).

" Putriku perlu pergi ke rumah sakit di Jiujiang," kata Lu di pos pemeriksaan.

" Dia perlu dirawat. Tapi mereka tidak membiarkan kita lewat."

1 dari 4 halaman

Putrinya duduk di tanah, dengan tubuh dibungkus selimut, sementara Lu dengan air mata memohon kepada polisi.

" Tolong, bawa putriku. Aku tidak perlu melewati ... tolong, biarkan putriku lewat," katanya kepada petugas.

Permohonannya hampir tenggelam oleh pengeras suara yang memutar pesan pra-rekaman bahwa penduduk tidak akan diizinkan masuk ke Jiujiang, kota provinsi Jiangxi di sisi selatan Yangtze.

Lusinan orang telah berusaha melintasi pos pemeriksaan polisi dalam beberapa hari terakhir. " Yang ingin saya lakukan adalah menyelamatkan hidupnya," kata dia.

2 dari 4 halaman

Alasan Tak Perlu Panik Penularan Virus Corona di Indonesia

Dream - Wabah Virus Corona Wuhan (2019-nCoV) ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kondisi darurat global oleh WHO sejak 30 Januari 2020. Hal ini karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan sudah menyebar ke puluhan negara.

Di tengah situasi seperti ini, masyarakat mudah sekali menerima informasi palsu atau hoax. Biasanya diterima melalui pesan berantai di aplikasi chat. Raden Rara Diah, dokter spesialis paru, mengungkap kalau kondisi Indonesia saat ini masih aman.

" Saat ini Indonesia belum terdeteksi sama sekali dan masih aman, bahkan Kemenkes juga telah melakukan surveillance (pengawasan) untuk meningkatkan kewaspadaan" , ujarnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Selasa 4 Februari 2020.

3 dari 4 halaman

Langkah Pemerintah

Ia mengungkap, Kementerian Kesehatan saat ini turun langsung untuk mengawasi rumah sakit, mempersiapkan petugas kesehatan, alat-alat serta fasilitas lainnya. Termasuk menyediakan obat-obatan infus.

Pemerintah juga telah membatasi turis China yang masuk ke Indonesia sebagai tindakan pencegahan. Saat ini faktor perpindahan virus tertinggi adalah kontak secara berdekatan atau close contact.

" Orang-orang yang memungkinkan melakukan close contact dengan penderita adalah sudah pasti petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus" , ujar dr. Diah.

 

4 dari 4 halaman

Isolasi Pasien

Dalam bertugas, para petugas kesehatan akan diberikan pakaian khusus yang dapat menutup seluruh badannya dan mencegah kontaminasi virus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan.

" Seharusnya ruang pasien dan ruang tunggu dipisahkan karena pasien harus benar-benar diisolasi, hanya dengan jarak 1,5 meter saja orang yang sehat bisa tertular pasien yang terkena virus corona," kata dr. Diah.

China Karantina Kota Wuhan Akibat Virus Corona

Selama tidak melakukan kontak secara dekat dengan orang yang positif terkena virus corona, kemungkinan transmisi penyakitnya akan sangat kecil.

" Laju transmisinya cepat tetapi angka kematiannya tidak sebesar kasus flu burung, karena hanya mencapai 2%" , ujar Dr. Diah.

Dari 20.626 kasus, korban tewas berjumlah 426 orang dan yang sembuh 653 orang. Jadi kemungkinan untuk sembuh sangat mungkin terjadi. Angka ini tidak sebanyak kasus flu burung yang angka kematiannya mencapai 80% walau laju transmisinya tidak secepat virus corona.

Laporan: Raissa Anjanique Nathania

Beri Komentar