Pesan Ayam Goreng Via Online, Pas Disantap Muncul Belatung

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 27 Juni 2019 10:12
Pesan Ayam Goreng Via Online, Pas Disantap Muncul Belatung
Awas! videonya akan membuatmu bergidik.

Dream - Warganet asal Malaysia, Caleb Jaffrey Lee membagikan gambar ayam goreng yang dia pesan dari sebuah rumah makan yang menyediakan fasilitas antar melalui layanan ojek online. Tapi, Caleb tidak ingin pamer seperti laiknya warganet lain.

Dia ingin menunjukkan, ayam yang dipesan dari Restoran di Petaling Jaya, Malaysia itu punya sisi yang mengerikan.

Lee mengatakan, sudah setengah jalan mengonsumsi makanannya. Saat itulah dia menemukan belatung bergerak-gerak di ayam itu.

Di video yang dia unggah, belatung itu berada di daging dekat tulang ayam.

 

1 dari 6 halaman

Grab Akan Investigasi

Lee mengatakan, telah melaporkan masalah ini ke Grab dan Kementerian Kesehatan Malaysia, serta Dinas Kota Kuala Lumpur.

" Grab telah merespon kasusku dan berjanji akan mengembalikan uangku," ujar Lee.

Lee mengatakan, pihak Grab akan menginvestigasi kasus ini dengan operator restoran. " Aku nggak menyalahkan Grab soalnya mereka cuma layanan pengantaran," kata dia.

Lee mengarahkan amarah ke pengelola restoran yang menyiapkan makanan.

Dalam unggahan terpisah, Lee menyebut telah menerima telepon permintaan maaf dari Grab. " Mereka juga menyampaikan permintaan maaf dari Sari Ratu Prima," ucap dia.

 

2 dari 6 halaman

Yakin Akan Tonton Videonya?

3 dari 6 halaman

Biar Cepat Antar Makanan, Wanita Ini Terjun dari Tebing

Dream - Seorang perempuan bernama Wan Tiandi menjadikan bungee jumping sebagai aktivitas harian.

Aksi Wan melompat dari tebing di pinggiran kota Chingqing, China, untuk mengantar makanan para koleganya. Dengan lompatan itu dia dapat memangkas waktu tempuh.

Wan mengatakan, dia dapat mengantar makanan itu dengan mobil. Tapi, perjalanan menuruni bukit akan memakan waktu selama 30 menit.

Dengan menggunakan bungee jumping, dia dapat mengambil makanan dengan durasi dua menit saja. 

Dilaporkan Shanghaiist, Wan bekerja di bagian logistik Taman Wansheng Dream Ordovician. Pekerjaan utamanya yaitu mengantarkan makan siang untuk 200 pekerja.

 

4 dari 6 halaman

Muncul Setahun Lalu

Para pekerja itu banyak yang berada di bagian bawah gunung. Akses dengan mobil akan membuat makanan menjadi dingin dan tak lagi nikmat. 

Ide menggunakan bungee jumping itu muncul sekitar setahun lalu. Aksi Wan melompati bukit itu telah menjadi perbincangan di media sosial China. 

Wan menyebut aksinya bagian dari pekerjaan, membantah skeptisisme warganet.

5 dari 6 halaman

China Perkenalkan Chip Pembaca Pikiran Pertama di Dunia

Dream - China mengembangkan chip berbasis kecerdasan manusia. Chip bernama Brain-Computer Interface (BCI) yang dibubuhi aplikasi Brain Talker itu dikenalkan pada World Intellegence Congress, di Tianjin, China.

Menurut laman Xinhua, BCI merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengontrol komputer atau perangkat elektronik lainnya menggunakan gelombang otak. Sistem ini memotong instruksi yang biasanya dilakukan dengan gerakan atau instruksi lisan.

Brain Talker dirancang khusus untuk men-decode informasi gelombang otak. Alat ini dapat menggantikan perangkat komputer tradisional karena ukurannya yang lebih mudah dipindahkan, presisi dalam decoding, efisiensi tinggi dalam komputasi, dan kemampuan komunikasi yang lebih cepat.

 

6 dari 6 halaman

Cara Kerjanya

Direktur Akademi Teknik Medis dan Kedokteran Translasional di Universitas Tianjin, Ming Dong, mengatakan, chip tersebut dapat mengidentifikasi informasi neuron minor yang dikirim oleh gelombang otak dari korteks serebral. Secara efisien, chip ini dapat men-decode informasi dan sangat mempercepat kecepatan komunikasi antara otak dan mesin.

" Brain Talker membuat teknologi BCI lebih menjanjikan untuk penggunaan sipil karena chipnya lebih portabel, dapat dipakai dan lebih sederhana," kata Ming. 

Brain Talker dikembangkan oleh Universitas Tianjin dan China Electronics Corporation dengan hak kekayaan intelektual sepenuhnya independen.

Seorang ilmuwan data dari China Electronics Corporation, Cheng Longlong, mengatakan, para ilmuwan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja chip untuk penggunaan yang lebih luas di bidang perawatan medis, pendidikan, kehidupan rumah dan game di masa depan.