Misteri Pola Gerak Hiu Paus di Indonesia Ditemukan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 26 Juni 2019 18:00
Misteri Pola Gerak Hiu Paus di Indonesia Ditemukan
Dengan ditemukannya pola ini, CI berharap dapat membantu pengembangan wisata.

Dream - Lembaga swadaya masyarakat, Conservation International (CI) menemukan pola pergerakan populasi hiu paus (Rhincodon typus) di tiga lokasi di Indonesia. CI menyebut temuan ini berkontribusi menyingkap perilaku hiu paus yang menjadi salah satu misteri spesies ikan terbesar di dunia.

Temuan ini dipaparkan di acara International Whale Shark Conference di Exmouth, Australia Barat pada 28-31 Mei 2019.

Tiga tempat populasi hiu paus yang diteliti yaitu, Teluk Saleh di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB); Teluk Triton di Kabupaten Kaimana, dan Teluk Cendrawasih di Papua.

Peneliti CI, Abraham Sianipar, mengatakan ada tiga pola pergerakan populasi hiu paus yang teridentifikasi yaitu rumahan di Teluk Saleh, musiman di Teluk Triton, serta campuran dari keduanya di Teluk Cendrawasih.

“ Rumahan artinya sebagian besar hiu paus berada di area tersebut sepanjang tahun. Musiman berarti hiu paus hanya berada pada area tersebut pada waktu-waktu tertentu. Lalu, campuran merupakan gabungan dari rumahan dan musiman," kata Abraham dalam keterangan tertulisnya kepada Dream, Rabu, 26 Juni 2019.

1 dari 6 halaman

Pola Gerakan Hiu Paus Muda

Paus hiu dipasangi pelacak satelit (Foto: CI)

Hiu paus dipasangi pelacak satelit (Foto: CI)

Abraham menyebut, beberapa hiu paus yang ditelusuri merupakan individu yang belum mencapai kedewasaan. Pola pergerakan para hiu paus itu diduga karena mencari makan

" Ini mungkin didorong oleh faktor makanan,” ucap dia.

Analisis ini didapat dari data pemasangan pemindai satelit pada 53 hiu paus di tiga tempat tersebut.

Di Teluk Saleh, hanya empat dari 12 hiu paus yang berenang keluar. Hiu paus sisanya berada di dalam teluk bahkan beberapa di antaranya menetap selama 20 bulan.

Semua hiu paus di Teluk Triton menunjukkan pergerakan ke arah Laut Arafura. Mereka menghabiskan sekitar 35 persen waktunya di luar Kaimana.

Sementara itu, hiu paus di Teluk Cendrawasih memperlihatkan pola pergerakan keduanya. Beberapa berada di dalam teluk hingga 26 bulan dan lainnya keluar selama lebih dari tiga bulan, sebelum pada akhirnya kembali lagi ke dalam teluk.

2 dari 6 halaman

Untuk Pariwisata

Abraham mengatakan, pola pergerakan hiu paus rumahan di Teluk Saleh dan Teluk Cendrawasih terjadi karena bentuk teluk yang tertutup dan terisolasi. Selain itu, kedua teluk ini mendapatkan keuntungan dari ekosistem hutan mangrove yang menyediakan nutrisi dan makanan yang melimpah untuk hiu paus sepanjang tahunnya.

Sementara itu, untuk pola pergerakan musiman di Teluk Triton, para hiu paus dipengaruhi bentuk teluk yang relatif terbuka dan kondisi oseanografi yang dipengaruhi perubahan musim angin.

Pada saat temperatur permukaan laut yang menjadi lebih dingin pada musim angin timur, hiu paus bergerak ke Laut Arafura untuk mencari makanan.

Dengan adanya informasi mengenai pola pergerakan di tiga tempat ini maka dapat diprediksi kemunculan spesies tersebut. Dia berharap, pergerakan ini dapat membangun pengembangan pariwisata.

“ Perilaku hiu paus di Indonesia dapat dikatakan cukup menarik karena di beberapa tempat dapat dilihat sepanjang tahun, berbeda dengan kebanyakan agregasi hiu paus lainnya di dunia yang bersifat musiman. Hal ini menunjukkan potensi yang besar dalam pengembangan pariwisata. Di Maladewa, pariwisata hiu paus memberikan pemasukan tahunan sekitar Rp130 miliar,” ujar dia.

3 dari 6 halaman

Nelayan Temukan Paus Beluga Mencurigakan, Senjata Rahasia Rusia?

Dream - Paus Beluga yang ditemukan memiliki tali pengikat memunculkan kekhawatiran para pejabat Norwegia. Muncul spekulasi hewan tersebut berasal dari fasilitas militer Rusia.

Dilaporkan Ctvnews, staf Direktorat Perikanan Norwegia, Joergen Ree Wiig menyebut, tali yang terpasang di tubuh paus itu bertuliskan " Equipment St. Petersburg" . Di tali tersebut terpasang dudukan untuk kamera.

Paus beluga itu ditemukan nelayan Norwegia, Senin, 22 April 2019. Pada Jumat, nelayan melepaskan tali pengikat yang terpasang di tubuh paus tersebut.

" Orang-orang di militer Norwegia telah menunjukkan minat yang besar pada harness (di tubuh paus itu)" kata Ree Wiig.

Profesor di Departemen Arktik dan Biologi Kelautan di Universitas Arktik Norwegia, Audun Rikardsen percaya kemungkinan besar Angkatan Laut Rusia di Murmansk terlibat.

Rusia memiliki fasilitas militer utama di dan sekitar Murmansk di Semenanjung Kola, di ujung barat laut Rusia.

4 dari 6 halaman

Paus Peliharaan?

Tidak jelas untuk apa mamalia itu dilatih, atau apakah mamalia itu seharusnya menjadi bagian dari aktivitas militer Rusia di wilayah tersebut.

" Ini adalah hewan jinak yang mencari makanan sehingga itu sebabnya telah melakukan kontak dengan para nelayan," katanya.

" Pertanyaannya sekarang adalah apakah paus itu dapat bertahan hidup dengan mencari makanan sendirian. Kami telah melihat kasus di mana paus lain yang berada di penangkaran Rusia baik-baik saja." (ism)

5 dari 6 halaman

Misteri Bangkai Paus Bungkuk 10 Ton di Pedalaman Hutan Amazon

Dream - Kematian paus bungkuk di dalam hutam Amazon, Brasil, membuat bingung peneliti dan pakar margasatwa. Mamalia berbobot 10 ton tersebut ditemukan di semak belukar di Pulau Marajo, mulut Sungai Amazon.

Dugaan awal yang berkembang di antara para ilmuwan, hewan laut tersebut terbawa ke dalam hutan saat terjadi badai. Meski begitu, mereka tak mengetahui bagaimana paus itu sampai ke dalam hutan. Selain badai, kemungkinan lain yang muncul yaitu mahluk tersebut berenang di lepas pantai.

Pejabat departemen kesehatan, sanitasi, dan lingkungan wilayah Para, Brasil, mengatakan paus bungkuk sepanjang sebelas meter itu pertema kali ditemukan setelah mengikuti burung bangkai yang mencari bangkai besar.

Bangkai paus bungkuk itu ditemukan di bagian terpencil rawa bakau di delta Amazon. Ilmuwan dan ahli perlu dua kali waktu perjalanan untuk menjangkau lokasi tersebut.

Dikutip dari laman The Independent, Selasa 26 Februari 2019, kelompok konservasi, the Bicho D'agua Institute, sempat memeriksa paus tersebut sebelum akhirnya ditemukan mati.

6 dari 6 halaman

Ilmuwan Dibuat Bingung

Kepala proyek, Renata Emin, mengatakan, menduga mamalia tersebut sampai di lokasi terpencil itu karena gelombang pasang.

" Kami bingung apa yang dilakukan paus bungkuk itu di pantai utara Brasil selama Februari," ujar dia.

Paus bungkuk umumya terlihat di selatan Pantai Bahia, Brasil, pada Agustus dan November. Tetapi, dia sangat jarang berjalan ribuan kilometer ke utara ke mulut Amazon.

Emin mengatakan, paus tersebut sempat dianggap anak sapi yang terpisah dari induknya saat bermigrasi ke selatan.

Para peneliti akan memeriksa sampel dan bangkai paus tersebut untuk penelitian lebih lanjut.

Beri Komentar