Pesawat Kargo Kecelakaan di Papua, Pilot Tewas

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 25 Oktober 2021 10:30
Pesawat Kargo Kecelakaan di Papua, Pilot Tewas
Akibat kejadian ini, pilot pesawat atas nama Kuntardi dinyatakan meninggal dunia.

Dream - Pesawat kargo milik Smart Air dengan kode penerbangan PK-SNN mengalami kecelakaan di Bandara Aminggu Illaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin 25 Oktober 2021, sekitar pukul 07.20 WIT . Pilot pesawat, Kuntardi, meninggal dunia.

Kapolres Puncak, Kompol Nyoman Punia, membenarkan terjadinya kecelakaan pesawat kargo yang membawa barang dari Timika tersebut.

Menurut Nyoman Punia, Kuntardi meninggal setelah sempat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga. Sedangkan kopilot Egie kondisinya sadar, namun masih dirawat di Puskesmas setempat.

" Pesawat nahas itu hanya membawa kargo dari Timika," kata Nyoman Punia.

1 dari 5 halaman

Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan

Ilustrasi© Shutterstock

Terpisah, Kepala Bandara Aminggaru Ilaga, Herman Sujito, mengatakan, kecelakaan tersebut diduga akibat adanya kabut yang menyelimuti bandara pada pagi tadi.

" Karena insiden tersebut, saat ini operasional bandara ditutup sementara karena masih dilakukan pembersihan," kata Herman Sujito.

Sumber: liputan6.com

2 dari 5 halaman

Dikira Tewas 45 Tahun Silam, Pria Ini Muncul di Rumah Ibu yang Sudah Lansia

Dream – Seorang pria berusia 70 tahun yang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat Indian Airlines tahun 1976 silam secara mengejutkan kembali pulang ke rumah.

Pria yang diidentifikasi bernama Sajjad Thangal itu kembali ke rumah setelah 45 tahun berlalu. Sang ibu yang kini berusia 91 tahun pun tak bisa berkata-kata melihat kejadian diluar nalar tersebut.

Ia hanya bisa memeluk sang putra sembari menangis haru. Tak hanya itu, warga desa setempat pun turut menyambut kedatangan Thangal.

Peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi di Mumbai tersebut telah merenggut 95 nyawa. Salah satunya aktris terkenal India Selatan, Rani Chandra

3 dari 5 halaman

Gagal Naik Pesawat

Saat itu, Thangal bersama rombongannya tengah menghadiri undangan di Abu Dhabi.

Pastor KM Philip, pendiri Social and Asosiasi Injili untuk Cinta, sebuah LSM di Navi Mumbai mengatakan Thangal awalnya berencana untuk kembali dengan rombongan dari Abu Dhabi pada 12 Oktober 1976.

Namun, di menit-menit terakhir sebelum keberangkatan, ia mendadak membatalkan rencananya terbang karena terjadi beberapa masalah. " Hingga ia pun secara tak terduga selamat dari kecelakaan pesawat tersebut,” ungkap Philip

4 dari 5 halaman

Trauma, Kehilangan Uang, dan Takut Lapor Polisi

Setelah peristiwa mengenaskan tersebut, Thangal harus kehilangan beberapa teman dan rekan bisnisnya. Ia juga dikabarkan mengalami serangan pasca-trauma.

“ Saat itu asuransi tidak populer dan saya kehilangan banyak uang. Saya juga takut polisi akan mencari saya.

" Hampir semua orang mengira saya termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam kecelakaan itu. Saya mulai tinggal di Mumbai sembari melakukan pekerjaan sambilan,” kata Thangal.

Thangal pun kemudian dipindahkan ke rumah penampungan LSM dan menjalani perawatan untuk penyakit mental.

 

5 dari 5 halaman

Keluarga Anggap Tewas Meski Nama Tak Ada di Manifest

Disanalah Thangal mulai berani menceritakan kisah hidupnya. Dari informasi tersebut, LSM pun mencoba mencari tahu keberadaan keluarga Thangal.

Kemudian mereka berhasil menemukan kediaman ibu Thangal yang telah berusia 91 tahun. Thangal dan ibunya pun melakukan kontak melalui sambungan telepon.

Kerabat Thangal juga menceritakan jika setelah kejadian kecelakaan pesawat tersebut, mereka mencoba memeriksa daftar penumpang. Namun tak jua menemukan namanya.

Karena tak ada informasi, mereka pun menduga Thangal telah tewas. Mereka menyerah mencari keberadaan Thangal setelah bertahun-tahun berlalu.

“ Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah berpikir saya akan bisa bertemu kerabat saya, terutama ibu saya,” kata Thangal.

 (Sumber: hindustantimes.com)

Beri Komentar