Zeeshan-ul-hassan Usmani, Profesor IT Penemu Software Pencegah Terorisme (dailymail.co.uk)
Dream - Zeeshan-ul-hassan Usmani dan keluarga memutuskan untuk meninggalkan Amerika Serikat. Ini lantaran keluarganya menjadi korban kekerasan seiring meningkatnya Islamofobia lantaran kampanye dari Calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump.
Usmani merupakan profesor ilmu komputer peraih penghargaan bergengsi asal Pakistan. Dengan kemampuannya mengolah data, Usmani membangun sistem pertahanan yang menyelamatkan warga AS dan Eropa dari potensi serangan teroris.
" Selamat datang di Amerika Serikatnya Donald Trump," tulis Usmani di akun media sosial miliknya.
Status itu dia unggah usai menceritakan pengalaman memilukan yang dialami anak bungsunya, Abdul Aziz, 8 tahun.
© Dream
" Lihat anak saya Abdul Aziz. Dia masih tingkat 1, dibully dan dipukul teman-teman sekelasnya di bus sekolah karena seorang Muslim," tulis dia.
Istri Usmani, Binish Bhagwanee, mengatakan anak mereka berjalan meninggalkan bus dengan trauma. Mukanya lebam setelah diduga beberapa orang teman memukulnya.
Awalnya, Abdul Aziz dipaksa oleh lima orang temannya makan makanan haram. Saat dia menolak beberapa temannya langsung menghajar dan menghinanya dengan sebutan Muslim.
Tidak hanya itu, lengan Abdul Aziz terkilir lantaran diplintir oleh teman-temannya.
" Dia lahir dan tumbuh di AS. Dia lahir di Florida. Sebagai warga Amerika seperti yang Anda pikirkan. Dia mengidolakan Kapten Amerika. Dia juga ingin menjadi presiden AS," kata Usmani kepada Huffington Post.
© Dream
Akhir pekan lalu, keluarga ini telah meninggalkan Cary, North Carolina. Kini mereka tinggal di Islamabad, Pakistan.
Usmani memiliki sebuah apartemen di Islamabad. Mereka memutuskan tinggal di sana dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan, mungkin bisa selamanya.
Usmani memiliki dua gelar master dan PhD di bidang IT. Dia adalah mantan kepala bagian teknologi pada PredictifyMe.
Dia bersama United Nationd Special Envoy for Global Education membuat piranti lunak yang menunjukkan dampak dari bom bunuh diri. Piranti tersebut digunakan untuk mengedukasi bagaimana bahayanya bom bunuh diri kepada anak-anak dan remaja agar mereka terpicu untuk melindungi diri dan keluarga mereka dari serangan teror.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement

Pluang Luncurkan Saham Indonesia, Gabungkan Akses Pasar Global dan Domestik dalam Satu Aplikasi
Penampilan Alya Zurayya di Acara Dream Day Ramadan Fest 2023 Day 6


MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN
