Ilustrasi Foto : Liputan6.com
Dream- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat berpamitan kepada warga yang dipimpinya saat Perayaan Hari Jadi ke-727 Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Minggu 31 Mei 2020. Perempuan berhijab ini sudah menjabat wali kota sebanyak 2 periode sejak 2010.
" Ini mungkin perayaan Hari Jadi Kota Surabaya yang terakhir bagi saya,” ujar wali kota yang karib disapa Risma kala itu.
Di perayaan tersebut, Risma sempat menyampaikan pesan jika sebuah daerah bisa dikatakan berhasil tergantung pada jajaran pemerintahannya. Tidak mungkin sebuah kota akan mendapatkan keberhasilan tanpa ada upaya dan desain dari pengelola kotanya. Kepada jajaran Pemerintah Kota Surabaya, Risma berpesan agar tetap selalu bergerak, berpikir, dan tak berhenti memajukan pembangunan Kota Pahlawan itu.
Selama menjabat sebagai wali kota, masyarakat Surabaya merasakan perubahan yang sangat signifikan. Sosok Risma sebagai wali kota Surabaya dikenal tegas, bijak, dan cepat bertindak. Kerja kerasnya membuahkan hasil saat Risma mendapat penghargaan sebagai salah satu walli kota terbaik dunia.
Tak hanya warga Surabaya, masyarakat dari beragam penjuru Indonesia turut mengidolakan Tri Rismaharini. Sosok Risma bisa jadi teladan dan panutan yang baik bagi kawula muda.
Sepanjang 10 tahun menjabat wali kota, Dream merangkum beberapa petuah, nasihat, dan kata-kata bijak Risma yang bisa kita menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

“ Kalau saya pergi ke suatu tempat, saya temukan sesuatu dan langsung saya selesaikan masalahnya.” -Risma
" Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang bisa memberi kesempatan sukses kepada semua orang." -Risma
" Kalian layak berhasil karena Tuhan adil." -Risma
" Jabatan cuma titipan. Kalau saya tidak mampu, ya tidak bisa dipaksakan." -Risma
" Gagal sekali tidak apa-apa. Gagal dua. Hingga gagal itu takut mendekati kita karena kita maju terus. Kita bisa belajar dari kegagalan kita. Suatu saat gagal takut mendekati kita. Karena tidak ada yang tidak mungkin." -Risma
" Manusia bisa berubah, jika melihat contoh dari pemimpinnya." -Risma
" Saya akan merasa puas dan senang kalau pekerjaan bisa berjalan baik. Itu yang buat saya semangat lagi." -Risma
" Kalau saya pergi ke suatu tempat, saya temukan sesuatu dan langsung saya selesaikan masalahnya." -Risma
" Ancaman ada, tapi saya ikhlas. Tinggal tunggu kapan Tuhan ambil nyawa saya." -Risma
" Jadi wali kota itu harus adil, tidak boleh membeda-bedakan. Ini yang sulit." -Risma
" Kalau saya pergi ke suatu tempat, saya temukan sesuatu dan langsung saya selesaikan masalahnya." -Risma
" Saya memang selalu mengecek sesuatu sampai ke hal detail." -Risma
" Jadi, tidak ada hubungannya orangtua kalian kurang mampu lalu putus sekolah. Kalian semua berhak untuk sukses dan berhasil, asal kalian mau atau tidak." -Risma
" Untuk anak-anakku. Tidak usah berpikir asal dan siapa orangtua kalian. Kalian berhak berhasil karena Tuhan itu adil." -Risma
" Kalau kita merasa lebih baik dari orang lain, itu kita berarti sama dengan menyalahkan Tuhan, karena kita semua adalah ciptaan-Nya." -Risma
" Saya tidak peduli orang ngomong apa karena ini saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan." -Risma
" Ini bukan soal gaya-gayaan. Apa yang aku pikirkan ya keluar begitu saja." -Risma
" Aku ingin selesai masalah sekarang itu juga." -Risma
" Tuhan memang menciptakan kita berbeda-beda. Tapi Tuhan Mahaadil." -Risma
" Manusia diwajibkan berusaha dan berdoa. Sekarang tinggal kalian mau atau tidak." -Risma
" Kalau kamu punya masalah, jangan lari ke narkoba atau minuman keras. Hadapi semua." -Risma
Keberhasilan dan kesuksesan adalah hak semua orang." -Risma
" Ukuran modern itu kita mendapatkan kemajuan, bukan malah kemunduran." -Risma
" Kadang bertemu dengan anak-anak jalanan atau yatim piatu. Saya ambil dan rawat mereka, saya sekolahkan." -Risma
" Saya berikan ilmu dan pikiran. Saya sudah berikan semuanya." -Risma
" Kalau urus rakyat, saya malah senang. Saya jadi kuat." -Risma

" Yang membuktikan orang bisa berhasil atau tidak, itu dari usahanya berhasil menghadapi ujian dari Allah SWT." -Risma
" Kalau saya tidak yakin dengan prinsip saya, saya pasti tersasar." -Risma
" Kadang ada yang mengira saya keras dan sulit, karena saya lakukan menuruti kata hati saya, dan itu terpaksa saya tempuh. Daripadasaya ngenes (sedih) terus begini untuk apa." -Risma
" Entah mengapa saya selalu melibatkan perasaan dalam bekerja. Ini menjadi berat karena mengaduk-aduk emosi." -Risma
" Kelebihan saya sebagai wanita, saya bisa merasakan seperti seorang ibu bagi seluruh kota." -Risma
" Jangan pernah berpikir, saya bukan bagian dari sampeyan (kalian). Tapi berpikirlah bahwa sampeyan-sampeyan itu juga bagian dari saya. Sehingga bisa berbuat baik seperti yang orang lain lakukan." -Risma
" Setiap orang pasti berbuat salah, jadi jangan berkecil hati." -Risma
" Kalau sekarang sampeyan menutup wajah, ke depan sampeyan akan berani membanggakan diri sebagai bagian dari umumnya." -Risma
" Masih banyak orang lain yang menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan." -Risma
" Baju kamu masih bagus, coba lihat di sekitar kalian." -Risma
" Kamu jangan gaya-gayaan. Kalian itu masih di bawah umur." -Risma
" Nanti kalau saya dipanggil dan ditanya Tuhan dan saya tidak bisa menjawab, saya tidak akan masuk surga. Saya tidak mau tidak masuk surga." -Risma
" Semua yang saya miliki sudah saya berikan." -Risma
" Semua itu sudah tanggungjawab saya sebagai mana mestinya." -Risma
" Sepanjang kita niatnya bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk orang lain ngapain harus takut. Nggak ada yang perlu ditakutkan." -Risma
“ Untuk anak-anakku, tidak usah berpikir asal dan siapa orang tua kalian. Kalian berhak untuk berhasil, karena Tuhan adil.” -Risma
“ Saya tidak peduli orang ngomong apa, karena ini saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.” -Risma
“ Saya yang tahu siapa saya. Indonesia ini negara yang besar, tapi saya tidak punya apa-apa.” -Risma
Advertisement