Bagaimana Cara Orang India Menjaga Hatanya Supaya Tetap Kaya? (Foto: Shutterstock)
Dream – Ada cara yang unik yang dilakukan orang kaya India untuk memelihara kekayaannya. Dia tidak menggunakan jasa bank atau akuntan profesional, tetapi konsultasi keuangan keluarga.
Dilansir dari CNBC, Kamis 6 Juli 2017, kini orang super kaya India, baik pemilik bisnis, wirausaha, selebritis, maupun seorang eksekutif, berpaling dari bank untuk mengelola keuangan.
Mereka cenderung memilih jasa keuangan yang satu ini karena konsultasi keuangan keluarga tidak hanya memberikan nasihat investasi, tetapi juga konsultasi perpajakan, donasi, sampai investasi alternatif.
“ Tak ada yang mendengar kantor keluarga 15 tahun yang lalu, ketika saya mendirikan kantor ini. Kini, orang India mendirikan bisnis ini untuk membangun dan menambah kekayaan keluarga,” kata pemilik kantor keluarga Client Acciociates, Himansu Kohli.
Secara global, ada 10 ribu kantor konsultasi keuangan yang menangani keuangan, sedangkan di India ada 200 kantor.
Keluarga yang memiliki aset lebih dari 10 miliar rupee (Rp2,06 triliun), menyewa jasa konsultasi keuangan secara ekslusif, sedangkan keluarga yang beraset 500 juta rupee-5 miliar rupee (Rp103,26 miliar-Rp1,03 triliun) menyewa jasanya.
Di India, jasa konsultasi ini mengelola 20 persen total kekayaan negara di mana angkanya diperkirakan sebesar US$3 triliun (Rp40.124 triliun) pada 2016.
Menurut Credit Suisse, India telah memiliki jutawan sebanyak 178 ribu orang. Angka ini lebih sedikit daripada Tiongkok yang jumlah jutawannya mencapai 1,6 juta, padahal jumlah penduduknya sama-sama mencapaoi 1,6 miliar orang.
Chief Executive Officer Waterfield Advisor, Soumya Rajan, mengatakan bahwa kondisi pasar modal, pertumbuhan startup, dan berkembangnya industri keuangan bisa mempengaruhi kondisi keuangan. Untuk itulah, orang kaya memerlukan jasa konsultasi keuangan, terlebih untuk mengelola keuanan mereka.
“ Orang kaya di India memerlukan seseorang yang duduk di sampingnya. Seseorang yang bisa dipercaya (untuk masalah keuangan),” kata Shomya. (ism)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global