Sungai Danau di Dunia Makin Mengering, Banyak Peninggalan Sejarah Kuno dan Purba Muncul ke Permukaan

Reporter : Sugiono
Minggu, 28 Agustus 2022 10:02
Sungai Danau di Dunia Makin Mengering, Banyak Peninggalan Sejarah Kuno dan Purba Muncul ke Permukaan
Di Italia, jembatan yang diyakini berasal dari zaman Kekaisaran Romawi juga muncul dari dasar Sungai Tiber.

Dream - Tahun ini, dunia dilaporkan telah mengalami kekeringan dan perubahan iklim yang sangat parah.

Akibat situasi tersebut, permukaan air sungai di seluruh dunia telah mengering dan membuat peninggalan bersejarah dari zaman purba muncul ke permukaan.

Para ahli mengatakan banyak artefak kuno dan tulang belulang yang telah lama terendam muncul kembali saat dunia dilaporkan semakin panas.

1 dari 6 halaman

Sebagai contoh Danau Mead di Nevada, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu badan air yang dilaporkan telah surut sebanyak 45,72 meter pada tahun 2000.

Terletak di ketinggian 317,5 meter di atas permukaan laut, danau ini telah surut sejak tahun 1937 menyusul pembangunan Bendungan Hoover di dekatnya.

Mengutip laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim pada April lalu, Danau Mead adalah bagian dari fenomena yang lebih besar di mana perubahan iklim menyebabkan kekeringan yang lebih sering, parah dan meluas di banyak wilayah AS dan dunia.

2 dari 6 halaman

Sementara itu, di antara peninggalan bersejarah yang mulai muncul ke permukaan akibat keringnya sungai dan danau adalah kapal Perang Dunia II dan bom yang ditemukan di sekitar Las Vegas.

Penemuan tak terduga akan terus digali sebagai akibat dari kekeringan yang didorong oleh perubahan iklim yang signifikan.

Akhir-akhir ini, ketinggian air di Danau Mead di Nevada telah mencapai level terendah karena kekeringan parah hingga memperlihatkan tulang belulang dan tengkorak manusia.

3 dari 6 halaman

Dilaporkan bahwa pada bulan Juli dan Agustus, lebih banyak kerangka ditemukan, sehingga jumlah totalnya sejauh ini menjadi empat sejak Mei.

Menurut antropolog forensik, Jennifer Byrnes, mungkin ada lebih banyak penemuan tulang belulang dan kerangka yang akan datang karena permukaan air dilaporkan surut ke tingkat terendah dalam sejarah.

“ Saya berharap kerangka tubuh manusia yang hilang pada zaman purba dapat tersingkap seiring waktu melihat ketinggian air yang terus dilaporkan surut,” jelasnya.

Kuburan perahu di AS.© YouTube Al Jazeera

Pada bulan Juni dan Juli, surutnya permukaan air Danau Mead menciptakan kuburan perahu yang menakutkan.

Kuburan perahu di AS.© YouTube Al Jazeera

Kekeringan membuat banyak kapal-kapal yang pernah karam bersama dengan rumah-rumah yang terdampar, perahu layar dan perahu motor bermunculan, The Associated Press melaporkan melalui Business Insider.

4 dari 6 halaman

Sementara di China, mengeringnya Sungai Yantze juga mengungkapkan peninggalan bersejarah dari zaman purba yang telah lama terendam di dasar sungai.

Tiga patung Budha di dasar Sungai Yangtze, China.© YouTube NBC Now

Mengutip laporan NBC News, tiga patung Buddha yang diyakini berusia lebih dari 600 tahun muncul dan ditemukan di sebuah pulau yang telah tenggelam di tingkat normal sungai.

Patung-patung tersebut diyakini berasal dari zaman Dinasti Ming, yang memerintah antara tahun 1368 - 1644.

5 dari 6 halaman

Di Spanyol, desa hantu muncul setelah permukaan air sungai Limia menurun. Desa tersebut sebelumnya pernah tenggelam pada 1990-an setelah terpilih sebagai lokasi pembangunan bendungan.

Desa hantu di Spanyol.© Anadolou Agency

Selain itu, Stonehenge versi Spanyol juga muncul di wilayah Caceres. Stonehenge pertama kali ditemui pada tahun 1926 oleh peneliti dari Jerman. Tetapi sepanjang masa, formasi batuan ini telah tenggelam dalam perairan Valdacanes.

Stonehenge di Spanyol.© Pablo Blazquez Dominguez

Namun, dengan permukaan air yang semakin surut, bentuk Stonehenge kini dapat dilihat sepenuhnya. Stonehenge dipercaya telah ada sejak 5000 Sebelum Masehi.

6 dari 6 halaman

Di Italia, jembatan yang diyakini berasal dari zaman Kekaisaran Romawi juga muncul dari dasar Sungai Tiber.

Jembatan kuno dari zaman Kekaisaran Romawi di Italia.© Alessia Pierdomenico / Bloomberg

Jembatan kuno itu diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Nero sekitar tahun 50 Masehi.

AS juga melaporkan bahwa ketinggian air di beberapa sungai, danau, dan bendungannya juga menurun. Misalnya, di Sungai Paluxy, jejak kaki dinosaurus ditemukan setelah sungai mengering.

Jejak kaki dinosaurus di Sungai Paluxy.© Paul Baker / Dinosaur Valley State Park

Jejak itu diyakini milik dinosaurus Acrocanthosaurus, yang tingginya 4,5 meter dengan berat tubuh mencapai 7 ton.

Sumber: Siakapkeli.my

Beri Komentar