Pengorbanan Guru Terpisah Jauh dari Buah Hati

Reporter : Ayik
Rabu, 26 November 2014 08:44
Pengorbanan Guru Terpisah Jauh dari Buah Hati
Perempuan itu menjadi guru honorer di Sekolah Dasar 010 di kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Dream - Pengabdiannya sebagai seorang guru sangatlah besar. Rela berpisah dengan anak-anak tercinta demi mengajar dan mengasuh anak-anak di desa terpencil kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Nurhayati memutuskan untuk tinggal dan menetap disebuah dusun yang jauh dari kata modern serta meninggalkan dua buah hatinya. Perempuan itu menjadi guru honorer di Sekolah Dasar 010 di kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Penghasilan yang didapatkan tak sebanding dengan kerja keras serta pengorbanannya mengurus 14 anak asuhnya. Upah yang diterima Nurhayati hanyalah Rp 450 ribu setiap bulannya. Ia mencari pekerjaan lain dengan menjadi pengelola asrama. Demi memenuhi kehidupannya dan buah hatinya nan-jauh disana.

Rasa rindu terkadang menyelimuti ibu dua anak ini namun keceriaan serta keramaina 14 anak asuhnya mampu mengobati rasa rindu Nurhayati terhadap anak-anak kandungnya yang kini duduk di bangku SMP dan SMA.

Berkat ketulusan hatinya Nurhayati dianugerahi penghargaan Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) CSR Best Practice for MDGs oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penasaran dengan kisah Nurhayati? Yuk simak kisahnya Baca di sini (Ism)

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar