Ilustrasi Swab Test Di Pekanbaru (Foto: Liputan6.com)
Dream - Dalam kurun waktu sebulan, kasus pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau mencapai 2136 orang dengan 37 pasien meninggal dunia pada 3 September 2020 malam. Hal ini membuat tempat pasien positif Covid-19 di Riau penuh.
Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat agar pertambahan pasien Covid-19 bisa tertangani baik. Sudah ada tiga lokasi dipersiapkan sebagai ruang perawatan tambahan.
Juru bicara Covid-19 Riau, Indra Yovi, menyebut gedung tambahan itu ada di balai latihan kerja Jalan Ronggowarsito, asrama haji dan Bapelkes di Jalan HR Soebrantas. Semuanya berada di Pekanbaru.
" Lokasi tambahan masih ada tapi sedang diuji kelayakan atau supervisi dari dinas kesehatan," kata Yovi, Kamis 3 September 2020.
Yovi menyebut pemerintah kabupaten/kota di Riau juga melakukan hal serupa. Survei gedung ataupun aula yang memungkinkan jadi ruang perawatan tengah dilakukan.
" Kalau di Pekanbaru itu ada rusunawa, di Kampar itu ada Stanum," jelas Yovi.
Menurut Yovi, kebutuhan tempat tidur perawatan pasien di Riau saat ini adalah 2500. Lokasi-lokasi yang dicari diharap mampun memenuhi kapasitas tersebut.
" Di asrama haji itu kemungkinan 200 tempat tidur, balai latihan sekitar 80, pemerintah kabupaten juga mempersiapkan," sebut Yovi.
Di sisi lain, Yovi mengimbau kesadaran masyarakat jika ada keluarga ataupun tetangga melakukan isolasi mandiri. Perlu dilihat apakah lokasinya layak ataupun tidak.
Masyarakat diminta melapor ke puskesmas setempat agar bisa dinilai. Kata Yovi, akan menjadi rentan penyebaran jika tempat isolasi mandiri tidak layak.
" Misalnya rumah sempit dan banyak orangnya, inikan beresiko tinggi sehingga perlu dilaporkan," kata Yovi.
Sebagai informasi, total konfirmasi Covid-19 di Riau hingga 3 September malam sudah 2136. Dari jumlah itu ada 571 masih dirawat dan 466 orang menjalani isolasi mandiri.
Angka kesembuhan di Riau mencapai 1.062 orang atau sedikit lebih banyak dari pasien dirawat ataupun isolasi mandiri. Berikutnya ada 37 pasien meninggal dunia.
(Sumber: Liputan6.com)
Dream - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi, menyebut terdapat satu pasien positif yang meninggal pada 15 Juni lalu. Pasien itu merupakan bayi usia 9 bulan asal Kabupaten Indragiri Hilir.
" Kabar duka, ada penambahan dua pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, MY, bayi berusia 9 bulan dan NC, 47 tahun, warga Pekanbaru," ujar Yovi, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Yovi, bayi tersebut merupakan satu dari enam kasus tambahan terbaru. Sehingga, total pasien positif Covid-19 di Riau menjadi 134 dari sebelumnya 128 orang.
" Ada klaster Covid-19 hari yaitu klaster Bank BRI Pekanbaru Sudirman, tiga orang yang bekerja di BRI positif Corona," kata dia.
ovi mengatakan ketiganya bekerja pada bagian yang berbeda. Dua di antaranya merupakan tenaga lepas sementara satu orang merupakan karyawan BRI.
" Ketiganya tertular dari pegawai BRI sebelumnya inisial DH, 46 tahun, pasien nomor 131, 132, dan 133 merupakan klaster Bank BRI, tertular dari rekan kerja," kata dia.
Selanjutnya, Yovi mengatakan pasien 129 merupakan bayi 9 bulan, pasien 130 berinisial IA, 28 tahun, dan pasien 134 berinisial NC, 47 tahun, warga Pekanbaru yang punya riwayat bepergian ke Palembang, Sumatera Selatan.
Menurut Yovi, dari 134 pasien positif Covid-19 di Riau, sebanyak 113 sembuh, 8 meninggal dunia dan 13 masih dirawat. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 60 orang dan Orang Dalam Pemantauan 3.658 orang.
Sumber: Abdullah Sani