Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra melaporkan sebanyak 21 orang telah berinteraksi dengan warga negara asing pengidap corona yang telah meninggal dunia. Puluhan orang tersebut diantaranya berasal dari tenaga medis dan petugas hotel.
" Karena pasien ini adalah warga negara asing, maka sesuai dengan protap pengendalian Covid-19 harus dilakukan tracing untuk mengetahui dengan siapa saja (pasien) ini pernah melakukan kontak yang erat," kata Indra, Rabu, 11 Maret 2020.
Indra mengatakan, tim sudah melakukan pelacakan perjalanan WNA tersebut sejak Senin, 9 Maret 2020. Hasilnya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menemukan orang-orang yang melakukan interaksi dengan warga asing tersebut.
" Semuanya sudah kita dapatkan datanya terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan warga asing ini," kata dia.
Indra mengatakan, Dinas Kesehatan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan, mengambil sampel, dan mengisolasi puluhan orang ini selama 14 di rumah masing-masing hingga hasil tes keluar.
" Jadi itu sudah dilakukan, tujuannya adalah untuk mencegah penyakit ini agar tidak meluas. Selanjutnya (mereka) diberikan penjelasan Komunikasi Informasi, Edukasi (KIE) dan juga dilakukan tindakan diperiksa oleh tim kesehatan kita," ujar dia.
WNA di Bali positif terpapar virus corona yang meninggal berjenis kelamin perempuan. Ia mempunyai seseorang suami yang kini masih diisolasi di RSUP Sanglah, Denpasar.
" Kondisinya suaminya ini adalah orang yang paling intensif kontak oleh karena itu maka terhadap suaminya sudah diisolasi pada saat bersamaan," kata dia.
Suami pasien positif corona itu juga diketahui seorang warga asing dan diisolasi bersama istrinya pada tanggal 9 Maret lalu. Saat ini, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali masih menunggu hasil laboratorium terkait suami korban apakah terkena Covid-19 atau tidak.
" Iya bersamaan tanggal 9. Suami korban dalam keadaan sehat dan sekarang diisolasi. Dia kan sekamar dan paling dekat kontaknya. Beda dengan kontak yang lain karena suaminya sekamar (dengan korban)," ujar dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com/Moh Kadafi)
Dream - Juru bicara penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto mengatakan kasus pasien positif virus corona bertambah tujuh orang. Dengan penambahan itu, total kasus pasien positif virus corona di Tanah Air menjadi 34.
" Sehingga penambahan tujuh pasien. Dengan kondisi rata-rata nampak sakit ringan, kecuali kasus 30 dan 29," kata Achmad, dilaporkan Merdeka.com, Rabu, 11 Maret 202.
Penambahan kasus baru ini, kata Achmad merupakan kasus dari luar Indonesia. " Rata-rata imported case," ujar dia.
Berikut 7 data kasus positif terpapar virus corona:
-Pasien 28,laki-laki, 37 tahun. Kondisi nampak sakit ringan sedang. Imported case.
-Pasien 29, laki-laki, 51 tahun. Kondisi nampak sakit sedang tidak sesak. Imported case.
-Pasien 30, laki-laki, 84 tahun. Kondisi sakit sedang. Imported case.
-Pasien 31, perempuan, 48 tahun. Kondisi sakit ringan, sedang. Imported case. Baru datang dari luar negeri.
-Pasien 32, 45 tahun dengan kondisi ringan, sedang. Imported case.
-Pasien 33, 29 tahun dengan kondisi sakit, ringan sedang. Imported case.
-Pasien 34, 24 tahun dengan kondisi sakit ringan sedang. Imported case.
(Sah, Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)
Dream - Dua pasien virus Corona di Indonesia dinyatakan sembuh. Hasil dua kali pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan mereka negatif Covid-19.
" Yang pertama bahwa pasien 06 dan 14 ini sudah dua kali diperiksa negatif," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus orona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Maret 2020.
Menurut Yurianto, saat ini tim medis tengah mengedukasi kedua pasien untuk dipulangkan. " Artinya, sedang mengedukasi untuk persiapan pulang dengan menggunakan self isolated," tambah dia.
Walaupun negatif virus Corona, dua pasien tersebut akan diawasi secara intens. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama.
" Tetap menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan serta minum bersama dan tidak aktivitas bertemu," ujar dia.
Sebelumnya, pasien 06 yaitu anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Pasien 14 merupakan imported case. Mereka sudah menjalani isolasi dan pemeriksaan selama tujuh hari.
Dream - Pemerintah mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di Indonesia terjadi pada pasien kasus 25. Pasien tersebut meninggal dini hari tadi.
" Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto.
Pasien tersebut adalah wanita usia 53 tahun yang merupakan warga negara asing. Menurut Yurianto, pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.
" Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto mengatakan penyebab pasien meninggal bukan murni karena infeksi virus corona. Tetapi, kondisi pasien menjadi semakin parah akibat terkena virus tersebut.
" Bukan Coronavirus penyebab utamanya tapi itu yang memperburuknya," ucap dia.
(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)