Supercomputer Tercepat di Dunia Jadi Tumpuan Penemuan Vaksin Virus Corona

Reporter : Sugiono
Senin, 23 Maret 2020 06:36
Supercomputer Tercepat di Dunia Jadi Tumpuan Penemuan Vaksin Virus Corona
Ini adalah sebuah terobosan efektif dalam menciptakan vaksin Covid-19.

Dream - Merebaknya wabah Covid-19 menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para ilmuwan. Pesatnya penyebaran virus corona membuat mereka harus mempercepat penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19.

Namun, untuk kali ini, para ilmuwan di dunia mungkin harus menyerah kepada supercomputer tercepat di dunia dalam menciptakan antivirus corona.

Summit, supercomputer buatan IBM yang dilengkapi dengan inteligensia buatan (AI), mampu menjalankan ribuan simulasi untuk melakukan analisis senyawa obat apa yang bisa menghentikan Covid-19 dari mengeinfeksi sel inangnya.

Dilansir CNN, Summit berhasil mengidentifikasi 77 senyawa obat yang bisa digunakan untuk menghentikan virus corona. Tentu saja ini adalah sebuah terobosan efektif dalam menciptakan vaksin Covid-19.

1 dari 3 halaman

Diciptakan untuk Memecahkan Berbagai Masalah

Summit dibuat atas permintaan Departemen Energi Amerika Serikat pada tahun 2014 untuk tujuan memecahkan berbagai masalah dunia, seperti mencari vaksin bagi wabah Covid-19 saat ini.

Dengan kecepatan komputasi 200 kuadriliun perhitungan per detik, Summit punya kekuatan 200 petaflops. Artinya, supercomputer yang ditempatkan di Oak Ridge National Laboratory di Tennessee ini 1 juta kali lebih cepat daripada sebuah laptop tercepat di dunia saat ini.

Melalui pemodelan berbagai senyawa obat yang ia buat, Summit mungkin bisa mencegah Covid-19 untuk menyebar ke sel-sel lainnya dalam tubuh manusia.

2 dari 3 halaman

Cara Summit Menghasilkan Senyawa Obat Untuk Covid-19

Virus menginfeksi sel inang dengan menyuntikkan protein spike atau lonjakan protein dari materi genetik. Nah, tugas Summit adalah menemukan senyawa obat yang bisa menempel pada lonjakan protein itu agar tidak berpotensi untuk menyebar.

Peneliti Oak Ridge, Micholas Smith, menciptakan model dari lonjakan protein virus corona berdasarkan pada penelitian yang diterbitkan pada Januari.

Dengan Summit, Smith kemudian mensimulasikan bagaimana atom dan partikel dalam protein virus akan bereaksi terhadap senyawa yang berbeda.

Summit menjalankan simulasi lebih dari 8.000 senyawa yang dapat mengikat lonjakan protein virus corona, yang diharapkan bisa membatasi kemampuannya untuk menyebar ke sel inang.

Supercomputer itu akhirnya berhasil mengidentifikasi 77 dari 8 ribu senyawa tersebut. Tidak itu saja, Summit juga membuat peringkat berdasarkan seberapa besar kemungkinan senyawa obat itu bisa menempel pada lonjakan protein tersebut.

3 dari 3 halaman

Bukan Berarti Summit Telah Menemukan Vaksi Covid-19

Tim ilmuwan di Oak Ridge ini akan melakukan simulasi lagi dengan Summit menggunakan model yang lebih akurat berdasarkan protein spike yang dipublikasikan bulan ini.

Sayangnya, Summit hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, yaitu mengidentifikasi senyawa yang menjanjikan untuk mengatasi Covid-19. Ini langkah pertama dalam analisis untuk menghasilkan vaksin virus corona.

Penelitian eksperimental selanjutnya diperlukan untuk membuktikan senyawa obat mana yang paling berhasil dalam mencegah penyebaran sel virus Covid-19.

" Hasil kami ini tidak berarti bahwa kami telah menemukan obat atau vaksin untuk virus corona," kata Jeremy Smith, direktur University of Tennessee dan Oak Ridge National Laboratory Center for Molecular Biophysics, dalam sebuah pernyataan.

Hasil riset para peneliti di Oak Ridge National Laboratory ini telah dipublikasikan di jurnal ChemRxiv.

Sebelumnya, Summit telah berhasil mengidentifikasi pola dalam sistem seluler yang menyebabkan Alzheimer. Supercomputer ini juga telahmenganalisis gen yang berkontribusi terhadap sifat-sifat seperti kecanduan opioid, serta meramalkan cuaca ekstrem berdasarkan simulasi iklim.(Sah)

Beri Komentar