Terkuak Alasan Lebah Berhenti Terbang Saat Gerhana Matahari

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 12 Oktober 2018 11:44
Terkuak Alasan Lebah Berhenti Terbang Saat Gerhana Matahari
Penelitian ini dibuat dengan melibatkan 600 orang.

Dream - Lebah selama ini dikenal sebagai hewan yang tak pernah berhenti berdengung dan selalu terbang kesana-kemari. Makhluk pencari madu ini biasanya baru berhenti berdengung di malam hari.

Tapi para ilmuwan menemukan sebuah temuan mengejutkan soal perilaku lebah di saat terjadi gerhana matahari.

Dalam penelitian terbaru dari ilmuwan University Missouri ditemukan jika lebar akan berhenti terbang dan berdenung saat gerhana matahari mencapai puncaknya.

Hasil penelitiannya menunjukan jika gerhana matahari akan memicu perilaku serupa pada lebah seperti kebiasaan hewan ini menjelang senja. Lebah akan terbang melambat dan kembali ke koloni mereka di malam hari.

Temuan ini semakin memberi penjelasan tentang bagaimana lebah merespon isyarat lingkungan yang tidak mereka harapkan.

Penelitian ini melibatkan hampir 400 peserta termasuk ilmuwan, anggota guru sekolah umum dan sekolah dasar dan siswa yang membantu mendirikan 16 stasiun pemantauan di Oregon, Idaho dan Missouri yang merupakan bagian dari jalan totalitas selama gerhana tahun 2017.

 

1 dari 2 halaman

Ini Penyebab Lebah Berhenti Terbang

Hasil analisis data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa lebah terus aktif dalam fase sebelum dan sesudah gerhana matahari total. Di fase ini lebah benar-benar berhenti terbang.

Namun sebelum dan sesudah gerhana itu, lebar cenderung akan terbang lebih lama dari biasanya.

Para peneliti menduga perilaku ini mengindikasikan jika lebah kembali ke sarang mereka atau mengurangi kecepatan terbang agar terhindar dari risiko tabrakan.

Para ilmuwan telah lama terpesona oleh perilaku hewan selama gerhana matahari. Dalam studi tersebut, para peneliti juga mencatat pengamatan sebelumnya yang dilakukan pada respon perilaku burung laut, antelop dan sapi.

" Gerhana memberi kita kesempatan untuk meneliti konteks kondisi lingkungan terkini akan mengubah respon perilaku lebah terhadap cahaya redup dan kegelapan," kata Candace Galen, peneliti utama dalam penelitian ini.

(Sah/Sumber: CNET)

 

2 dari 2 halaman

Dream - Ada peristiwa tak biasa yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Kawanan lebah " menyerang" bagian sayap sebuah pesawat milik maskapai penerbangan murah, Citilink.

Lebah yang diduga jumlahnya mencapai ribuan ekor ini menempel dan berkerumun di sayap kanan pesawat. 

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto membenarkan adanya peristiwa langka itu. Namun, mereka belum dapat memastikan penyebabnya.

" Fenomena tersebut baru pertama kali terjadi," kata Wisnu dikutip dari Merdeka.com, Jumat 22 September 2017.  

Lebah menempel di sayap pesawat.

Dia mengatakan petugas telah dikerahkan petugasnya untuk membersihkan lebah ini. Upaya pengusiran itu membuat jadwal penerbangan pesawat milik anak usaha Garuda Indonesia mengalami keterlambatan sampai 1,5 jam.

Wisnu melanjutkan, pihaknya sedang menginvestigasi penyebab keberadaan lebah. Mereka tak ingin kejadian serupa terulang kembali. 

Setelah dibersihkan, pesaway Citilink lepas landas pukul 14.28 ke Batam. " Saat ini, pesawat telah normal dan sudah bisa kembali terbang," kata dia.(Sah)

Beri Komentar