WhatsApp Akan Perkenalkan Fitur Berbayar

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 29 November 2018 16:30
WhatsApp Akan Perkenalkan Fitur Berbayar
Sumber uang baru bagi Zuckerberg.

Dream - Mark Zuckerberg tidak akan membiarkan begitu saja WhatsApp yang dibelinya pada 2014 seharga US$22 miliar, atau setara Rp315 triliun, berjalan tanpa untung. Setelah sembilan tahun gratis, Zuckerberg berencana memperkenalkan iklan pada tab `Status`.

Diperkirakan, fitur baru itu akan menyasar 1,5 miliar orang pengguna WhatsApp. Wakil Direktur Facebook, Chris Daniels mengatakan kepada Indian Outlook, mengenai sumber uang di masa depan WhatsApp.

" Kami akan menempatkan iklan pada 'Status'," kata Daniels, dikutip dari Mirror, Kamis, 29 November 2018.

Daniels mengatakan, 'Status' itu akan menjadi mode monetisasi. " Itu akan menjadi mode monetisasi utama untuk perusahaan dan peluang bagi bisnis untuk menjangkau orang-orang di WhatsApp," ucap dia.

The Wall Street Journal menyebut, rencana itu telah muncul Agustus 2018. Sebanyak 100 perusahaan berencana akan beriklan di aplikasi 2019.

Tetapi, iklan itu tidak akan ditampilkan tepat di tengah-tengah obrolan. Tab `Status` secara efektif menjadi solusi pengguna untuk mengunggah video, gambar, atau GIF, yang akan lenyap dalam waktu 24 jam.

Facebook mengatakan, 450 juta basis pengguna WhatsApp saat ini telah menggunakan halaman `Status`.

Menurut laporan WSJ, WhatsApp akan mengenakan biaya antara US$0,005 (Rp71,7) dan $0,09 (Rp1.290) per pelanggan potensial.

Netflix dicurigai sebagai salah satu perusahaan yang tertarik menggunakan fitur ini.

Beri Komentar