Pil KB Diklaim Dapat Mengatasi Jerawat Dan Menurunkan Kadar Hormon Androgen Agar Kembali Seperti Semula. (Foto: Shutterstock)
Dream - Perubahan hormonal merupakan salah satu penyebab jerawat. Hormon yang bisa menyebabkan munculnya jerawat adalah androgen.
Meningkatnya kadar hormon androgen dapat memicu produksi sebum berlebih dan menyebabkan jerawat.
Oleh karena itu, pil KB diklaim dapat mengatasi jerawat dan menurunkan kadar hormon androgen agar kembali seperti semula.
Tapi, tidak semua pil KB dapat mengatasi jerawat. Hanya pil KB dengan hormon estrogen dan progesteron yang bisa menurunkan kadar androgen serta mengatasi jerawat.
Kamu juga harus berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan pil KB. Dilansir dari Sehatq.com, berikut jenis pil KB yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat.
1. Norgestimasi: pil KB yang mengandung hormon estrogen dan dikombinasikan dengan progestin atau bentuk sintetis dari hormon progesteron.
2. Norethindrone: Sama dengan Norgestimasi dan terjual sesuai dosis yang dibutuhkan.
3. Drospirenone: pil KB dengan hormon estrogen dan dikombinasikan hormon progestin yang memiliki efek samping pembekuan darah. Jadi, harus berhati-hati ketika mengonsumsinya.
Meski dapat mengatasi jerawat, namun tidak semua wanita boleh menggunakannya. Wanita yang menjalani program atau sedang hamil, belum melewati masa puber, usia 35 tahun ke atas, merokok, sering migrain, hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung, kanker payudara, hati, perdarahan uterus serta gangguan pembekuan darah, tidak diperbolehkan mengonsumsi pil KB untuk mengobati jerawat.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

JK Bicara Teknologi AI: 'Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Masa Depan'


Kredit UMKM BCA 2026 Jenis, Bunga, dan Syarat Pengajuan

Dilantik Menkeu Suahasil Nazar, Inilah 12 Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu Hasil Seleksi Baperjakat


9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

Bisakah Kita Terus Bertambah Pintar saat Usia Bertambah? Neuroplastisitas Otak Dewasa

Tekan Angka Kanker Serviks di Indonesia, Bio Farma dan Merck Perkuat Kerja Sama Vaksin HPV

Kebiasaan Sebelum Tidur Ini Bisa Bikin Anda Makin Sulit Terlelap