Intip 'Terowongan Pintar' di KL, Ampuh Atasi Banjir dan Macet

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 5 September 2017 15:23
Intip 'Terowongan Pintar' di KL, Ampuh Atasi Banjir dan Macet
Terowongan SMART berdiameter 13,2 m terdiri dari terowongan bypass air sepanjang 9,7 km, dengan jalan tol dual-deck 4 km di dalam terowongan air.

Dream - Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur (KL) beberapa tahun silam kerap dilanda banjir rutinan akibat hujan deras yang berlangsung selama 3 sampai 6 jam. Setelah serangkaian banjir pernah merendam pusat kota tersebut hingga menimbulkan kerugian miliaran ringgit, pemerintah Malaysia pun akhirnya menerapkan sebuah konsep yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka membuat sebuah solusi berupa 'Terowongan SMART'.

SMART adalah singkatan dari Stormwater Management and Road Tunnel. Atau sesuai namanya, mungkin bisa juga diartikan sebagai " terowongan pintar" . Sebab terowongan ini terbukti efektif mengatasi persoalan banjir di Malaysia.

terowongan

Terowongan SMART berdiameter 13,2 m terdiri dari terowongan bypass air sepanjang 9,7 km, dengan jalan tol dual-deck 4 km di dalam terowongan air. Tujuan utama SMART adalah untuk mengatasi masalah banjir bandang di Kuala Lumpur dari Sungai Klang dan Sungai Kerayong sekaligus untuk mengurangi kemacetan saat jam sibuk.

Terowongan SMART yang berfungsi ganda ini terbentang dari Danau Kampung Berembang dan berakhir di Danau Taman Desa, mengalihkan banjir dari pertemuan dua sungai besar yang melintasi pusat kota Kuala Lumpur. Terowongan jalan raya sepanjang 4 km yang tergabung dalam SMART berfungsi sebagai rute alternatif yang efisien dari Gerbang Selatan Jalan Raya KL-Seremban, Jalan Raya Federal, Besraya, East-Est Link untuk masuk dan keluar dari pusat kota. Bagi pengemudia, terowongan tersebut sangat efektif mengurangi waktu tempuh antara Jalan Istana Interchange dan Kampung Pandan, dari sekitar 15 menit menjadi hanya 4 menit.

terowongan

Terowongan SMART terdiri dari 3 bagian. Dua bagian atas adalah jalan raya yang melayani lalu lintas. Setiap bagian memungkinkan lalu lintas untuk melakukan perjalanan dalam satu arah saja. Bagian ketiga di bawah adalah terowongan air banjir. Dalam kondisi normal, bila curah hujan rendah dan tak ada banjir, bagia jalan tol terbuka untuk pengendara motor dan terowongan air ditutup.

Sementara selama banjir sedang, sistem SMART diaktifkan dan air banjir dialihkan ke terowongan bypass di saluran bawah terowongan jalan tol. Saluran atas masih terbuka untuk pengendara. Saat banjir semakin besar, dua jalan raya teratas akan ditutup untuk lalu lintas dan evakuasi. Kemudian seluruh tiga bagian terowongan SMART siap membawa air banjir.

terowongan

terowongan

terowongan

SMART sudah mulai dioperasikan sejak 14 Mei 2007 silam, setelah memakan waktu kontruksi selama 4 tahun. Biaya proyek ini sekitar MYR 1,887 m (sekitar $514 m). Terowongan tersebut dilintasi 30.000 mobil per hari dan telah digunakan 44 kali untuk mengalihkan air banjir.

(Sumber: amusingplanet.com)

Beri Komentar