Kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Sebagai Shelter Tourism

Reporter : Dwi Ratih
Minggu, 4 Desember 2022 15:20
Kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Sebagai Shelter Tourism
Shelter tourism sendiri adalah konsep pariwisata yang terbilang baru.

Dream - Sebagai upaya menanggulangi bencana alam, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan Taman Langit di Gunung Banyak Kota Batu, Malang, sebagai shelter tourism.

Tempat itu dijadikan sebagai lokasi evakuasi sementara jika terjadi bencana alam.

Pemilihan kawasan itu ditegaskan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua, di Batu, Malang, Jawa Timur, pada Kamis 1 Desember 2022.

“ Indonesia terletak di daerah ring of fire atau daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi sehingga memiliki potensi bencana alam yang cukup besar," jelasnya.

Tetapi di sisi lain, keberadaan gunung berapi menyuguhkan pemandangan alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik wisata. Menariknya lagi, Indonesia juga termasuk negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ke tiga di dunia setelah Kongo dan Brazil.

“ Kondisi-kondisi ini membuat kita harus bersiap jika suatu saat dihadapkan oleh bencana. Tetapi di dalam persiapannya itu kita gunakan untuk kegiatan kepariwisataan," kata Indra.

1 dari 5 halaman

Ketika terjadi bencana, lanjutnya, kegiatan kepariwisataan itu menjadi ujung tombaki penanganan darurat kebencanaan. Jadi menurut Indra, konsep seperti ini adalah pendekatan yang dibangun ke depannya.

Shelter tourism sendiri adalah konsep pariwisata yang terbilang baru. Pemerintah melihat adanya potensi, sehingga suatu kawasan tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi sebagai destinasi wisata, tapi dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara atau akhir.

Taman Langit Gunung Banyak dipilih sebagai pilot project mitigasi bencana dikarenakan destinasi wisata ini memiliki kelembagaan yang telah memperoleh kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengelola lahan kawasan gunung banyak ini seluas 243 hektare.

Ditetapkannya Taman Langit Gunung Banyak juga diproyeksi mampu menarik calon-calon investor untuk berinvestasi mengembangkan shelter tourism lebih baik ke depannya.

Pengembangan shelter tourism tentunya mendapat dukungan dari berbagai kementerian/lembaga terkait, seperti KLHK, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dinas Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kota Batu hingga LMDH Hijau Lestari.

Sumber: Kemenparekraf.go.id, Laporan: Rena Safira

2 dari 5 halaman

Sungai-Sungai di Indonesia yang Wajib Kamu Jelajahi

Dream - Potensi wisata Indonesia tidak hanya pantai. Indonesia juga memiliki ribuan sungai yang tak kalah indah jika dijelajahi.

Sungai-sungai di Indonesia bisa jadi destinasi liburan saat  bosan ke pantai. Kita bisa naik perahu dan menusuri beberapa sungai yang tersebar di seluruh Indonesia. 

5 Trik Foto Estetik Saat Liburan

Berikut ini, ada beberapa rekomendasi sungai yang wajib kamu kunjungi:

  • Sungai Musi, Sumatra Selatan

Terletak di kota Palembang, Sungai Musi terbagi menjadi dua bagian, yaitu " Ilir" untuk sebutan bagian utara dan " Ulu" untuk bagian selatan.

© Ilustrasi/ Shutterstock

5 Wisata Tersembunyi di Kota Raha Sulawesi Tenggara

Dengan panjang yang mencapai hingga 750 km, kamu bisa menyusuri setiap sudutnya. Melalui wisata susur sungai, kamu bisa mencoba speed boat atau kapal ketek yang melayani berbagai destinasi di sepanjang Sungai Musi, seperti ke Warung Apung Pindang Ikan di Pasar Tradisional 16 Ilir, Kampung Kapitan, Masjid Ki Muara Ogan, hingga ke Pulau Kemarau.

  • Cukang Taneuh, Jawa Barat

Dekat dengan ibu kota, Cukang Taneuh yang ada di Jawa Barat menjadi kebangaan Priangan Timur. Cukang Taneuh atau lebih sering dikenal dengan sebutan Green Canyon yang terletak di Pangandaran. 

© Ilustrasi/Shutterstock

Seperti surga tersembunyi yang tergambar dalam dunia dongeng, sejuk dan hijaunya kedua tebing tinggi yang mengapit sungai jernih berwarna hijau tosca sangatlah menawan. Kamu bisa menusuri keindanhan Cukang Taneuh menggunakan perahu kayu yang disebut “ ketinting”.

3 dari 5 halaman

Sungai Maron, Jawa Timur

Mendapatkan julukan “ Amazon ala Jawa Timur”, Sungai Maron yang terletak di Kabupaten Pacitan. Begitu memasuki gerbang bertuliskan “ Wisata Sungai Maron”, kamu bisa langsung menyambangi jasa perahu untuk menyusuri sungai ini. 

Nantinya akan ada seorang pemandu yang memimpin perjalanan dengan rute 4,5 km yang berdurasi sekitar 45 menit. Kamu akan melihat pepohonan kelapa, jambu, serta air sungai yang hijau menyejukkan mata!

Coba Healing ke Desa Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

  • Sungai Ayung, Bali 

Siapa bilang ke Bali hanya ada kamu cuman bisa berkunjung ke pantai? Kamu juga berkunjung ke sungai terpanjang di Bali, yaitu Sungai Ayung.

Terbentang sepanjang 62 km dari area utara gunung hingga turun ke selat Badung di Sanur, sungai ini biasa menjadi lokasi favorit untuk arung jeram. 

4 dari 5 halaman

  • Sungai Kapuas, Kalimantan Barat 

Sungai Kapuas yang terletak di Kalimantan Barat. Mencapai panjang 1.143 km dengan hulu di Pegunungan Muller dan hilirnya di Selat Karimata, sungai ini melewati Kota Pontianak dan empat kabupaten lainnya. 

© Ilustrasi/Shutterstock

Perlukah Visa dan Bukti Vaksin Covid-19 untuk Liburan ke Swiss?

Terkenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia sungai kamu bisa menyusuri Sungai Kapuas untuk merekam setiap sudut sungai ini dengan kapal wisata.

  • Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah, kamu bisa mendatangi Amazonnya Indonesia, yaitu Sungai Sekonyer. Saat kamu berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terletak di Kotawaringin Barat, kamu bisa menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan sebuah perahu yang disebut perahu kelotok atau perahu tradisional yang terbuat dari kayu ulin. 

Menyusuri sungai yang asri ini akan memakan waktu sekitar 3-4 jam dengan disuguhi pemandangan hutan hujan, semak-semak, serta flora dan fauna khas TNTP.

5 dari 5 halaman

  • Sungai Mahakam, Kalimantan Timur 

Kali ini ada sungat terbesar di Kalimantan Timur, yaitu Sungai Mahakam. Nama sungainya sendiri sudah tak asing lagi, karena sungai yang besar ini membelah Kota Samarinda, melewati Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan bermuara di Selat Makassar. 

© Ilustrasi/ Shutterstock

Sambut Libur Akhir Tahun, Hong Kong Kurangi Durasi Tes COVID-19 untuk Wisman

Kalau kamu ingin menyusuri sungai ini, saat ini pemerintah setempat telah menyediakan kapal wisata yang diawali dengan nama “ pesut”, yaitu nama mamalia air tawar khas Sungai Mahakam. Kapal wisata ini menyediakan banyak rute dengan durasi berkisar 2 hingga 5 jam, tergantung pilihan rutenya.

Sumber: Indonesia.Travel

Beri Komentar