Foto: Shutterstock
Dream – Demi mengembangkan bisnis dan menyesuaikan diri untuk bisa unggul dalam persaingan di dunia digital, perusahaan Data-Driven Digital Marketing and Consulting Firm, EMC Group, tak berhenti belajar dan mengasah kemampuan lewat seminar-seminar yang digelar secara rutin.
Tepat pada 20 Agustus 2019 kemarin, EMC Group kembali melaksanakan seminar untuk kesekian kalinya.
Kali ini, mereka mengambil tema Ultimate Shocking Guide To Influencer Marketing yang bertujuan untuk para marketing enthusiast, memahami konsep dan keuntungan dalam menggunakan influencer marketing sebagai sarana Programmatic Media Buying.

Foto: EMC Group
Dalam acara kali ini, Beny Ardy M selaku Director Tama ikut sharing mengenai tren influencer marketing saat ini.
“ Saya percaya, menentukan influencer yang tepat dan memberikan kebebasan influencer untuk berkreasi dalam membuat konten adalah kunci dalam mensukseskan campaign influencer marketing,” ujar Beny Ardy dalam keterangannya.

Foto: EMC Group
Selain itu, Lingga Wastu selaku VP Digital Marketing dari Gramedia Digital Nusantara juga hadir berbagi pengalamannya. Menurutnya, ada strategi marketing melalui influencer serta tips bagaimana mengidentifikasi influencer yang sesuai dengan kebutuhan.

Foto: EMC Group
VP Sales EMC Group, Chris Reskaza juga mengatakan, seminar kali ini sekaligus membahas mengenai produk influencer Powered Ads and Strategic Ways to Use with Programmatic Buying.
“ Influencer Power Ads adalah perpaduan dari kekuatan influencer dan lokal premium publisher, untuk menciptakan ‘sesuatu’ yang powerfull dan bisa memberikan dampak kuat serta menaikan brand trust, engagement, dan sales,” pungkasnya. (ism)
Advertisement
Suyudi Ario Seto, dari Panggung Debus ke Kursi Kapolri

Dari Plastik Tak Laku Jadi Gedung Sekolah di Garut

Prabowo Copot Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Diganti Komjen Suyudi Ario Seto

Pantau Rilis Data BPS, IHSG Fluktuatif di Awal Sesi Perdagangan

Dari LRT City Menuju Superholding Danantara Indonesia


Manusia Sudah Ada di Bumi Sejak Kapan? Jawabannya Bisa 315 Ribu hingga 7 Juta Tahun

Kanker Prostat Sering Tak Bergejala, Bagaimana Cara Mendeteksinya Sejak Dini?


IHSG Rebound di Penutupan Sesi I, Indeks Bluechips Terpeleset



Profil dan Harta Kekayaan Nanang Hendarno, Dirut Baru PT Telkom Indonesia Tbk