Dapat Kontrakan Bagus Plus Murah, Setelah Tinggal Sebulan...

Reporter : Sugiono
Senin, 30 Juli 2018 09:39
Dapat Kontrakan Bagus Plus Murah, Setelah Tinggal Sebulan...
Hampir seminggu mereka mencari rumah kontrakan tapi satu pun tidak ada yang berkenan. Setelah itu...

Dream - Saat ini tidak mudah menemukan rumah kontrakan dengan harga terjangkau. Apalagi jika mencarinya di kota besar.

Tetapi jika bernasib baik, kamu bisa mendapatkan rumah yang besar dan nyaman dengan sewa relatif terjangkau.

Seorang wanita Malaysia bernama Noor Fathin Azlan membagikan kisahnya ketika mendapatkan sebuah rumah kontrakan di Shah Alam dengan harga yang sangat murah.

Namun harga kontrakan supermurah itu harus ditebus dengan rasa ketakutan yang mendalam akibat gangguan makhluk halus.

Kisah dimulai ketika Aten, sapaan akrab Noor Fathin, dan suaminya, Amer, berniat mencari rumah kontrakan yang dekat dengan butik mereka di Pusat Komersial Seksyen 7, Shah Alam.

Selama ini mereka harus pulang pergi dari butik ke kontrakan lama mereka di Damansara.

Hampir seminggu mereka mencari rumah kontrakan di sekitar Shah Alam tapi satu pun tidak ada yang berkenan. Satu hari, setelah mengurus butik, Aten minta suaminya untuk bertanya ke agen properti soal rumah yang bisa dikontrakan.

" Ada, rumah bungalow 2 tingkat. Sewa satu bulan 1.800 ringgit," jawab agen properti.

Aten dan Amer terkejut mendengar tarif itu. Rumah bungalow 2 tingkat bertarif 1.800 ringgit? Murah sekali. Sewa apartemen atau flat di Shah Alam saja sekitar 1.200 hingga 2.000 ringgit.

Agen properti itu kemudian mengajak keduanya untuk meninjau rumah kontrakan yang dimaksud.

Mereka mengikuti agen properti hingga sampai di sebuah kawasan berbukit. Jalan yang dilalui agak seram memang.

Aten dan Amer pun mulai ragu. Mereka sebenarnya ingin punya rumah yang dekat keramaian. Dengan harapan butik bisa buka hingga tengah malam.

Namun begitu memasuki sebuah halaman rumah bungalow berlantai 2, mereka senang bukan kepalang. " Memang benar. Ini rumah bungalow berlantai 2. Aku memang ingin punya rumah yang agak besar," kata Aten.

Amer ikut mengagumi bangunan tersebut sambil memastikan sekali lagi soal harga sewanya rumah itu. 

" Iyalah Encik Amer. Yang punya bilang uang sewanya 1.800 ringgit sebulan. Murah saja lah," jawab si agen properti.

1 dari 2 halaman

Baru 1 Bulan Sudah Mulai Ketakutan

Dream - Setelah bayar deposit untuk 3 bulan, agen properti memberikan kunci rumah tersebut. Melihat bagian dalam rumah, Aten sedikit merinding. Dindingnya dicat warna-warna suram.

Baru 1 bulan tinggal, pasangan suami istri itu tidak bisa tidur. Hampir setiap hari mereka diganggu suara barang-barang ditarik-tarik.

Seperti ketiak saat itu jam 1.30 pagi, Aten masih sibuk melayani pembelian di Whatsapp.

Tiba-tiba Aten terasa kaku. Seolah mendengar sesuatu. Amer melihat perubahan istrinya dan bertanya, " Ada apa? Kenapa diam?" .

Aten berusaha menyuruh suaminya diam. Tapi suaminya terus bertanya. Aten kemudian mengirim pesan ke suaminya di WA.

" Aku dengar suara lemari ditarik-tarik di ruangan sebelah," bunyi pesan Aten kepada Amer.

Malam itu juga mereka berkemas dan turun tangga sama-sama. Aten benar-benar takut malam itu. Dia seolah tak mau lagi menengok ke belakang.

Tapi ketika melirik jendela kamarnya dari dalam mobil, bulu kuduk Aten berdiri.

2 dari 2 halaman

Dengar Bunyi Ramai di Lantai Atas

Dream - Setelah pulang dari urusan bisnis, mereka sampai di rumah bungalow itu jam 7 malam. Awalnya mereka ingin rebahan sebentar di sofa sebelum menjemput anak mereka Aisyah di Perlis.

Namun tiba-tiba Aten mendengar suara ramai di lantai atas. Karena saking takutnya, Aten sampai menangis.

Tidak hanya Aten, Amer juga mendengar bunyi barang-barang seperti di tarik-tarik di lantai atas.

Gangguan itu berlangsung hingga jam 9 malam, Amer akhirnya memutuskan langsung ke Perlis saat itu juga.

Sepanjang perjalanan Aten menangis. Dia merasa stres karena rumahnya terus diganggu makhluk halus.

Saat di Perlis, Aten bercerita dia pernah berbincang bincang dengan tetangga rumah di Shah Alam.

" Baru pindah ke sini? Hati-hati saja. Saya bukannya ingin menakut-nakuti. Cuma pesan, kalau bisa Encik Amer melakukan apa yang mesti dibuat sebagai orang Islam," kata tetangga di Shah Alam itu.

" Memang kenapa Pak Cik?" tanya Aten. Pria itu mengatakan bahwa kawasan di rumah Shah Alam itu agak angker.

" Dulu di sini tempat Orang Asli (sebutan suku asli di Malaysia). Ini dulu kawasan mereka," kata orang tua itu kepada Amer.

Aten pun mengakui, sejak pindah ke rumah bungalow itu, tiap malam dia dan Amer mendengar perabotan ditarik-tarik.

Siapa pun yang datang juga kena ganggu. Termasuk adik dan pegawai yang diajaknya menginap di rumah angker itu.

Aten berpikir mungkin makhluk halus di kawasan rumah di Shah Alam itu tidak terima wilayahnya jadi pemukiman.

Tapi Amer sudah malas untuk pindah rumah lagi. Dia bilang pindah rumah capek dan butuh biaya besar.

Orang tua Aten akhirnya datang bersama seorang ustaz untuk memagari rumah di Shah Alam. Mereka juga mengaji kuat-kuat dan mengerjakan sholat hajat.

Sejak saat itu gangguan makhluk halus di rumah Aten dan Amer mulai berkurang. Meski kadang-kadang gangguan itu muncul meski tidak separah sebelumnya.

(Sumber: OhBulan.com)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan