Gagal Tewas Usai Lompat dari Lantai 5, Pria Ini Malah Terancam Penjara

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 29 Januari 2020 13:48
Gagal Tewas Usai Lompat dari Lantai 5, Pria Ini Malah Terancam Penjara
Mirisnya lagi ia harus berurusan dengan hukum...

Dream - Seorang lelaki mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah bangunan di Tawau, Sabah, Malaysia.

Menurut The Vocket, lelaki yang tak disebutkan namanya itu nekat melompat dari gedung berlantai lima dan jatuh di atap sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan.

Insiden yang terjadi pada Senin sore lalu tersebut kembali mengingatkan pada peristiwa bunuh diri yang terjadi 72 tahun silam di Amerika Serikat.

Kala itu, seorang wanita bernama Evelyn McHale ditemukan meninggal dunia di atap sebuah mobil selepas membuat keputusan untuk terjun dari lantai 86 Empire State Building.

1 dari 6 halaman

Beda Nasib

Namun berbeda dengan kisah McHale, lelaki yang mencoba bunuh diri di Malaysia ini masih tetap hidup meskipun mengalami cidera yang cukup serius.

Tidak hanya gagal dalam upaya bunuh diri, lelaki yang tak disebutkan namanya itu juga menerima banyak cercaan warganet di media sosial.

Kebanyakan dari warganet merasa simpati kepada pemilik mobil yang harus menanggung kerugian akibat aksi nekat tersebut.

 Bunuh diri© dream.co.id

2 dari 6 halaman

Ini Videonya

Kepala Kepolisian Distrik Tawau, ACP Peter Umbuas menyatakan bahwa lelaki itu kini sudah berada dalam kondisi stabil meskipun belum sepenuhnya sadarkan diri.

Peter menyatakan bahwa aksi nekat itu dilandaskan rasa putus asa dengan masalah utang piutang yang menjeratnya.

" Dari investigasi verbal pria itu mengakui bahwa tekanan keuangan yang dia hadapi menyebabkan ia nekat bunuh diri," Ujarnya.

Akibat tindakan nekatnya, pria itu kini terancam terjerat pasal 309 KUHP untuk percobaan bunuh diri.

3 dari 6 halaman

Pesan Sedih Gadis Terlilit Utang Sebelum Bunuh Diri

Dream - Setiap manusia pasti memiliki masalah. Tentu masing-masing orang punya cara menyelesaikannya.

Namun demikian, ada kalanya upaya untuk menyelesaikan masalah menemui jalan buntu. Sampai akhirnya mendorong seseorang berbuat nekat dengan bunuh diri. 

Seperti yang terjadi pada gadis Malaysia berusia 26 tahun ini. Dia bunuh diri pada 16 Desember 2019 dengan cara melompat dari gedung pusat perbelanjaan.

Menurut China Press, gadis yang diketahui beridentitas Khoo tersebut bekerja sebagai sekretaris di sebuah restoran. Rupanya dia terjerat utang dengan jumlah yang besar.

4 dari 6 halaman

Berhasil Melunasi Semua Utang

Sebulan terakhir, Khoo meminta bantuan Peter yang berprofesi sebagai pekerja sosial, untuk mengatasi utang-utangnya.

Kepada Peter, Khoo mengaku telah memiliki utang kepada tiga orang rentenir. Tidak disebutkan berapa utang Khoo.

Peter mengaku sudah berhasil bernegosiasi dengan para rentenir tersebut. Khoo bahkan dapat kiriman uang dari ibunya untuk membayar utang.

Melalui bantuan Peter, Khoo akhirnya berhasil melunasi semua utangnya pekan lalu.

5 dari 6 halaman

Dapat Kabar Mengejutkan

Pada malam sebelum kejadian, Peter berbicara dari hati ke hati kepada Khoo. Peter menasihati Khoo agar tidak berhubungan dengan rentenir lagi.

Beberapa jam kemudian, Peter mendapat kabar mengejutkan tentang Khoo. Gadis itu melakukan bunuh diri dengan melompat dari atas pusat perbelanjaan di Klang, tepat pada jam 12 malam.

Yang menyedihkan, Khoo sempat menulis pesan sedih. Pesan itu diunggah di akun Facebooknya tepat sebelum dia bunuh diri. 

Dalam pesan tersebut, Khoo merasa hidupnya telah gagal. Dia telah melakukan banyak kesalahan dan menyakiti orang-orang yang disayanginya.

6 dari 6 halaman

Merasa Hidup Gagal, Menyakiti Banyak Orang

" Teman, keluarga, aku akan pergi. Hidupku telah gagal. Aku telah melakukan banyak kesalahan dan melukai banyak orang yang peduli dan mencintaiku,"  tulis Khoo di Facebook.

" Aku tidak tahu bagaimana harus menghadapimu, jadi aku memilih untuk menghindari semuanya. Maaf, aku (orang) lemah."

" Aku tidak pernah memberi kehidupan yang baik kepada orangtuaku selama 26 tahun terakhir, dan aku berulang kali menciptakan masalah bagi mereka, dan mereka yang selalu membantuku menyelesaikannya."

" Terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang membantuku selama masa-masa sulitku. Terima kasih semua. Aku hanya berharap bahwa aku akan menjadi anak yang taat di akhirat."

" Selamat tinggal, keluarga dan teman. Sampai jumpa lagi."

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup