Saban Hari Pakai Earphone Sambil Begadang, Wanita Ini Alami Hal Mengerikan

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 7 Februari 2020 07:47
Saban Hari Pakai Earphone Sambil Begadang, Wanita Ini Alami Hal Mengerikan
Dampaknya mengerikan...

Dream - Hadirnya gadget membuat banyak orang yang tak bisa lepas dari mendengarkan musik atau menonton film. Agar tak mengganggu orang lain, biasanya mereka akan menggunakan earphone.

Beberapa bahkan menonton video atau memutar lagu dengan bantuan earphone saat hendak tidur. Tak jarang mereka lupa melepas earphone dari telingan karena terburu ketiduran.

Mulai saat ini kebiasaan tersebut sebaiknya mulai dihentikan. Penggunaan earphone yang tidak tepat dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan bahkan sampai tingkat merusak.

Intinya kamu harus selalu bijaksana menggunakan earphoine agar tak mengalami pengalaman buruks eperti wanita berikut ini.

Melansir World Of Buzz, seorang wanita Taiwan harus menelan pil pahit ketika mengetahui bahwa salah satu telinganya tidak lagi berfungsi karena terlalu sering menggunakan earphone.

1 dari 4 halaman

Drama Berjam-jam Sambil Begadang

Wanita berusia 28 tahun ini mengaku memiliki kebiasan buruk yakni begadang menonton drama berjam-jam di gadgetnya sambil menggunakan earphone.

Setelah sebulan berturut-turut melakukan kegiatan itu, wanita bernama Xiao Jing ini mulai menyadari suara dari earphone yang masuk ke telinga kirinya mulai terdengar tidak jelas.

Keesokan harinya ia mencoba untuk menggantinya, bahkan hingga menggunakan dua earphone yang berbeda. Hasilnya tetap sama.

Masalahnya ternyata bukan earphone yang rusak. Telinga wanita itu mengalami gangguan pendengaran.

Dia memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit. Betapa terkejutnya Xiao Jing saat dokter memberi tahu bahwa telinga kirinya mengalami masalah yang serius.

2 dari 4 halaman

Ketulian Mendadak

Ia didiagnosis dengan gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SSHL), umumnya dikenal sebagai ketulian mendadak.

Dokter mengatakan bahwa Xiao Jing beruntung pergi ke rumah sakit tepat pada waktunya. Jika dia menunda lebih lama lagi, telinga kirinya dipastikan akan rusak permanen.

Setelah dirawat dengan steroid dan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), Xiao Jing mendapatkan kembali 80 persen pendengaran telinga kirinya. Ia pun dapat beraktivitas dengan normal.

Teknologi memang membuat hidup kita menjadi lebih baik, namun jangan sampai kesehatan kita terganggu karenanya. Bijaksanalah dalam menggunakan earphone.

3 dari 4 halaman

Dampak Buruk Headphone, 1 Miliar Anak Muda Berisiko Tuli

Dream - Headphone atau earphone tampaknya kini jadi barang wajib yang selalu dibawa, terutama oleh kaum muda. Alat tersebut membuat kita bisa mendengar musik dan menonton film tanpa diganggu kapan pun dan di mana pun.

Kebiasaan menggunakan headphone setiap hari, apalagi dengan volume maksimal, bukan tanpa risiko. Badan kesehatan dunia (WHO) baru saja merilis laporan terbaru terkait penggunaan headphone.

Seperti dikutip dari World of Buzz, WHO mengungkap, hampir 50 persen orang muda yang berusia antara 12 hingga 35 tahun (sekitar 1,1 miliar orang) berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Hal ini karena paparan yang lama dan berlebihan suara keras dari perangkat audio pribadi mereka, seperti headphone atau earphone dan smartphone.

WHO dan International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan standar internasional baru, untuk pembuatan dan penggunaan perangkat seperti smartphone dan perangkat audio pribadi untuk memastikan kesehatan dan keamanan pendengaran.

" Mereka harus mengerti bahwa begitu mereka kehilangan pendengaran, itu akan final dan tak akan kembali," pernyataan dari WHO.

4 dari 4 halaman

Dampak Negatif pada Kualitas Hidup Individu

Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan tidak dapat diubah. Ketika paparannya sangat keras, teratur atau berkepanjangan, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel sensorik dan struktur lainnya,. Hal ini mengakibatkan gangguan pendengaran yang tidak dapat diubah.

Rentang frekuensi tinggi (yaitu suara bernada tinggi) dipengaruhi pertama kali dan mungkin tidak segera terlihat.

Paparan terus-menerus menyebabkan perkembangan gangguan pendengaran, pada akhirnya mempengaruhi pemahaman bicara dan memiliki dampak negatif pada kualitas hidup individu.

WHO juga memperkirakan pada 2050, 1 dari setiap 10 orang akan mengalami gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran ini memang tak terjadi secara langsung, tapi bisa 5 hingga 10 tahun kemudian.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'