(Foto: Mynewshub.cc)
Dream - Sepasang pengantin di Distrik Sikhiu, Nakhon Ratchasima, Thailand, telah menerima 'hadiah' paling berharga pesta pernikahan mereka. Bukan uang atau kado mewah, pasangan pengantin ini mendapat kejutan saat salah satu tamu undangannya melahirkan di kala resepsi mereka.
Kandungan Nattaporn Tesrit telah hampir 9 bulan saat dia menghadiri pesta pernikahan sahabat perempuannya, Mayuree Kumchanteuk.
Tapi tak disangka, ketika menunggu kedatangan rombongan pengantin pria, Nattaporn tiba-tiba merasakan mulas di perutnya.
Kondisinya semakin genting saat Nattaporn yang dalam rasa sakit itu coba ditenangkan oleh tamu lain yang hadir.
Ibu muda itu kemudian dibawa ke bawah pohon sambil menunggu bantuan dari rumah sakit terdekat datang.
Namun, saat bantuan medis tiba di lokasi kejadian, Nattaporn sudah dalam proses melahirkan bayi tersebut.
© Dream
Dream - Dengan bantuan petugas kesehatan, Nattaporn melahirkan bayi cantik dan manis seberat 3,2 kilogram dengan selamat.
Tak mau membuang kesempatan, sang pengantin mengucapkan selamat kepada Nattaporn. Tidak itu saja, Mayuree juga foto bersama dengan Nattaporn dan bayinya.
Nattaporn kemudian dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan yang lebih baik.

Meski acara tersebut 'terhambat' untuk sesaat saat Nattaporn melahirkan bayinya, semua tamu senang menjadi bagian dari kejadian tersebut.
Hal ini karena dalam kepercayaan Thailand, kelahiran bayi yang sempurna dianggap sebagai pertanda nasib baik dan keberuntungan.
(Sah/Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement


Mengapa Hari Ini Sangat Produktif, tetapi Besok Sulit Fokus? Ini Penjelasan Ilmuwan

Stres dan Kesehatan Mental Ternyata Bisa Berkaitan dengan Gangguan Kandung Kemih yang Kita Alami

Benarkah Kita Bisa Tidur Hanya 4 Jam tetapi Tetap Segar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Yudhi

SARGA.co Raih The Sraya Recognition untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan di Pacuan Kuda

Sudah Berusia 90 Tahun Tanpa Demensia Bukan Berarti Sudah Bebas Risiko, Studi Ungkap Faktornya