Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Pidato Raja Yordania, Abdullah II di depan parlemen Uni Eropa mengundang decak kagum. Raja Abdullah menjelaskan kepada perwakilan negara-negara barat tentang keindahan akhlak dan nilai-nilai mulia Islam yang diyakini oleh pemeluknya.
"Saya dan banyak muslim lain telah diajarkan, bahwa agama kami mengajarkan menghormati dan memperhatikan hak sesama. Nabi Muhammad berkata, tidak sempurna iman kalian sampai kalian mencintai sesama seperti kalian mencintai diri sendiri. Itulah makna menjadi seorang muslim,” kata pemimpin berusia 53 tahun ini
Pada pidato yang diselingi riuh tepuk tangan ini, ia menjelaskan Allah memiliki nama Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat ini diteladani umat Islam dalam bentuk ucapan Salam.
"Selama hidup saya, setiap hari, saya mendengar dan memberi salam, Assalamualaikum, ucapan kepada orang lain agar diberkati dengan damai. Inilah makna menjadi seorang muslim," kata Raja yang juga sahabat karib mantan Capres Prabowo Subianto ini.
Dia tidak lupa memaparkan kemuliaan akhlak tentara muslim di medan perang. Simak videonya!
(Ism, Sumber: YouTube)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?