Alasan Mushaf Quran Zaman Rasul Ditulis di Atas Pelepah Kurma

Reporter : Puri Yuanita
Sabtu, 31 Oktober 2015 12:02
Alasan Mushaf Quran Zaman Rasul Ditulis di Atas Pelepah Kurma
Wujud fisik mushaf di zaman Rasul tak pernah tampil dalam edisi lengkap yang terdiri dari 6666 ayat, 114 surat dan 30 juz. Melainkan berupa lembaran-lembaran yang berisi beberapa potong ayat saja.

Dream - Pada zaman Rasulullah SAW, Alquran masih berupa mushaf yakni berupa tulisan di atas pelepah kurma atau di atas kulit hewan. Terkadang bahkan ditulis di atas batu dan media lainnya.

Jika diperhatikan, wujud fisik mushaf di zaman Rasul tak pernah tampil dalam edisi lengkap yang terdiri dari 6666 ayat, 114 surat dan 30 juz.

Melainkan berupa lembaran-lembaran yang berisi beberapa potong ayat saja. Meski berbentuk mushaf dan bukan Quran seutuhnya, tak mengurangi kesucian dan kemuliaannya.

Lalu, mengapa pada masa itu Quran tak berbentuk buku yang utuh dan ditulis di media selain kertas?

Pertama, ayat Alquran belum turun semua ketika itu. Ayat Alquran turun secara bertahap, ayat demi ayat, tidak sekaligus. Dalam satu surat misalnya, ayat-ayat tersebut masih dipotong lagi jadi beberapa bagian, dan turunnya secara random.

Terkadang ayat bagian depan turun belakangan, lalu sebaliknya ayat-ayat bagian belakang justru turun lebih dulu.

Kedua, kala itu Quran tak ditulis dalam sebuah buku bukan karena pada zaman itu belum ada kertas. Akan tetapi, karena kertas bukan satu-satunya sarana yang tersedia, sulit didapat dan harganya pun tidak semurah seperti masa sekarang.

Ketiga, Rasul dulu nyaris sama sekali tidak pernah memberikan perintah penulisan mushaf dalam satu bundel buku. Gagasan penulisan mushaf dalam satu bundel buku itu disuarakan oleh Umar bin Khattab RA.

Namun, Abu Bakar As-Siddiq yang kala itu menjadi khalifah menolak gagasan tersebut. Karena itulah Quran tetap ditulis dalam bentuk lembaran-lembaran mushaf.

(Ism, Berbagai sumber)

Beri Komentar