Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Saat melaksanakan shalat, Umat Islam dari segala penjuru menghadap ke Kabah sebagai arah kiblat. Bangunan berbentuk kubus ini terletak di jantung Masjidil Haram dan dikelilingi oleh ribuan manusia setiap hari.
Sedikit orang yang tahu, bahwa ternyata tidak hanya satu kabah yang ada di alam semesta ini. Berdasarkan Al-Quran dan hadis, ada dua Kabah yang dipercaya menjadi rumah Allah. Selain kabah yang dibangun di Mekkah, ternyata ada satu lagi Kabah yang menjadi arah kiblat penduduk langit.
Kabah tersebut bernama Baitul Makmur dan terletak di langit ketujuh. Layaknya kabah di dunia, Baitul Makmur juga dikelilingi oleh malaikat setiap hari untuk melakukan tawaf.
Baitul Makmur makmur juga menjadi salah satu tempat yang dijadikan Allah sebagai sumpah-Nya. Seperti diketahui bahwa makhluk Allah yang menjadi sumpah berarti termasuk makhluk yang mulia. Hal tersebut juga dijelaskan awal mula Baitul Makmur. Baca selengkapnya di sini ...
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?