Misteri Dua Dekade, Lagu Berusia 1000 Tahun Itu Ternyata...

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 29 April 2016 08:02
Misteri Dua Dekade, Lagu Berusia 1000 Tahun Itu Ternyata...
Setelah melakukan upaya rekonstruksi selama 20 tahun, seorang peneliti menghidupkan kembali lagu 'hilang' dari Abad Pertengahan.

Dream - Ada yang bilang bahasa musik itu bersifat universal, namun bisa hilang ditelan zaman.

Karena itulah, setelah melakukan upaya rekonstruksi selama 20 tahun, seorang peneliti menghidupkan kembali lagu 'hilang' dari Abad Pertengahan.

Lagu berjudul 'Songs of Consolation' itu baru-baru ini dipentaskan di University of Cambridge, Inggris. Direkonstruksi dari 'neumes' (simbol-simbol di Abad Pertengahan yang digunakan untuk mewakili notasi musik), nada-nada tersebut kemudian dibawakan bersama puisi karya filsuf Romawi Boethius, 'The Consolation of Philosophy'.

Dua dekade mungkin tampak seperti persiapan yang terlalu lama untuk sebuah konser, tapi mementaskan karya-karya kuno tidak hanya sekadar membaca lembaran musik dan memainkannya.

Satu milenium yang lalu, musik ditulis dalam kerangka melodi, bukan notasi seperti yang dilakukan musisi modern sekarang.

Setelah jadi, musik kemudian diperdengarkan secara aural dan melalui ingatan kenangan. Karena tradisi ini sudah tidak dilakukan lagi sejak ratusan tahun yang lalu, hampir tidak mungkin untuk memahami musik dari era tersebut karena pitch-nya (tinggi-rendah nada) tidak diketahui, para ahli mengatakan.

Sam Barrett, seorang dosen musik senior di University of Cambridge, menghabiskan 20 tahun terakhir untuk mengidentifikasi teknik musik dan melodi 'Songs of Consolation'.

Dia kemudian bekerja dengan Benjamin Bagby, anggota dari Sequentia, grup musik yang tertarik menggali lagu-lagu Abad Pertengahan. Bersama-sama, mereka menguji teori musik Abad Pertengahan dengan iringan musik yang ada.

" Ben mencoba berbagai kemungkinan, dan saya hanya perlu bereaksi terhadapnya. Begitu sebaliknya," kata Barrett dalam sebuah pernyataan. " Ketika saya melihat dia memainkan lagu abad 11, itu benar-benar sensasional. Dia membawa titik terang untuk teka-teki intelektual yang selama bertahun-tahun saya merasa frustrasi untuk memecahkannya."

Para peneliti menghadapi satu rintangan besar dalam proyek rekonstruksi mereka: halaman yang hilang dari naskah abad ke-11 yang disebut 'Cambridge Songs'. Halaman hilang ini mengandung notasi penting yang digunakan untuk memahami prinsip-prinsip musik pada zaman tersebut.

Barrett mengatakan notasi tersebut memungkinkan dia dan Bagby untuk 'mencapai waktu kritis" 'yang tidak mungkin diselesaikan tanpa potongan teka-teki itu.

" Ada saat-saat ketika saya meneliti ini yang saya berpikir saya di abad ke-11," kata Barrett.

(Ism, Sumber: livescience.com)

Beri Komentar