Kisah Mbah Sutini, Penjual Tahu Bacem Prambanan

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 5 April 2016 09:29
Kisah Mbah Sutini, Penjual Tahu Bacem Prambanan
Terkadang nasib tak seguri rasa tahu itu. Kerap kali, para wisatawan, terutama pelancong asing, hanya berlenggang di depannya. Melirik dagangan pun tidak.

Dream - Usia Sutini sudah senja. Seluruh rambut sudah memutih. Kulit pembungkus raga sudah pula kisut. Namun tubuh ringkih itu masih harus menanggung beban hidup, bekerja mencari nafkah keluarga.

Saban hari, nenek berusia 80 tahun ini harus menjajakan tahu bacem di kawasan isata Candi Prambanan. Dengan keranjang dan baskom dari seng, tahu-tahu itu dia jajakan kepada para pelancong.

Namun terkadang nasib tak seguri rasa tahu itu. Kerap kali, para wisatawan, terutama pelancong asing, hanya berlenggang di depannya. Melirik dagangan pun tidak.

Saat tu pula raut gusar tergores di wajah Mbah Sutini. Berharap ada wisatawan yang bersedia membeli tahu bacemnya, sehingga bisa membawa pulang uang untuk nafkah keluarga.

Baca kisah Mbah Sutini selengkapnya di tautan berikut ini. (Ism) 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim