Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber Foto: Twitter/@kleponwajik)
Dream - Di era teknologi seperti sekarang, segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dengan bantuan ponsel atau gadget lainnya, kamu bisa menjangkau berbagai hal yang dibutuhkan tanpa perlu repot.
Memesan jasa transportasi, membeli makanan hingga pakaian, semua bisa dilakukan lewat smartphone. Tapi, tak berarti segala sesuatunya akan selalu berjalan mulus.
Melihat dari berbagai kasus yang pernah terjadi, ada sejumlah risiko yang bisa dihadapi seseorang jika melakukan pembelian secara online. Mulai dari penipuan hingga lamanya pengantaran barang.
Seperti kisah yang baru-baru ini ramai diperbincangkan netizen. Adalah pemilik akun Twitter @kleponwajik yang menceritakan pengalaman temannya ketika membeli barang dari sebuah situs jual beli di luar negeri.
© Dream
Dalam postingannya, ia menceritakan sebuah barang yang sudah dipesan selama 4 bulan lamanya. Tapi anehnya, barang itu tak kunjung diterima sampai sekarang.
Sang teman pun meminta bantuan padanya untuk mengirimkan email komplain ke bagian layanan konsumen.
Saat hendak membuatkan email pengaduan, ia malah dibuat terkejut bahkan tertawa ngakak. Sebab setelah ditelusuri ternyata sang teman menuliskan alamat pengiriman yang tak masuk akal.
Dan mungkin itulah yang kemudian membuat barang pesanannya tak kunjung sampai.
© Dream
Berikut cuitan lengkap akun @kleponwajik:
"Kenalan saya beli barang dari e-commerce luar negeri, 4 bulan gak sampai-sampai. Dia minta tolong saya buat bikin email komplain ke CS-nya."
"Ternyata masalahnya di alamat pengiriman. Kenalan saya menuliskan: "Mystic, Monday, Jakarta, Indonesia" padahal seharusnya "Kramat, Senen, Jakarta, Indonesia."

Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
