Pesan Terakhir Kekasih Sebelum Wafat, Masya Allah Bikin Nangis

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 31 Mei 2016 07:16
Pesan Terakhir Kekasih Sebelum Wafat, Masya Allah Bikin Nangis
Bacalah hingga akhir. Resapi hingga ujung kisah ini. Niscaya air mata Anda akan mengalir.

Dream - Sesungguhnya rezeki, jodoh, dan ajal sudah ditentukan. Sebagai manusia kita hanya mampu merancang, tapi sebaik-baik perencana adalah Allah SWT. Jika diuji dengan kehilangan orang tersayang, haruslah menerima dengan ikhlas, walaupun sakit.

Berikut ini adalah kisah gadis Malaysia yang kehilangan kekasih hati akibat ditabrak mobil ketika ingin membantu korban lain yang terlibat dalam kecelakaan. Kisah itu semakin menyayat hati ketika membaca pesan terakhir almarhum sebelum kecelakaan.

Siapa saja yang membaca kisah ini pasti akan terharu. Di sana ada cinta, kesetiaan, kesabaran, dan kepedulian pada orang lain. Bacalah hingga akhir. Resapi hingga ujung kisah ini. Niscaya air mata Anda akan mengalir.

Namun satu hal, jangan hanya larut dalam kepedihan. Cobalah mengambil pelajaran dari pesan-pesan ini. Bahwa semua Allah yang menentukan.

Berikut isi pesan yang mengharukan itu:

 

(ism) 

1 dari 3 halaman

Janji Bersama Temui Ibu

Dream - Begini isi pesan itu:

Hari ini 26 Mei 2016 kita janji akan pergi bertemu ibu. Selama seminggu ini kita tidak bertemu, tapi semalam kamu bilang sudah dalam perjalanan jemput aku.

Aku sudah siap dan menunggu tapi kamu bilang tidak jadi karena menolong orang yang sudah dalam keadaan kritis. Kamu bilang minta maaf karena tidak jadi, tapi aku tidak apa-apa. Aku tidak marah.

Setelah itu, kita kirim-kiriman pesan, kamu bilang rindu aku dan mengirimkan foto kita berdua. Sebelumnya, kamu tidak pernah kirim foto jika sedang rindu. Tapi aku tidak merasa ada yang aneh.

Aku pun rindu dengan kamu karena sudah beberapa hari ini tidak bertemu. Aku sangat rindu! Kamu bilang hari ini saja kita bisa bertemu. Aku pun juga tidak sabar ingin segera bertemu dan kemudian sama-sama menemui ibu.

Tapi, aku mendengar kabar kamu telah berlumuran darah. Ya Allah, aku serasa tidak percaya, jasad itu adalah kamu. Tapi memang itu adalah benar-benar kamu. Sayang, kenapa kamu cepat sekali tinggalkan aku? Kenapa tinggalkan aku untuk selama-lamanya?

2 dari 3 halaman

Penantian Berujung Pilu

Dream - Sayang, sudah jam 9 malam. Kalau ada kamu, pasti sekarang sudah dalam perjalanan ke Kedah bertemu ibu. Kalau melihat tiket ini, aku sering merasa sedih tidak tahu harus bicara apa lagi. Saat itu kamu bilang akan jemput aku dan aku senang sekali walaupun saat itu aku sudah sangat mengantuk karena menunggu.

Tapi kamu bilang tidak jadi. Aku bilang tak apa-apa, tidak marah. Meski saat itu aku sudah siap dengan baju bepergian. Aku menunggu hingga tertidur sampai jam 4 pagi. Aku terbangun karena ada panggilan yang mengabarkan kamu sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Aku merasa itu mungkin mimpi, tapi ternyata kabar itu adalah kenyataan yang harus aku terima. Saat itu aku merasa menggigil dan hampir pingsan. Aku ingin pergi menemui kamu tapi disuruh menunggu yang lain. Setelah itu, kami pergi ke rumah sakit dan melihat jasadmu masih dalam ruang forensik.

Saat itu aku ingin sekali melihatmu untuk terakhir kalinya, tapi aku tak kuat, aku tak sanggup. Aku minta maaf sayang karena tak sanggup melihatmu di saat yang terakhir.

3 dari 3 halaman

Pesan Terakhirmu

Dream - Aku seperti tak terima kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa lagi kamu terlalu berbuat baik dengan menolong orang lain sampai tidak memikirkan nyawamu sendiri?

Kenapa kamu rela berkorban nyawa demi orang lain? Semoga Allah membalas niat baikmu yang ingin menolong orang itu. Aku tidak tahu bagaimana hidupku tanpamu.

Sayang, aku tertidur ketika kamu mengirim pesan terakhir. Aku baru membacanya tadi. Kata-katamu membuat aku sangat sedih.

Kamu bilang, " Sayang, aku minta maaf. Tolong maafkan aku, jangan simpan marah dengan aku, ya. Aku sangat sayang kamu. Kamu cukup ingat pesan ini AKU SANGAT SAYANG KAMU."

Itu saja pesan terakhir darimu. Aku sangat sedih jika membacanya. Aku pun sayang kamu. Aku mencoba menerima dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Semoga kamu damai di sana.

Aku mencoba untuk kuat meskipun aku sendiri tidak bisa. Tapi aku mencoba demi kamu sayang Mohammad Hanif Najmuddi Bin Haris.

Kisah ini merupakan pengalaman dari Noor Syahira yang dia unggah di @ellasyira.co.

(Ism, Sumber: Oh Bulan)

Beri Komentar