Puisi Adalah Bentuk Karya Sastra Indah, Berikut Jenis dan Ciri-Cirinya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 26 Oktober 2020 11:17
Puisi Adalah Bentuk Karya Sastra Indah, Berikut Jenis dan Ciri-Cirinya
Puisi adalah bentuk ungkapan hati dalam bentuk tulisan.

Dream – Puisi adalah karya sastra berisi ungkapan hati para penyair. Membaca puisi terasa begitu mendebarkan. Susunan kalimat yang dibuat apik dan penuh makna, begitu terdengar indah.

Puisi adalah sebuah karya sastra yang dibuat berdasarkan pengalaman atau ide kreatif dari si penulis. Kalimat-kalimat yang tercipta pun dapat menjadi pelipur lara bagi hati yang sedang dirundung gelisah.

Puisi juga dapat menjadi karya berisi kebahagiaan yang begitu romantis. Bahasanya mampu membuat siapa saja tersenyum manis.

Bahasa puisi juga seringkali bisa membuat merinding dan mendebarkan hati bagi orang yang membaca maupun mendengarkannya.

Indonesia sendiri memiliki banyak penyair besar yang telah menghasilkan karya-karya puisi yang fenomenal, seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Ismail, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo dan lain sebagainya. Beberapa sastrawan tersebut memiliki gaya bahasanya masing-masing saat menulis dan membaca puisi.

1 dari 6 halaman

Pengertian Puisi

Ilustrasi© Pexels.com

Secara istilah, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang mengungkapkan suatu pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun menggunakan kekuatan Bahasa baik dari struktur fisik maupun struktur batin.

Dalam proses pembuatan puisi, seorang penyair menggunakan bahasa yang penuh makna dan disusun dengan penuh keindahan.

Sementara menurut Sastra Sudjiman, puisi adalah sebuah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu penyusunan larik dan bait.

Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta padat makna.

2 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Puisi

 

Seiring perkembangan zaman, jenis puisi pun semakin banyak. Berikut adalah jenis-jenis puisi yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

 

Ilustrasi© Freepik

Puisi lama

Puisi lama merupakan puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan lama seperti jumlah baris, jumlah bait, bunyi sajak atau rima, jumlah suku kata pada tiap baris, dan irama.

Ada beberapa jenis puisi lama, yaitu:

  1. Mantra adalah sajak yang berisi ucapan-ucapan yang masih dianggap mempunyai suatu kekuatan gaib.
  2. Pantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki ciri-ciri puisi yang bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri 8 hingga 12 suku kata, dua baris awal pantun merupakan sampiran, dan dua baris akhir merupakan isi, dan tidap bait terdiri dari 4 baris.
  3. Karmina adalah jenis pantun lebih pendek.
  4. Gurindam adalah adalah jenis puisi lama yang terdiri dari dua baris dalam satu bait, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat-nasihat.
  5. Syair adalah jenis puisi lama yang berasal dari negara Arab, mempunyai ciri tiap bait terdiri 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau sebuah cerita.
  6. Talibun adalah jenis puisi lama yang memiliki ciri-ciri puisi seperti sebuah pantun genap, yang tiap baitnya terdiri dari sebuah bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris.

 

Puisi baru

Puisi baru adalah jenis puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan tertentu layaknya puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Jenis-jenis puisi baru terdiri dari 15 aliran sebagai berikut:

  1. Balada adalah sebuah puisi yang berisi cerita-cerita. Balada terdiri dari 3 bait, masing-masing bait terdiri dari 8 larik, larik pertama memiliki skema rima a-b-a-b-b-c-c-d, kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c, dan skema rima yang terakhir dalam satu bait pertama digunakan referen dalam bait-bait selanjutnya.
  2. Himne adalah puisi baru yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, pahlawan, dan Lembaga.
  3. Ode adalah puisi baru yang berisi sanjungan bagi orang yang berjasa. Nada dan gaya Ode sangatlah resmi, bernada anggun, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi maupun suatu peristiwa.
  4. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.
  5. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
  6. Elegi adalah puisi yang berisi sebuah kesedihan.
  7. Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritikan.
  8. Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris atau puisi seuntai.
  9. Terzinaa adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris.
  10. Kuatrain adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris.
  11. Kuint adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 5 baris.
  12. Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.
  13. Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 7 baris.
  14. Oktaf atau Stanza adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 8 baris.
  15. Soneta, jenis puisi baru yang memiliki ciri-ciri puisi terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, pada 2 bait pertama terdiri 4 baris, dan pada 2 bait kedua terdiri 3 baris.

 

Puisi kontemporer

Puisi kontemporer adalah puisi yang selalu berusaha menyesuaikan perkembangan zaman atau keluar dari ikatan konvensional.

Jenis puisi kontemporer tidak mementingkan irama serta gaya bahasa seperti puisi lama atau puisi baru. puisi kontemporer meliputi, puisi konkret, puisi mbeling atau puisi yang tidak mengikuti aturan umum.

 

3 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Puisi

Ilustrasi© Freepik

 

Ciri-ciri puisi lama adalah sebagai berikut:

  • Puisi lama memiliki ciri-ciri puisi yang biasanya berisi puisi rakyat dan tidak ada nama pengarangnya.
  • Masih terikat aturan seperti jumlah baris setiap baitna, sajak, serta jumlah suku kata pada setiap baris.
  • Biasanya disampaikan dari mulut ke mulut atau disebut sastra lisan.
  • Menggunakan majas tetap dan klise.
  • Berisi cerita kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

Ciri-ciri puisi baru adalah sebagai berikut:

  • Nama pengarang jelas.
  • Secara lisan maupun tertulis.
  • Tidak terikat aturan rima, jumlah baris, dan suku kata.
  • Mempunyai bentuk yang rapi dan simetris.
  • Persajakan akhir yang teratur.
  • Majas dinamis dan berubah-ubah.
  • Berisi tentang sebuah kehidupan.
  • Memakai pola sajak pantun dan syair meskipun dengan pola yang lain.
  • Umumnya puisi 4 seuntai.
  • Di setiap baris atasnya sebuah gatra atau kesatuan sintaksis.
  • Di setiap gatra terdiri dua kata, pada umumnya 4 sampai 5 suku kata.

 

4 dari 6 halaman

Unsur-Unsur Puisi

Ilustrasi© Pexels.com

 

Unsur intrinsik puisi

Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terkandung dalam puisi dan memengaruhi puisi sebagai karya sastra. Unsur intrinsik puisi yaitu:

  1. Diksi adalah pemilihan kata dengan mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam suatu puisi keseluruhan.
  2. Imaji atau daya bayang adalah membangun puisi dengan menggunakan kata-kata yang konkret dan khas untuk menimbulkan imaji visual, auditif, ataupun taktil.
  3. Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penyair untuk mengungkapkan sesuatu ide dengan cara yang tidak biasa, atau kata bermakna kiasan.
  4. Bunyi adalah kata-kata yang dipilih sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu.
  5. Rima adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan menimbulkan efek keindahan.
  6. Ritme adalah dinamika suara dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat puisi.
  7. Tema adalah ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan pengarang.

 

Unsur ekstrinsik puisi

Unsur ekstrinsik puisi adalah terdiri dari aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek religius.

  1. Aspek historis adalah unsur kesejarahan puisi.
  2. Aspek psikologis adalah aspek kejiwaan pengarang yang termuat dalam puisi.
  3. Aspek filsafat adalah berkaitan erat dengan karya sastra secara keseluruhan.
  4. Aspek religius adalah mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh penyair.

 

 

5 dari 6 halaman

Cara Membuat Puisi

Ilustrasi© Pixabay.com

 

Banyak membaca

Sebelum membuat puisi, disarankan untuk banyak membaca puisi-puisi yang diciptakan oleh para penyair. Sehingga nantinya akan menambah referensi dalam pencarian kata atau membantuk kalimat dalam puisi.

Menentukan tema

Dalam proses pembuatan puisi, hal yang tidak boleh dilewatkan adalah menentukan tema. Sebelum menulis pastikan tema yang akan kamu angkat di dalam puisi tersebut sudah jelas.

Merangkai kata

Dalam menulis puisi, rangkaian kata yang digunakan dibuat seindah mungkin. Ungkapkan segala pikiran dan ide dalam sebuah tulisan.

6 dari 6 halaman

Contoh Puisi

 

Ilustrasi© Pixabay.com

 

Contoh puisi lama (Gurindam)

Kurang pikir kurang siasat (a)

Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )

Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )

Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

 

Contoh puisi baru (Elegi)

 

Senja di Pelabuhan Kecil

Karya: Chairil Anwar

 

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali.

Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercayai mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam

Ada juga kelepak elang menyinggung muram

Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan

Tidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.

Tiada lagi.

Aku sendiri.

Berjalan menyisir semenanjung

Masih pengap harap Sekali tiba di ujung

Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat

Sedu penghabisan bisa terdekap

 

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar