Bikin Nangis! Pengorbanan Kakak Demi Adik Pengidap Leukemia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 5 Juli 2017 08:44
Bikin Nangis! Pengorbanan Kakak Demi Adik Pengidap Leukemia
Dia ingin menjadi dokter agar dapat menyembuhkan penyakit adiknya.

Dream - Pemuda 19 tahun menangis terharu ketika diberi tahu uang yang dibutuhkan untuk perawatan adiknya yang masih bayi berhasil terkumpul. Uang itu didapatkan dari donasi warganet di media sosial.

Menurut portal berita Hupu, pemuda bermarga Ma itu berasal dari desa miskin di Provinsi Hubei, China.

Kondisi keluarga Ma yang sudah miskin, semakin menyedihkan saat adiknya yang masih berusia tiga tahun didiagnosis menderita leukemia atau kanker darah.

Meskipun kondisi keluarganya sangat kekurangan, Ma menolak menyerah mengahadapi kesulitan yang menimpa adiknya. Dia memutuskan belajar keras agar bisa menjadi dokter.

Dia berharap bisa menyembuhkan leukemia adiknya dengan tangannya sendiri.

Untuk mewujudkan haraan itu, Ma memutuskan...

1 dari 2 halaman

Apapun untuk Sang Adik

" Saya harus masuk sekolah kedokteran, baru setelah itu saya memiliki kesempatan untuk menyembuhkan adik laki-laki saya," kata dia, dikutip Dream dari World of Buzz, Selasa, 4 Juli 2017.

Dia belajar sangat keras untuk ujian terakhirnya dan mencetak nilai 456.

Sehari setelah dia mengikuti ujian akhir, Ma pergi ke sebuah proyek dekat rumahnya untuk bekerja sebagai kuli bangunan.

Kedua orang tuanya juga pergi bekerja sekitar sebulan yang lalu dan neneknya yang berusia 80 tahun tinggal di rumah untuk merawat saudaranya yang sakit.

Ma bersedia melakukan apapun demi mendapatkan uang untuk biaya pengobatan saudaranya. Dalam beberapa foto yang sempat viral di media sosial, Ma terlihat mengangkat batu bata, mendorong gerobak pasir dan melakukan semuanya demi mendapatkan 100 Yuan, sekitar Rp196 ribu) per hari di lokasi proyek tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Pertolongan Datang

Kisahnya yang memilukan diterbitkan oleh media lokal dan menjadi viral. Ceritanya dilihat 3,1 juta kali dan sumbangan dari masyarakat mulai mengalir.

Hanya dalam waktu 24 jam, 600.000 Yuan, sekitar Rp1,1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut cukup untuk menutupi biaya transplantasi sumsum tulang adiknya.

Ma, yang sedang bekerja di lokasi proyek, menangis dengan kabar gembira tersebut. Dia berkata, " Akhirnya adikku bisa diselamatkan."

Ternyata, di luar sana masih ada rasa kemanusiaan di hati orang-orang. Semoga adik Ma bisa sembuh setelah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang dan terbebas dari leukemia.(Sah)

Beri Komentar