Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shell (therichest.com)
Dream - Berakhirnya era Perang Dingin menandai awal dimulainya kekuasaan perusahaan-perusahaan multinasional di dunia. Tak ada lagi batasan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Perusahaan multinasional kini bisa dikatakan menguasai dunia. Perekonomian global hampir sepenuhnya ada di pasar.
Jangan tanyakan lagi berapa aset yang dimiliki perusahaan raksasa ini. Nilainya bisa lebih banyak dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebuah negara miskin di dunia.
Bahkan mungkin saja, nilai aset perusahaan ini bisa melampaui kekayaan Indonesia.
Mengutip laman Therichest.com, Selasa, 23 Desember 2014, berikut adalah 10 perusahaan superkaya di muka bumi:
10. Royal Dutch Shell
Nilai aset: US$ 357,5 miliar
Pada 1985, perusahaan petrokimia Amerika, Shell Chemical mengakuisisi dua perusahaan sekaligus Shell Transport dari Inggris dan Royal Dutch dari Belanda. Keduanya digabungkan menjadi Royal Dutch Shell.
Perusahaan kini menjadi salah satu pemimpin dalam penelitian dan pengembangan petrokimia dan sumber energi alternatif lain. Belum lama ini, perusahaan ini melakukan investasi besar di ladang minyak Rusia dan China.
9. Petrochina
Nilai aset: US$ 386,9 miliar
Salah satu perusahaan Migas China yang mampu masuk ke jajaran sepuluh besar adalah PetroChina. Perusahaan ini menggarap bisnis produksi, distribusi hingga trasportasi produk kimia.
Perusahaan ini memutuskan mencatatkan saham di bursa efek New York dan terus mencatatkan kenaikan aset hingga mencapai US$ 387 miliar.
8. Berkshire Hathaway
Nilai aset: US$ 493,4 miliar
Setelah saham Berkshire Hathaway diakuisi 49 persen oleh investor Warren Bufett, pabrik tekstil ini menjelma menjadi raksasa asuransi dan perusahaan investasi.
7. General Electric
Nilai aset: US$ 646,6 miliar
Si tua, Thomas Alfa Edison, takkan pernah membayangkan jika perusahaan Edison Electric Light Company yang didirikan pada 1878 bisa menjadi raksasa dunia. Setelah serangkaian akuisisi, Edison akhirnya menggunakan nama Edison General Electric Company pada 1889.
GE mengawali bisnisnya sebagai pabrik vacuum, radio wireless, televisi, mesin X-Ray, pemanggang, kulkasi, microwave hingga akhirnya menjelma menjadi raksasa perusahaan elektronika di dunia.
6. Wells Fargo
Nilai aset: US$ 1.543 miliar
Ketika didirikan Henry Wells dan William Fargo pada 1852 sebagai perusahaan investasi dan bank serta jasa pengiriman surat. Pada 1888, perusahaan menjadi yang pertama melayani jasa pengiriman ekspres lintas negara.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?