5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi, Bisa Ganggu Pencernaan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 06:00

Reporter : Abidah

Membatasi konsumsi hingga kurang dari tiga cangkir sehari dapat membantu mengurangi potensi dampak kurang baik dari asupan kafein berlebihan.

DREAM.CO.ID - Secangkir kopi sering menjadi teman sarapan atau minuman pembuka aktivitas pagi. Namun, makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan kopi ternyata juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis makanan, terutama yang sama-sama bersifat asam, tinggi garam, atau tinggi lemak, dapat memperburuk keluhan pencernaan maupun berpotensi kurang baik bagi kesehatan tertentu jika dikonsumsi berlebihan bersama kopi.

Dilansir dari Verywell Health, ahli menyarankan untuk membatasi kombinasi kopi dengan beberapa jenis makanan, terutama bagi orang yang memiliki masalah pencernaan atau tekanan darah. Berikut lima makanan yang perlu diperhatikan saat menikmati kopi.

1. Buah Sitrus

Jeruk, lemon, grapefruit, dan buah sitrus lainnya sama-sama memiliki tingkat keasaman dengan kopi. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.

Kondisi ini terutama perlu diperhatikan oleh orang yang mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). Kopi dan makanan asam dapat memperburuk gejala seperti asam lambung naik, mual, mulas, dan gangguan pencernaan.

Bukan berarti buah sitrus harus dihindari sepenuhnya. Bagi orang yang tidak mengalami masalah pencernaan, kombinasi tersebut belum tentu menimbulkan keluhan. Namun, jika perut mudah sensitif setelah minum kopi dan makan jeruk, memberi jeda antara keduanya dapat menjadi pilihan.

2 dari 4 halaman

2. Gorengan

Gorengan memang menjadi pasangan yang cukup umum untuk kopi, terutama saat sarapan atau bersantai. Namun, kombinasi keduanya perlu diperhatikan karena makanan yang digoreng umumnya tinggi lemak dan natrium.

Verywell Health juga mencatat bahwa konsumsi kopi secara berlebihan dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan perubahan kadar lemak dalam darah. Konsumsi lebih dari tiga cangkir kopi sehari disebut dapat berkaitan dengan peningkatan kadar LDL atau kolesterol "jahat" serta penurunan HDL atau kolesterol "baik".

Karena itu, menambahkan makanan yang digoreng dan tinggi lemak ke dalam pola konsumsi kopi berlebihan berpotensi menjadi kombinasi yang kurang menguntungkan bagi kesehatan jantung.

3. Susu

Bagi banyak orang, kopi dan susu justru merupakan pasangan yang tidak terpisahkan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: kafein dalam kopi disebut dapat mengganggu penyerapan kalsium dari makanan.

Susu sendiri merupakan sumber kalsium yang penting bagi tubuh. Jika kalsium tidak diserap secara optimal, tubuh akan membuangnya melalui urine. Dalam sumber yang dikutip Verywell Health, kondisi tersebut dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan seperti batu ginjal dan osteoporosis.

Meski demikian, informasi tersebut bukan berarti susu harus dijauhkan sepenuhnya dari kopi. Yang perlu diperhatikan terutama adalah kecukupan asupan kalsium secara keseluruhan dan jumlah kopi yang dikonsumsi.

 

3 dari 4 halaman

4. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi natrium juga sebaiknya tidak menjadi pasangan rutin kopi dalam jumlah berlebihan. Konsumsi kopi hingga sekitar tiga cangkir sehari kemungkinan tidak berdampak negatif terhadap tekanan darah pada kebanyakan orang, tetapi konsumsi kafein secara berlebihan dapat memicu atau memperburuk tekanan darah tinggi.

Jika kopi dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang tinggi garam, perhatian terhadap tekanan darah menjadi semakin penting, terutama bagi orang yang sudah mengalami hipertensi atau memiliki risiko mengalaminya.

Para ahli yang dikutip sumber tersebut menyarankan membatasi asupan natrium hingga sekitar 2.300 miligram per hari. Karena itu, makanan ringan yang sangat asin, makanan olahan, atau makanan cepat saji sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi bersama kopi.

5. Makanan Fermentasi

Kimchi, sauerkraut, miso, dan tempe merupakan contoh makanan fermentasi yang dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan. Namun, mengonsumsinya bersamaan dengan kopi dapat menyebabkan keluhan pada sebagian orang.

Keduanya memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan keasaman dalam sistem pencernaan. Pada orang tertentu, kombinasi tersebut bisa memicu gas, kembung, atau sakit perut. Keluhan ini lebih mungkin muncul pada orang yang baru mulai mengonsumsi makanan fermentasi bersamaan dengan kopi.

Meski begitu, makanan fermentasi tidak perlu dihindari hanya karena dikonsumsi bersama kopi. Reaksi setiap orang dapat berbeda, sehingga yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh masing-masing.

4 dari 4 halaman

Bukan Berarti Harus Berhenti Minum Kopi

Kopi tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Minuman ini mengandung senyawa antioksidan yang dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Verywell Health menyarankan untuk memperhatikan jumlah dan jenis kopi yang dikonsumsi. Membatasi konsumsi hingga kurang dari tiga cangkir sehari dapat membantu mengurangi potensi dampak kurang baik dari asupan kafein berlebihan. Kopi seduh panas juga disebut dapat memiliki kandungan antioksidan dan polifenol lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis lainnya.

Selain itu, kopi kemasan perlu diperhatikan karena dapat mengandung tambahan gula dan pemanis yang meningkatkan asupan gula harian. Bagi orang yang ingin mengurangi rasa manis sekaligus keasaman, cold brew dapat menjadi salah satu pilihan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id