9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

News | Minggu, 11 Oktober 2026 10:00

Reporter : Abidah

Manusia pada masa itu belum memahami penyebab penyakit menular secara ilmiah. Akibatnya, masyarakat mengandalkan berbagai cara yang kini terdengar aneh untuk melindungi diri dari pes.

DREAM.CO.ID - Ketika wabah pes melanda London pada 1665, suasana kota berubah menjadi mencekam. Keluarga kerajaan meninggalkan kota, orang-orang kaya bergegas mencari tempat aman, sementara para petugas mengangkut jenazah pada malam hari agar kepanikan tidak semakin meluas. Di tengah situasi tersebut, Samuel Pepys, pejabat sekaligus penulis buku harian terkenal, mencatat bagaimana cepatnya wabah menyebar.

Namun, manusia pada masa itu belum memahami penyebab penyakit menular secara ilmiah. Mereka belum mengenal bakteri Yersinia pestis, peran kutu pada tikus, maupun pentingnya sanitasi dan pengendalian penularan. Akibatnya, masyarakat mengandalkan berbagai cara yang kini terdengar aneh untuk melindungi diri dari pes. Berikut sembilan di antaranya, seperti dilansir dari Mental Floss.

1. Mengisap Asap Tembakau

Pada abad ke-18, tembakau dipercaya mampu melindungi tubuh dari penyakit menular. Sebuah panduan kesehatan tahun 1722 bahkan menyebut asap tembakau sebagai salah satu cara yang sangat direkomendasikan dokter untuk mencegah pes dan penyakit menular lainnya. Padahal, merokok justru membawa berbagai risiko kesehatan serius.

2. Minum Alkohol

Masyarakat dahulu percaya udara dapat membawa penyakit. Cairan tertentu dianggap mudah menyerap "racun" dari udara sehingga tubuh perlu diperkuat agar tidak mudah terinfeksi. Anggur kemudian dianggap sebagai salah satu pelindung. Dokter Inggris Thomas Willis pada 1691 bahkan menyebut anggur dan rasa percaya diri sebagai perlindungan terhadap pes.

3. Jangan Terlalu Banyak Minum

Nasihat mengenai alkohol ternyata memiliki batas. Salah satu pandangan lama menyarankan orang mengikuti gaya hidup Socrates yang disebut mampu melewati wabah Athena pada abad ke-5 SM karena hidup sederhana dan tidak berlebihan. Artinya, alkohol dipercaya bermanfaat, tetapi terlalu banyak mengonsumsinya dianggap justru melemahkan tubuh.

2 dari 3 halaman

4. Mencium Bau Kentut Sendiri

Karena udara dianggap sebagai sumber penularan, masyarakat percaya bau menyengat dapat mengusir penyakit. Cuka dan rempah-rempah menjadi pilihan yang lebih masuk akal, tetapi sebagian orang bahkan menyimpan kentut sendiri dalam wadah untuk dicium ketika merasa terancam wabah. Praktik ini tentu tidak memiliki dasar ilmiah.

5. Meminum Urine Sendiri

Di Venesia pada abad ke-16, terdapat anjuran agar masyarakat meminum urine sendiri setiap pagi sebagai salah satu cara menghindari pes. Praktik tersebut menggambarkan betapa terbatasnya pemahaman medis saat itu mengenai penyebab dan mekanisme penyakit menular.

6. Membuat Obat Herbal Sendiri

Ramuan herbal juga menjadi pilihan populer. Beberapa resep meminta akar tanaman seperti Virginian snakeweed, zedoary, dan contrayerva dicampur dengan cuka yang dianggap mampu melawan penyakit. Campuran tersebut kemudian dibentuk menjadi tablet atau lozenges.

3 dari 3 halaman

7. Menghindari Hubungan Seksual

Pada 1481, filsuf dan dokter Italia Marsilio Ficino menyarankan masyarakat menghindari hubungan seksual serta pikiran penuh gairah selama wabah. Namun, ia memberikan catatan menarik: pantangan tersebut dilakukan selama tidak terlalu membebani orang yang menjalaninya.

8. Minum Kopi

Kopi juga pernah dianggap sebagai pelindung dari pes. Pada 1721, profesor Cambridge Richard Bradley memperhatikan bahwa keluarga kaya di beberapa wilayah Turki yang memiliki akses terhadap kopi disebut lebih jarang meninggal akibat wabah. Ia kemudian mengaitkan konsumsi kopi dengan perlindungan terhadap penyakit, tanpa mempertimbangkan faktor lain yang membedakan kehidupan kelompok kaya dan miskin.

9. Membangun Sistem Kesehatan Masyarakat

Cara terakhir justru jauh lebih dekat dengan prinsip kesehatan modern. Richard Mead, anggota Royal Society, mendorong pelacakan kontak dan sistem pengawasan penyakit yang lebih baik. Ia juga mengusulkan pembentukan "Council of Health" yang melibatkan ilmuwan, politisi, dan pemimpin masyarakat untuk menghadapi wabah secara terkoordinasi.

Wabah pes akhirnya tetap melanda London. Namun, dari berbagai upaya tersebut terlihat perubahan penting dalam sejarah kesehatan masyarakat: manusia perlahan beralih dari ramuan, bau menyengat, dan kepercayaan tradisional menuju pengamatan, pencatatan kasus, pelacakan penularan, serta pembangunan infrastruktur kesehatan. Sejumlah cara lama mungkin terdengar lucu atau menjijikkan bagi masyarakat modern, tetapi semuanya menunjukkan satu hal: ketika menghadapi penyakit yang belum dipahami, manusia selalu berusaha menemukan cara untuk bertahan.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id