Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

News | Minggu, 11 Oktober 2026 10:33

Reporter : Kojiro Hyu

Teror dalam film horor tak selalu bermula dari sosok gaib atau rumah tua yang menyimpan misteri. Dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, rasa sakit dan dendam keluarga justru menjadi awal.

 

Eksplorasi mitos lokal dan kepercayaan supranatural kembali menjadi sajian mencekam bagi para pencinta sinema horor Tanah Air.

Menjelang jadwal penayangannya di layar lebar, rumah produksi Mika Entertainment resmi memperkenalkan official poster, official trailer, serta dua original soundtrack (OST) untuk proyek film terbarunya bertajuk Rambut Sewu: Satu Langkah Getih di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Disutradarai oleh sineas kenamaan Hanny R. Saputra, film ini menggandeng jajaran pemeran berbakat, mulai dari Wavi Zihan, Taskya Namya, Yusuf Mahardika, Ruth Marini, hingga aktor laga kawakan Donny Alamsyah.

Menguak Misteri Rumah Tua dan Jeratan Dendam Keluarga

Lewat cuplikan trailer resminya, lapisan misteri yang sebelumnya sempat tersimpan rapat mulai terbuka perlahan. Cerita berfokus pada karakter Wulan (Wavi Zihan) yang harus pindah ke sebuah rumah tua terbengkalai setelah sang ibu mendapatkan pekerjaan baru di sebuah pabrik.

Bukannya menemukan ketenangan, kepindahan tersebut justru menyeret Wulan ke dalam teror kejadian tak kasat mata yang perlahan mengungkap keterikatan dirinya dengan jejak masa lalu kelam rumah tersebut.

Benang merah teror tersebut mengarah pada sosok Marni yang diperankan oleh Taskya Namya. Karakter ini digambarkan memikul luka masa lalu mendalam yang menjadi fondasi utama konflik antarkeluarga di dalam film.

Aktris Taskya Namya mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan karakternya lahir dari tanggung jawab besar sebagai seorang anak sulung yang terluka.

"Semua yang ia lakukan tidak terlepas untuk membela keluarganya. Perubahan perilaku dan sosok Marni juga bukan hanya karena hal sepele. Semua berdasarkan dendam dan rasa sakit hati terhadap orang-orang yang melukai keluarganya," ungkap Taskya.

Ketegangan kian memuncak saat sosok Damar (Yusuf Mahardika), seorang jurnalis muda, ikut terjun menyelidiki kejanggalan yang menimpa Wulan setelah rekamannya viral di jagat media sosial. Investigasi inilah yang akhirnya membongkar peristiwa masa lalu pemicu kutukan tersebut.

Padukan Nuansa Mistis Tradisional dengan Dua Soundtrack Emosional

Tidak sekadar menjual sensasi teror kejutan (jump scare), Rambut Sewu: Satu Langkah Getih meramu genre horor supranatural, misteri, dan drama dengan latar ritual serta kepercayaan mitos Jawa tentang konsekuensi dari setiap pilihan hidup.

Kekuatan visual bernuansa gelap dan realistis ini kian disempurnakan lewat kehadiran dua soundtrack resmi yang diluncurkan bersamaan. Lagu pertama bertajuk "Hampa" dibawakan oleh Almira Andani ciptaan Adi Karno.

Sementara lagu kedua, 'Jalan Hidup', dinyanyikan oleh Zakir Rasyidin yang diciptakan serta diproduseri langsung oleh musisi Badai. Zakir menilai lagu ini memiliki keterikatan batin yang sangat kuat dengan keputusasaan karakter utama dalam cerita.

"Lagu 'Jalan Hidup' bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang kadangkala ingin menyerah saat mimpi terasa jauh, bahkan berani mengambil keputusan yang salah demi kepuasan diri. Makna lagu ini hampir sama dengan cerita karakter utama di film Rambut Sewu," jelas Zakir.

Perpaduan tata musik tradisional berpadu nuansa horor modern ini dipersiapkan matang guna membangun ketegangan emosional penonton sepanjang film.

Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dijadwalkan mulai meneror layar bioskop seluruh Indonesia pada 5 November 2026 mendatang. Informasi terbaru serta official trailer lengkapnya dapat disaksikan melalui akun media sosial resmi @filmrambutsewusatulangkahgetih dan @mika.productionentertainment.

 

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id