Ningrum Perdana P: Kisah Preman Insaf yang Kini Berhijab

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 19 Juli 2016 18:42
Ningrum Perdana P: Kisah Preman Insaf yang Kini Berhijab
Kirimkan cerita #KataHati awal mula berhijabmu ke komunitas@dream.co.id sekarang yuk!

Dream - Terbiasa mengenakan busana maskulin sejak kecil, Ningrum Perdana Putri, hijaber yang mengaku bekas preman, merasa pernah berada di luar batas sebagai kodratnya.

Walaupun mengenyam pendidikan di sekolah yang mewajibkan muridnya berhijab, Ningrum tetap merasa dirinya belum menjadi umat-Nya secara utuh.

" Lepas pasang gitu pakainya, berlangsung sampai saya akil baligh," curhatnya lewat #KataHati Dream.co.id pada Selasa, 19 Juli 2016.

Berteman dengan kebanyakan pria dan dikelilingi empat orang adik laki-laki membuat sikap dan sifat Ningrum makin terlihat tomboi.

" Saya hampir terjerumus pergaulan bebas," kenang Ningrum.

Namun Allah SWT masih memberikan jalan terbaik untuk Ningrum sehingga dia dapat melanjutkan kehidupan lebih baik.

Keajaiban itu datang ketika dirinya memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan bertemu dengan beragam orang baru dan organisasi.

" Saat ospek, saya memang sudah mengenakan hijab tetapi saya sadari belum sesuai syariat," kata Ningrum.

" Waktu mulai perkuliahan, saya sering main bersama kumpulan hijaber yang membentuk formasi lingakaran dalam keadaan duduk. Orang bilang itu halaqah, saya minta teman untuk ke tempat halaqah itu. Masyallah, bikin saya merinding karena dapat merasakan angin surga sampai merasuk jantung dan pikiran," tambahnya menjelaskan.

Sampai saatnya Ningrum mengenal apa itu murrabi, seperti diketahui murrabi merujuk kepada pendidik yang bukan sahaja mengajarkan sesuatu ilmu tetapi dalam masa yang sama cuba mendidik rohani, jasmani, fizikal dan mental.

" Kenapa muslimah itu dari ujung rambut ke ujung kaki itu aurat? Karena kita istimewa, karena Allah tak ingin kita ternodai dan Allah cinta akan kita. Maka itu, mulai lah dari menutup aurat, bukan bungkus aurat," gerutunya dalam hati.

Mulai mengenakan pakaian tertutup rapat, Ningrum sadar akan wilayahnya sebagai kaum hawa tak sembarangan bersentuhan dengan kaum adam.

" Tutup aurat itu sesuai syariat agama, bukan hanya sekadar membungkus tubuh," tegasnya.

--

Ini #KataHati Ningrum dalam memutuskan untuk berhijab. Apa #KataHati mu ketika memutuskan untuk berhijab?

Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution) 
sekarang juga! Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id. (Ism) 

Beri Komentar