3 Alasan Hartawan Semakin Kaya

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 24 Januari 2015 15:01
3 Alasan Hartawan Semakin Kaya
Satu hal yang membeda masyarakat biasa dan orang ultra-kaya adalah cara mereka mengendus sumber uang.

Dream - Hal yang membedakan masyarakat biasa dan orang ultra-kaya adalah kemampuannya mengendus target investasi yang bakal memberikan untung besar. Tak heran jika kekayaan para hartawan ini senantiasa tumbuh subur setiap tahunnya.

Perlu dicatat, kalangan masyarakat terkaya sejagat, sekitar 1 persen dari populasi dunia, telah mengumpulkan begitu banyak uang. Tak mengherankan jika gabungan uang dan aset kalangan masyarakat ini mampu mewakili 48 persen dari kekayaan global.

Analis memperkirakan, tahun 2016 akan membawa segelintir elit kaya raya semakin tajir. Bahkan jika digabungkan, nilainya akan setara dengan lebih dari setengah dari uang semua orang dan aset disatukan.

Oxfam mengatakan mencoba membuka sedikit tabir pundi-pundi keuangan yang membuat harta kalangan kaya ini semakin melimpah. “ Ada sektor ekonomi penting yang telah memberi kontribusi pada akumulasi kekayaan miliarder tersebut,”

Namun tak semua sepakat dengan analis Oxfam, terutama pada ketimpangan atau klaim bahwa sebagian besar dari kekayaan global semakin terkonsentrasi di tangan orang-orang ultra-kaya.

" Klaim yang dibuat oleh Oxfam tentang daftar orang-orang kaya didasarkan pada angka-angka kekayaan bersih yang sangat menyesatkan," ujar Ryan Bourne, kepala Kebijakan Publik di Institut Perekonomian.

Terlepas dari perdebatan yang ada, mengutip Oxfam seperti dilansir Dream dari laman Gulfnews, Sabtu, 24 Januari 2014, berikut adalah tabir pundi-pundi kekayaan yang membuat miliarder semakin kaya:

1 dari 3 halaman

1. Hartawan berinvestasi di sektor keuangan

1. Hartawan berinvestasi di sektor keuangan

Menurut laporan Oxfam, miliarder terkaya seperti Warren Buffett, George Soros atau Michael Bloomberg telah menginvestasikan uang mereka di sektor keuangan dan asuransi. Hasilnya, akumulasi kekayaan mereka tumbuh sebesar 15 persen dalam satu tahun, dari US$ 1 triliun menjadi US$ 1,6 triliun.

Maret 2014 lalu, 321 miliarder ini (20%) menginvestasikan uang mereka dalam sektor keuangan dan asuransi.

2 dari 3 halaman

2. Hartawan tertarik bisnis farmasi dan kesehatan

2. Hartawan tertarik bisnis farmasi dan kesehatan

Para miliarder lainnya, termasuk Ludwig Merckle dari Jerman dan Dilip Shanghvi dari India, punya bisnis di sektor farmasi dan kesehatan. Dan kekayaan mereka tumbuh 47 persen. Kekayaan Merckle saja meningkat sangat tajam dalam satu tahun sebesar 21 persen, dari US$ 7,1 miliar pada tahun 2013 menjadi US$ 8,6 miliar pada tahun lalu.

 

3 dari 3 halaman

3. Lobi jadi Senjata Ampuh Hartawan

3. Lobi Jadi Senjata Ampuh Hartawan

Pengusaha, terutama di pasar lain seperti Amerika Serikat, menghabiskan dana besar untuk mempengaruhi pejabat pemerintah untuk mengesahkan undang-undang atau melakukan sesuatu yang melindungi kepentingan mereka.

Pada tahun 2013, sektor keuangan menghabiskan lebih dari US$ 400 juta untuk melobi Amerika Serikat saja. Di Uni Eropa, pelobi sektor keuangan menghabiskan US$ 150 juta per tahun terhadap lembaga-lembaga Uni Eropa. Sekitar US$ 487 juta juga dihabiskan oleh sektor farmasi dan kesehatan pada 2013 untuk melakukan lobi di Amerika Serikat.

Beri Komentar