3 Ide Kreatif Ini Sabet Penghargaan dari Youngpreneur Unilever MCOE

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Agustus 2021 16:12
3 Ide Kreatif Ini Sabet Penghargaan dari Youngpreneur Unilever MCOE
Ide mereka sederhana namun memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat. Apa ide yang mereka buat?

Dream – Memulai bisnis baru tidak harus lewat serangkaian ide pelik dan jelimet yang malah membuat impian jadi entrepreneur cuma tinggal kenangan. Tiga pencetus ide kreatif yang mendapat penghargaan dalam program Unilever Entrepreneurship Bootcamp #MudaMaslahat (Makmur, Sejahtera, Adil, dan Sehat) ini menjadi buktinya.

PT Unilever Indonesia Tbk, melalui Unilever Muslim Center of Excellence (MOCE) menggelar program pelatihan tersebut selama Juni-Agustus 2021 dengan menggandeng  Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah RI, serta Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sebanyak 60 wirausahawan muda hadir dalam acara itu.

Dari 60 ide bisnis yang ditawarkan 60 youngpreneur tersebut, dewan juri memutuskan tiga orang berhak mendapat penghargaan.

Youngpreneur pertama adalah Indi Dwi Lutfitriani yang memenangkan kategori “ Best Business Growth Plan”. Usaha yang didirikan adalah Beribahasa—sebuah platform pembelajaran bahasa asing secara online. Platform ini mempertemukan siswa dengan tutor dan berhasil meningkatkan kemampuan dan produktivitas murid maupun tutor.

Yang kedua adalah Handoko Eko Prasstyo. Pemilik usaha Peyek Kupang DJ ini memenangkan penghargaan “ Best Marketing Strategy”. Sekadar informasi, Peyek Kupang DJ adalah bisnis kuliner camilan yang memanfaatkan kupang—sejenis kerang.

Ketiga, ada Muhammad Nur Rajab. Pebisnis Kopi Nineteen ini mendapatkan penghargaan “ Best Social Impact”. Nur menjual kopi itu dengan harga yang terjangkau untuk pelajar. Tak hanya itu, uang Rp500 dari setiap gelas kopi yang terjual, akan didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Head of Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, mengatakan para pemenang akan mendapatkan bantuan dana untuk mengembangkan usaha. Kemudian, pihaknya akan bekerja sama dengan mitra strategis dan pemerintah untuk mendampingi para pemenang dan peserta kamp.

“ Semoga keseluruhan program ini dapat menginspirasi dan mengembangkan lebih banyak lagi wirausaha muda untuk mendorong kemandirian ekonomi serta kemajuan industri halal dan perekonomian syariah di Indonesia,” kata Nurdiana di Jakarta.

1 dari 6 halaman

Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia

Sekadar informasi, acaraitu diikuti oleh 60 pebisnis muda yang terpilih dari 24 pusat inkubator bisnis perguruan tinggi Muhammadiyah. Puluhan pebisnis ini mengikuti kegiatan capacity building, networking hingga business and marketing coaching yang sangat bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis.

Program itu merupakan kerja sama antara Unilever MCOE dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah RI, serta Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Nurdiana menyebut kehadiran Unilever MCOE merupakan komitmen perseroan mendukung Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah. Antara lain, Unilever MCOE berkontribusi terhadap salah satu target capaian Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia lewat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi dan indeks kesejahteraan melalui edukasi seputar ekonomi dan kewirausahaan syariah.

“ Untuk itu, bersama pemerintah dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, tahun ini kami secara perdana menggelar program Unilever Entrepreneuship Bootcamp #MudaMaslahat (UEB #MudaMaslahat) bertema ‘Accelerating Your Business Growth’,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Unilever Bangun Pusat Pengembangan Produk Halal di Indonesia

Dream – PT Unilever Indonesia Tbk turut mendorong pengembangan produk halal di Indonesia dengan mendirikan pusat pengembangan produk halal, Unilever Muslim Center of Excellence (UMCE). Kehadiran UMCE diharapkan bisa mendorong ekspor produk halal Indonesia ke pasar internasional yang lebih besar. 

“ Unilever Moslem Center of Excellence (UMCE) ini menghadirkan produk dan program yang excellent bagi Indonesia dan dunia,” kata President Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, dalam peluncuran Unilever Moslem Center of Excellence, secara virtual, Kamis 8 April 2021.

Moslem of Excellence ini akan menaungi Halal Collaboration Hub. Indonesia dipilih sebagai basis UMCE karena memiliki pasar yang dinamis, konsumen yang bermacam-macam, dan pertumbuhannya signifikan.

Halal Collaboration Hub ini akan berkolaborasi dengan pusat-pusat riset Unilever global dan civitas academi untuk memaksimalkan teknologi dan inovasi. Kolaborasi ini akan menciptakan akses untuk mengembangkan dan menghasilkan produk sehingga bisa diuji coba kepada konsumen.

Unilever mendirikan UMCE© Unilever

3 dari 6 halaman

Dorong Ekspor Produk Halal Indonesia

Ira yakin UMCE ini akan menghasilkan blueprint produk yang bisa bermanfaat bagi pasar Muslim global. Tak hanya itu, juga bisa mendorong ekspor produk halal Indonesia ke luar negeri.

“ Kami percaya ini akan menghadirkan produk yang bermanfaat bagi market Muslim, selain Indonesia. sekaligus mendorong produk untuk diekspor ke berbagai wilayah di dunia,” kata dia.

Ira juga mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan komunitas Muslim yang baik, sehat, dan sejahtera.

“ Saya berharap kolaborasi ini dapat memelopori sinergi yang lebih kuat antara pemerintah-swasta-organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan ekonomi syariah dan industri halal yang lebih baik lagi dan berkiprah di global,” kata dia. 

4 dari 6 halaman

Pesantren Sehat Unilever Jangkau 10 Juta Anak

Dream - PT Unilever Indonesia Tbk, melalui Unilever Indonesia Foundation menghadirkan Program Sekolah dan Pesantren Sehat.

Digagas sebagai program terintegrasi dari beberapa pembiasaan sejak 2016, tahun ini telah mencapai misi untuk menjangkau 10 juta anak di 41.847 sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Beragam program pelatihan bagi guru dan murid, serta fasilitas diberikan untuk terus menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak sejak dini di lingkungan pendidikan, yang urgensinya kian terasa di tengah pandemi Covid-19.

 

© Dream

 

 

" Program Sekolah dan Pesantren Sehat berusaha meningkatkan kesehatan dan kebersihan 1,3 miliar orang di seluruh dunia. Di masa pandemi program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, sekaligus menekan penularan Covid-19," jelas Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, dalam acara virtual konferensi pers, Kamis 24 September 2020.

5 dari 6 halaman

Penanaman PHBS sangat diperlukan karena anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk Covid-19.

Bahkan tercatat bahwa jumlah kematian anak (0-18 tahun) akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik, angkanya 1,1% lebih tinggi dari Tiongkok, Italia dan Amerika.

Data lain menunjukkan Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian Covid-19 pada anak, yaitu sebesar 9,1%.

6 dari 6 halaman

Sebagai bentuk kepedulian Uniliver Indonesia Foundation terhadap anak dan lingkungan pendidikan, turut menyumbangkan wastafel permanen untuk cuci tangan dan sikat gigi, serta mendistribusikan produk-produk kebersihan dan kesehatan di area sekolah dan pesantren.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah lingkungan pendidikan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

" Masyarakat perlu memahami bahwa meski seringkali tidak menunjukkan gejala, anak yang terinfeksi SARS-CoV-2 memiliki jumlah virus dalam darah atau viral load yang tinggi di saluran napas sehingga kemungkinan mereka menularkan individu lainnya sangat besar. Maka untuk meminimalkan risiko ini, biasakan anak melakukan PHBS dengan benar, dan pastikan mereka mendapatkan gizi seimbang sehingga imunitasnya tetap terjaga," jelas dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A.

 

Beri Komentar