3 Mitos Dunia Kerja yang Harus Dihadapi Fresh Graduate

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 4 November 2019 06:30
3 Mitos Dunia Kerja yang Harus Dihadapi Fresh Graduate
Nomor 2 yang paling sering `gentayangan`.

Dream – Setiap pekerja pernah berada di fase menjadi seorang fresh graduate. Fase ini sering menjadi kondisi yang tak mudah dilalui saat mencari pekerjaan tetap.

Malah, ada banyak mitos yang betebaran tetang lulusan baru saat melamar pekerjaan. Mitos-mitos ini juga acapkali membuat mereka stres.

Apa saja mitos-mitos tersebut? Berikut ini rinciannya, sebagaimana dikutip dari Karir.com, Senin 4 November 2019:

1 dari 9 halaman

1. Perusahaan Lebih Senang Karyawan Berpengalaman

Persaingan dunia kerja yang cukup ketat terkadang membuat seorang fresh graduate harus bersaing dengan pekerja berpengalaman. Muncul mitos yang menyebut bahwa perusahaan lebih senang dengan pekerja dengan pengalaman.

© MEN

Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena fresh graduate pada dasarnya masih memiliki ‘pasar’ tersendiri. Tidak semua posisi di perusahaan membutuhkan pekerja yang berpengalaman.

Beberapa perusahaan terkadang lebih memilih pekerja fresh graduate karena dianggap bisa lebih luwes dan mampu mengikuti budaya perusahaan. Lulusan baru juga dianggap lebih cakap dan terbiasa untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi baru.

2 dari 9 halaman

2. IPK Besar, Karir Mudah

Selama menjalani masa kuliah, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tentunya menjadi indikator belajar yang dibanggakan. Mitosnya adalah jika memiliki IPK tinggi maka nantinya akan mendapatkan karir lebih mudah. Apakah benar seperti itu?

Jika melihat kenyataan, nilai ini sebenarnya tak selalu menjamin lulusan anyar bisa bekerja lebih cepat. IPK hanya salah satu indikator perusahaan untuk menerima kamu bekerja. Kalau IPK tinggi tapi tak punya kompetensi dan karakter yang sesuai, tentunya perusahaan akan enggan menerimamu untuk bekerja.

Tak ada salahnya jika kamu tetap mengembangkan diri sambil menunggu kerja. Cobalah untuk mengambil kursus atau pelatihan agar kompetensi tetap berkembang.

Jika sulit untuk mengambil kursus secara offline, tidak ada salahnya mengambil kursus belajar online seperti Ubelajar.

3 dari 9 halaman

3. Gaji Besar Selalu Menyenangkan

Ini bukan sebuah mitos, namun harus disadari oleh lulusan baru bahwa pekerjaan tak melulu soal gaji. Pendapatan hanyalah salah satu komponen agar termotivasi bekerja dan bisa memenuhi kebutuhan hidup.

© MEN

Dalam bekerja, ada berbagai faktor lainnya agar kita bisa bahagia dan bisa tetap produktif. Tentunya kamu tidak ingin juga kan digaji tinggi tetapi setiap hari ada saja drama yang harus kamu hadapi di kantor.

Jadi, ketika kamu mendapatkan kesempatan interview pastikan juga kondisi lingkungan dan budaya kerja. Jika merasa kurang sesuai sebaiknya kamu pikirkan baik-baik sebelum bergabung walaupun gaji tinggi. 

4 dari 9 halaman

Daftar Kisi-Kisi Pertanyaan Wawancara Kerja untuk Fresh Graduate

Dream – Wawancara kerja pertama untuk fresh graduate terasa mendebarkan. Tahap seleksi kerja ini seperti sebuah ujian hdup.

Walaupun sudah mempelajari cara menghadapi pewawancara, berlatih menjawabnya dan mengumpulkan rasa percaya diri, tak selamanya menjamin pertanyaan yang sama akan benar-benar keluar.

Pewawancara biasanya sudah menyiapkan segambreng daftar pertanyaan yang akan ditanyakan khusus untuk fresh graduate.

Nah agar kamu tak terlalu terpatok pada hapalan, berikut ini adalah kisi-kisi pertanyaan seperti dikutip Dream dari Karir.com, Minggu, 4 Agustus 2019.

 

5 dari 9 halaman

Pertanyaan Seputar Kampus

Pewawancara biasanya sudah memegang CV dan mengetahui tempat kuliah serta bidang ilmu kamu. Tapi, mereka akan berusaha menggali lebih dalam tentang alasanmu memilih kampus hingga jurusan.

Untuk pertanyaan tentang pilihan kampus, pewawancara ingin mengetahui cara kamu mengambil keputusan besar yang bijak dalam hidup. Sementara pada pertanyaan jurusan, kamu mesti bisa menunjukkan bahwa ilmu dan keahlian yang dipelajari di kampus yang terkait dengan pekerjaan.

 

© Dream

 

Selain itu, pewawancara mungkin juga melontarkan pertanyaan lain seputar kehidupan perkuliahan. Misalnya, pertanyaan terkait pengalaman kepemimpinan di kampus, pendapat tentang kerja kelompok di sekolah, hingga ekstrakurikuler yang diikuti.

Berdasarkan pertanyaan tersebut, pewawancara bisa mendapat gambaran tentang soft skill dari fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja.

6 dari 9 halaman

Pertanyaan tentang Pengalaman Kerja

Kebanyakan fresh graduate belum punya pengalaman kerja sebenarnya. Tetapi, paling tidak, kamu pernah mengikuti program magang atau kuliah kerja nyata untuk memenuhi syarat kelulusan.

Sebagian lulusan baru mungkin punya pengalaman sebagai asisten dosen di kampus. Jadi, ketika sampai pada pertanyaan tentang pengalaman kerja, kamu bisa mengingat, dan menceritakan tentang masa tersebut.

Pewawancara akan menggali lebih dalam tentang pengalaman tersebut. Mereka akan bertanya tentang pencapaian selama masa magang, masalah yang dihadapi selama bekerja, hingga bagaimana seseorang belajar dari kesalahannya.

 

7 dari 9 halaman

Pertanyaan tentang Pribadi

Hampir semua pewawancara akan melontarkan pertanyaan umum seperti, “ Apa kelebihan dan kekurangan kamu?” Pada titik ini, mereka mencoba menyelami pribadi kandidat karyawan yang melamar di perusahaan.

Pertanyaan semacam ini berlaku untuk fresh graduate atau pelamar kerja yang sudah berpengalaman. Tetapi, seorang pewawancara kreatif akan menambahkan pertanyaan seperti ini pada fresh graduate, yaitu “ Bagaimana kamu di mata teman dan dosen pembimbing?”

 

© MEN

 

Lebih jauh, pewawancara juga akan bertanya mengenai hal-hal yang memotivasi Kamu, sampai cara menghadapi tekanan. Pada bagian penutup tema pertanyaan tentang pribadi, pewawancara juga akan memancing kamu dengan pertanyaan, “ Mengapa kami harus mempekerjakanmu?”

Untuk merespon pertanyaan ini, kamu harus fokus pada kekuatan, kelebihan personal, dan kejujuran.

8 dari 9 halaman

Pertanyaan tentang Masa Depan

Pertanyaan tentang masa depan akan diekspresikan dengan kalimat, “ Apa yang kamu lihat pada diri sendiri dalam lima (atau sepuluh) tahun ke depan?” Pertanyaan ini cukup sulit bagi sebagian orang, apalagi fresh graduate.

Alasannya, sebagian kandidat karyawan yang baru lulus kerja belum bisa membayangkan jenjang karir lebih jauh dan tantangan serta rintangan yang menghadang. Sampai di titik ini, ia hanya berpikir soal mendapat kerja secepatnya, atau bahkan pekerjaan pertama sebagai batu loncatan.

Dari sudut pandang pewawancara, pertanyaan ini bisa menyiratkan seberapa lama kandidat bisa bertahan di perusahaan. Pada akhirnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mempekerjakan seseorang. Jadi, kamu harus berhati-hati dalam menjawab. Caranya, Kamu harus melakukan riset tentang jenjang karir hingga tujuan perusahaan, kemudian menyesuaikan jawaban dengan hal tersebut.

 

9 dari 9 halaman

Pertanyaan tentang Perusahaan dan Pekerjaan

Jelas, pertanyaan ini harus dijawab dengan pengetahuan yang mumpuni. Sebagai fresh graduate, Kamu perlu melakukan riset mendalam tentang perusahaan, sehingga bisa menjawab pertanyaan seperti, “ Apa yang kamu tahu tentang perusahaan ini?”

 

© MEN

 

Jika kamu dianggap paham tentang perusahaan dan bagaimana bisnis berjalan, maka pewawancara bisa juga mengembangkan ke pertanyaan, “ Kontribusi apa yang bisa diberikan untuk kemajuan perusahaan?”

Selain itu, kamu juga akan ditanya tentang hal-hal terkait pekerjaan, seperti, “ Apakah kamu bersedia jika sering diminta untuk melakukan perjalanan (terkait pekerjaan)?” Selain itu, pewawancara juga akan mencari tahu lagi tentang pribadi, dan mencoba menilai kecocokan antara kandidat dan budaya kerja perusahaan.

Beri Komentar