4 Tips Sederhana Membagi-bagi Alokasi Investasi Biar Nggak Rugi Besar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 12 Maret 2021 14:48
4 Tips Sederhana Membagi-bagi Alokasi Investasi Biar Nggak Rugi Besar
Diversifikasi ini penting dilakukan saat kamu memutuskan untuk berinvestasi.

Dream – Tak hanya tabungan, investasi semakin digemari banyak orang termasuk generasi milenial. Tentu saja tujuan investasi adalah ingin memperoleh keuntungan dan berharap nilainya semakin berkembang di kemudian hari.

Dalam berinvestasi, diperlukan sebuah strategi yang tepat agar dapat meningkatkan nilainya dan menghindari potensi kerugian. Salah satu caranya adalah mendiversifikasi portofolio investasi.

Diversifikasi berarti menempatkan dana investasi di beberapa instrumen investasi yang berbeda karakteristiknya. Yang dimaksud dengan karakteristik di sini adalah likuiditas, risiko, dan potensi returnnya.

Contohnya adalah potensi return jika berinvestasi dalam pada saham ini akan berbeda dengan obligasi, sukuk, dan reksa dana.

1 dari 4 halaman

Begini Konsepnya

Jangan meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang. Jika keranjangnya jatuh, semua telur akan jatuh. Artinya jika Sahabat Dream ingin berinvestasi, janganlah menyimpan seluruh dana di satu instrumen saja.

Kamu harus menciptakan portofolio yang beragam agar bisa meminimalisir kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungannya.

© MEN

Contohnya, jika kamu punya investasi pada saham suatu emiten, lalu saham tersebut terus turun atau melemah, nilai investasinya akan terus tergerus.

Tapi, kalau memisahkan penempatan investasi dengan membeli dua saham dari perusahaan yang berbeda, hal itu akan mengurangi kerugian atas kemungkinan penurunan nilai sahamnya.

2 dari 4 halaman

Ingin Diversifikasi, Lakukan Empat Langkah ini

Pertama, pastikan bahwa portofolio investasi sesuai dengan profil risiko. Profil risiko merupakan indikator tentang kemampuan dalam menerima risiko dari investasi yang dilakukan. Profil risiko tersebut umumnya terbagi menjadi tiga, yakni konservatif, moderat, serta agresif.

Sederhananya, konservatif bisa dikatakan sebagai tipe yang tidak menyukai perubahan ekstrem, dimana pelaku investasi akan lebih senang apabila imbal hasil yang diperoleh bersifat stabil walaupun nilainya cenderung rendah.

Selanjutnya, tipe moderat justru kebalikannya, dimana pelakunya mampu untuk menerima risiko lebih tinggi. Terakhir, tipe agresif merupakan gabungan dari keduanya, dimana pelaku berani mengambil risiko tinggi demi memperoleh imbal hasil semaksimal mungkin.

Setelah memahami profil risiko, tentukan juga tujuan Sobat berinvestasi, apakah untuk kebutuhan dalam jangka panjang, pendek atau bahkan menengah. Setalah itu, mulailah produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

3 dari 4 halaman

Tentukan Alokasi Dana Investasi

Setelah menentukan produk investasinya, selanjutnya tentukan rasio penempatan dana dari tiap produk investasi pada portofolio investasi. Portofolio yang dapat dikatakan efektif yakni yang berisi kombinasi dari beragam jenis aset, berikut dengan karakterisitik yang berbeda pula.

Perpaduan berbagai kelas aset dalam portofolio tersebut merupakan teknik diversifikasi yang bisa membuat laba investasi meningkat, sekaligus untuk meminimalisir risikonya kinerja investasinya. Sebagai contoh, jika memiliki profil risiko agresif, rasio alokasi aset di dalam portofolio investasi, yakni 60 persen pada saham, 20 persen pada obligasi dan 20 persen pada reksa dana campuran.

 

© MEN

 

Jika sobat memiliki profil risiko moderat, rasio alokasi aset di dalam portofolio investasi sobat, terdiri dari 50 persen pada saham dan 50 persen pada reksa dana pendapatan tetap. Jika memiliki profil risiko yang konservatif, kamu bisa memadukan investasinya dengan penempatan 60 persen pada reksa dana pasar uang, 20 persen pada saham, dan 20 persen obligasi.

4 dari 4 halaman

Jeli dan Rutin

Ketiga, jeli memilih portofolio investasi. Pilihlah investasi yang tingkat pengembaliannya berbeda. Namun, ketahui pula bahwa return yang tinggi rata-rata juga memiliki risiko yang tinggi.

Selain itu, pilihlah investasi di sektor yang berbeda pula. Risiko bukan untuk dihindari tetapi dikelola sehingga dapat meminimalisir potensi kerugian dan tetap memperoleh keuntungan yang optimal.

Keempat, rutin melakukan penyesuaian. Diversifikasi bukanlah sesuatu yang hanya perlu dilakukan sekali saja. Jadi, agar investasi berjalan dengan lancar, periksalah portofolio investasi secara berkala, dan buatlah perubahan instrumen investasi jika kinerjanya belum sesuai dengan tujuan maupun strategi finansial beserta profil risikonya.

Sumber: Sikapi Uangmu

Beri Komentar