4 Tanda Anda Serakah dengan Uang

Reporter : Syahid Latif
Senin, 6 Juni 2016 08:43
4 Tanda Anda Serakah dengan Uang
Tak usah jauh-jauh mencari tahu tandanya. Ada di sekitar kamu.

Dream - Kita semua perlu uang untuk bertahan hidup. Memiliki uang berlebih juga bukan sesuatu yang dilarang. Apalagi jika uang itu dipakai untuk beribadah.

Namun pada titik manakah sebuah ambisi dan keinginan memiliki banyak uang berubah menjadi serakah? Jawabannya tergantung pada siapa Anda bertanya.

Tapi tentu saja ada tanda-tanda yang jelas jika Anda serakah dengan uang. Berikut adalah 4 tanda-tanda jika Anda serakah dengan uang.

1. Anda mengabaikan orang-orang butuh bantuan

Memberi uang untuk amal merupakan hal yang mulia. Dan jika Anda mampu tetapi tak mau melakukannya, itu merupakan pertanda bahwa Anda serakah dengan uang. Beramal banyak sekali cara dan jenisnya. Yang penting Anda menemukan yang sejalan dengan kepentingan atau keyakinan Anda.

Sementara itu, membantu anggota keluarga secara finansial menjadi masalah rumit. Di satu sisi Anda tidak ingin menciptakan kebiasaan buruk di mana anggota keluarga selalu pinjam uang tapi tidak mau bertanggung jawab. Namun, jika Anda memiliki anggota keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan, dan mereka adalah orang yang bertanggung jawab yang kebetulan kesulitan dalam hal finansial, maka Anda harus membantunya. Jika menolak, Anda termasuk orang yang serakah dengan uang.

2. Anda terus mencoba untuk mencari lebih banyak uang....

 

1 dari 3 halaman

2. Terus Mencoba untuk Mencari Lebih Banyak Uang

Tidak ada yang salah dengan ambisi memiliki banyak uang bisa melakukan hal-hal besar. Namun, jika Anda terus bekerja keras dan menghabiskan lebih banyak waktu pada pekerjaan, dan Anda melakukannya hanya untuk menciptakan lebih banyak uang dari yang Anda butuhkan atau diperlukan, maka itu pertanda bahwa Anda serakah.

Stabil dalam hal keuangan adalah impian semua orang, tetapi menginginkan lebih dan lebih adalah sesuatu yang tidak perlu. Jika Anda tahu bahwa Anda mampu mengatur keuangan dan bahwa masa depan keuangan Anda stabil, Anda tidak perlu berhenti bekerja mencari uang.

Namun, jika Anda melakukan pekerjaan ekstra atau berusaha keras hanya untuk mendapatkan lebih banyak uang tanpa peduli sekitar, Anda sebaiknya berhenti dan berpikir tentang apa yang Anda lakukan. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya, tetapi ada kalanya mengumpulkan lebih banyak uang daripada yang dibutuhkan bisa dianggap serakah.

2 dari 3 halaman

3. Sekeliling Anda Mulai Mengeluh

Dream - ika Anda mulai sering mendengar keluhan dari anggota keluarga atau teman-teman bahwa Anda bekerja terlalu keras dan sudah jarang berkumpul dengan mereka, maka Anda mungkin serakah dengan uang. Jika sudah demikian, kehidupan sosial atau rumah tangga yang menderita.

Fokus terlalu banyak pada uang juga dapat menambah stres bagi hidup Anda. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2015 oleh American Psychological Association menemukan bahwa uang adalah sumber stres yang signifikan. Mereka juga menemukan bahwa orang tua, orang muda, dan mereka yang tinggal di rumah tangga berpendapatan rendah menunjukkan stres yang lebih besar jika dihadapkan pada masalah uang

3 dari 3 halaman

4. Terlalu Pelit atau Royal dengan Uang

Dream - Berhemat bukan sesuatu yang buruk; berhati-hati dengan uang memang sikap cerdas. Namun, jika Anda menolak untuk menggunakan uang untuk bersenang-senang (atau memenuhi kebutuhan yang lebih penting dan diperlukan), atau anggota keluarga Anda takut meminta uang untuk memenuhi apa yang mereka butuhkan, maka Anda mungkin terlalu serakah dengan uang.

Di sisi lain, iri dengan apa yang orang lain miliki dan simpan, atau menghabiskan terlalu banyak uang tanpa mengetahui atau berpikir tentang konsekuensi, juga bisa dianggap sebagai serakah. Jika Anda membutuhkan lebih banyak uang karena Anda tidak bisa berhenti belanja, atau Anda menghabiskan lebih dari yang Anda mampu hanya untuk bersaing dengan teman-teman atau atasan Anda (termasuk makan terlalu banyak), itu pertanda buruk bahwa Anda serakah dengan uang.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup