5 Jenis Pajak di Indonesia, Semua Orang Harus Tahu!

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Selasa, 3 September 2019 12:12
5 Jenis Pajak di Indonesia, Semua Orang Harus Tahu!
Hampir semua orang akan selalu berkaitan dengan pajak termasuk masyarakat Indonesia. Yuk cari tahu jenis pajak di Indonesia berikut ini.

Dream – Sebagai warga negara yang baik dan taat peraturan, wajib bagi kalian untuk membayar segala jenis pajak. Pajak tidak hanya ada di Indonesia saja, hampir seluruh negara yang ada di dunia juga memberlakukan pajak bagi warga negaranya.

Pajak merupakan iuran dari rakyat untuk negara yang telah ditetapkan oleh undang-undang. Menurut Charles E.McLure, seinor emeritus dalam bidang pajak dan ekonomi, pajak merupakan retribusi atau kewajiban finansial yang ditangguhkan kepada seseorang atau suatu badan oleh negara atau institusi.

Pajak diberlakukan agar negara dapat membiayai berbagai macam pengeluaran untuk pelayanan umum kepada masayrakat. Karena telah ditetapkan juga oleh undang-undang, membayar pajak merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap warga negara.

Masyarakat yang menolak membayar pajak berarti melawan hukum dan akan mendapatkan sanksi. Untuk mencegahnya, kalian harus mengerti terlebih dahulu jenis pajak yang ada di Indonesia.

Kali ini, Dream akan memberikan informasi tentang jenis pajak, sebagaimana dikutip dari laman remi pemerintah, pajak.go.id berikut ini:

1 dari 5 halaman

Pajak Penghasilan (PPh)

 jenis pajak

PPh merupakan salah satu pajak yang dikenakan kepada orang secara pribadi ataupun sebuah badan institusi atas penghasilan yang diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Penghasilan yang dimaksud di sini menurut Direktorat Jenderal Pajak adalah setiap tambahan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak baik itu berasal dari Indonesia ataupun dari Luar Negeri.

Penghasilan ini juga dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Secara sedernahanya, penghasilan ini bisa berupa gaji, honorarium, keuntungan usaha, hadiah dan masih banyak lainnya.

2 dari 5 halaman

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

 jenis pajak

Jenis pajak di Indonesia berikutnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN merupakan salah satu jenis pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak ataupun Jasa Kena Pajak. Tentu saja kalian sudah begitu familiar dengan pajak yang satu ini, sebab pajak ini kerap kalian temukan di restoran, supermarket, swalayan dan masih banyak lainnya.

Pajak ini akan dikenakan oleh orang secara pribadi, perusahaan ataupun pemerintah yang telah mengonsumsi Barang atau Jasa Kena Pajak. Perlu diketahui, semua barang dan jasa yang ada di Indonesia termasuk ke dalam Barang dan Jasa Kena Pajak. Memang terdapat beberapa barang atau jasa yang tidak akan dikenakan PPN, sebab hal tersbeut telah ditentukan lain oleh Undang-Undang PPN.

3 dari 5 halaman

Pajak Barang Mewah (PPNBM)

 jenis pajak

Selain PPN, terdapat pajak lainnya yang juga di bidang barang dan jasa yaitu Pajak Barang Mewah (PPNBM). Perbedaan antara PPN dan PPNBM adalah golongan dari barang atau jasa itu sendiri. Secara sederhana, PPNBM itu merupakan suatu pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang atau Jasa Kena Pajak yang tergolong mewah. Barang-barang yang tergolong ke dalam barang mewah yaitu:

  1. Barang yang tidak merupakan kebutuhan pokok
  2. Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat tertentu
  3. Barang yang dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi
  4. Barang yang dikonsumsi untuk menunjukkan suatu stasus sosial
  5. Barang yang dikonsumsi bosa menyebabkan kerusakan kesehatan dan moral masyarakat
  6. Barang yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat.

4 dari 5 halaman

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

 jenis pajak

Jenis pajak di Indonesia selanjutnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bagi kalian yang telah memiliki rumah ataupun bangunan pribadi tentu saja sudah tidak asing lagi dengan pajak ini. PBB sendiri merupakan salah satu jenis pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah atau pemanfaatan bangunan. Jenis pajak ini merupakan Pajak Pusat meskipun demikian hampir semua realisasi penerimaan PBB akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik itu di Provinsi maupun di Kabupaten ataupun Kota.

5 dari 5 halaman

Bea Materai (BM)

 jenis pajak

Jenis pajak berikutnya adalah Bea Materai (BM). Menurut Direktorat Jenderal Pajak, Bea Materai sendiri merupakan pajak yang dikenakan atas pemanfaatan dokumen seperti misalnya akta notaris, surat perjanjian, surat berharga, hingga kwintansi. Dokumen-dokumen tersebut akan dikenakan pajak jika memuat sejumlah uang melebihi jumlah yang telah ditentukan oleh Undang-Undang pajak.

Objek Bea Materai sendiri yaitu:

  1. Akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta rangkap-rangkapnya
  2. Akta notaris sebagao salinannya
  3. Surat berharga seperti promes. wesel, cek serta aksep
  4. Efek dalam nama serta bentuk apapun
  5. Surat yang memuat jumlah nominal, yaitu:
  • Surat yang menyebutkan penerimaan uang
  • Surat yag berisi pemberitahuan saldo rekening di bank
  • Surat yang menyatakan atau penyimpan uang di dalam rekening bank
  • Surat yang berisi pengakuan pelunasan utang piutang

Sumber: pajak.go.id

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara