Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Bill Gates Menjadi Miliarder Kala Usianya Masih Muda.
Dream - Jumlah miliarder di dunia saat ini lebih banyak daripada jumlah miliarder dua dekade yang lalu. Pertumbuhan jumlah miliarder ini disebabkan oleh tiga hal, yaitu kesempatan, perubahan, dan konsolodasi.
Dilansir dari situs Inc-ASEAN, Selasa 24 Mei 2016, seorang analis CityLab, Richard Florida, mengatakan sebenarnya ada lima kunci penting yang dimiliki oleh para miliarder dalam mengembangkan kekayaannya sehingga menjadi sangat kaya.
Kunci yang pertama adalah mereka menciptakan kekayaan mereka sendiri. Florida mengatakan miliarder Amerika Serikat berbeda dengan miliarder Eropa. Jika miliarder Eropa menjadi orang paling tajir karena warisan orang tua, miliarder Amerika Serikat cenderung menciptakan kekayaan itu dari hasil keringatnya sendiri.
Kunci yang kedua adalah mereka masih muda. Tentu saja mereka menghasilkan uangnya saat usia mereka lebih muda daripada sekarang. Sebut saja Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, dan Bill Gates.
" Mereka memulai (bisnisnya) sejak awal dam menghasilkan lebih dari US$1 miliar (Rp13,58 triliun) sebelum usia di mana kebanyakan kita mulai menentukan arah karier kita," kata dia.
Kunci ketiga, miliarder tumbuh di sumber uang. Predikat orang super tajir lahir di negara-negara yang berpotensi menghasilkan banyak pendapatan, seperti di negara berkembang.
" Kekayaan miliarder di negara berkembang meningkat, dari di bawah US$500 miliar (RP6,79 miliar) pada 1996 menjadi US$2 triliun atau Rp27.164 triliun pada 2015," kata dia.
Florida mengatakan, kunci yang keempat adalah mereka fokus terhadap teknologi. Dikatakan bahwa miliarder yang menghasilkan pendapatan sebesar lebih dari US$1 triliun atau Rp13,58 triliun adalah miliarder yang berasal dari perusahaan teknologi, seperti Alphabet dan Uber.
Jumlah miliarder yang berasal dari perusahaan teknologi di Amerika Serikat lebih banyak daripada di Eropa. Amerika punya 56 miliarder yang berasal dari usaha teknologi, sedangkan Eropa hanya 17.
" Jumlah miliarder dari perusahaan teknologi di Amerika Serikat, lebih banyak daripada di Eropa," kata dia.
Yang terakhir atau kelima adalah mereka menghasilkan uang dari sektor keuangan. Florida mengatakan lebih dari 40 persen pertumbuhan miliarder di Amerika Serikat diatribusikan ke sektor keuangan, terutama di sektor pembiayaan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya